Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump menyatakan keterkejutan dan ketidaksetujuannya terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin menyusul serangan rudal beruntun yang menghantam berbagai kota di Ukraina, termasuk ibu kota Kyiv.
Trump juga mengisyaratkan kemungkinan pemberlakuan sanksi baru terhadap Rusia. “Saya tidak tahu apa yang terjadi dengan Putin. Dia telah membunuh banyak orang,” ujar Trump kepada wartawan di New Jersey sebelum bertolak kembali ke Washington, DC.
Pernyataan ini muncul di tengah gelombang serangan udara besar-besaran oleh Rusia selama dua malam berturut-turut, yang menyebabkan sedikitnya 12 orang tewas pada Minggu pagi. Serangan menggunakan pesawat nirawak (drone) dan menyasar sejumlah kota utama Ukraina.
Trump, yang dikenal memiliki hubungan panjang dengan Putin, mengungkapkan keterkejutannya atas eskalasi kekerasan yang terjadi. Moskow dan Kyiv kemudian saling menyalahkan terkait serangan udara yang kembali pecah.
“Kami sedang dalam proses pembicaraan, tapi dia malah menembakkan roket ke Kyiv dan kota-kota lain. Saya sangat tidak suka itu,” katanya menambahkan.
Ketika ditanya apakah ia mempertimbangkan pemberlakuan sanksi, Trump menjawab, “Tentu saja,” sambil berulang kali menyampaikan kekecewaannya atas tindakan Putin.
“Dia membunuh banyak orang. Saya tidak senang dengan itu,” tegas Trump.
Pekan lalu, menurut laporan The Wall Street Journal, Trump menyampaikan kepada para pemimpin Eropa dalam sebuah panggilan telepon bahwa Putin belum siap mengakhiri perang karena merasa masih berada di atas angin.
Serangan Rusia terbaru ini memperburuk krisis kemanusiaan di Ukraina. Belum ada konfirmasi lebih lanjut dari Gedung Putih terkait kebijakan sanksi lanjutan, namun komentar Trump menunjukkan perubahan sikap yang lebih tegas terhadap Kremlin. (Anadolu/I-1)
RUSIA kembali memanaskan hubungan dengan Barat setelah Presiden Vladimir Putin mengumumkan keberhasilan uji coba rudal jelajah bertenaga nuklir terbaru, 9M730 Burevestnik
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan rasa frustrasinya terhadap proses diplomasi yang berlarut-larut dalam upaya mengakhiri perang di Ukraina.
PRESIDEN Republik Indonesia Prabowo Subianto dijadwalkan bertemu langsung dengan Presiden Vladimir Putin.
SERANGAN udara besar-besaran yang dilancarkan Moskow ke Ukraina dan menewaskan sedikitnya 13 orang.
PRESIDEN Rusia Vladimir Putin mendukung upaya Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengusulkan rencana gencatan senjata 30 hari.
Kesepakatan tersebut ditandatangani pada 2010 oleh Presiden AS saat itu Barack Obama dan Presiden Rusia Dmitry Medvedev, dan mulai berlaku pada 5 Februari 2011.
SUATU dokumen FBI pada 2020 yang termasuk dalam berkas Epstein menuduh bahwa miliarder paedofil Jeffrey Epstein dilatih sebagai mata-mata di bawah mantan Perdana Menteri Israel Ehud Barak.
Rusia luncurkan serangan energi terbesar di awal 2026, tewaskan warga sipil dan rusak ikon Kyiv, di tengah persiapan perundingan damai di Abu Dhabi.
Donald Trump desak Putin akhiri perang setelah Rusia melancarkan serangan besar ke infrastruktur energi Kyiv, melanggar janji jeda serangan di musim dingin.
Departemen Kehakiman AS merilis dokumen baru terkait Jeffrey Epstein. Terungkap dugaan perannya sebagai pengelola aset Vladimir Putin hingga isi email Elon Musk.
Update Perang Ukraina Hari 1.437: Rusia-Ukraina jeda serang energi atas saran Trump. Sementara, Rusia klaim kuasai wilayah baru & Zelenskyy tantang Putin ke Kyiv.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved