Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
JAMES Harrison, seorang donor darah produktif asal Australia yang dikenal telah menyelamatkan lebih dari dua juta bayi, meninggal dunia pada usia 88 tahun.
Harrison, yang plasmanya mengandung antibodi langka dan berharga bernama Anti-D, telah mendonorkan darah lebih dari 1.100 kali, menurut Australian Red Cross Lifeblood, yang mengonfirmasi kabar duka ini.
Dikenal sebagai "Man with the Golden Arm" atau "Pria dengan Lengan Emas", Harrison meninggal dalam tidurnya di sebuah panti jompo di utara Sydney pada 17 Februari.
Misi altruistik Harrison bermula setelah ia menerima beberapa transfusi darah akibat operasi paru-paru pada usia 14 tahun.
Ia mulai mendonorkan plasma sejak usia 18 tahun dan melakukannya setiap dua minggu hingga usia 81 tahun, batas usia maksimal untuk donor darah di Australia.
CEO Lifeblood, Stephen Cornelissen, memuji dedikasi Harrison.
"James adalah sosok luar biasa yang penuh kebaikan dan kemurahan hati. Ia berkomitmen untuk memberikan sepanjang hidupnya, dan kisahnya menyentuh hati banyak orang di seluruh dunia," ujar Cornelissen dalam pernyataannya.
"James mengulurkan tangannya untuk membantu orang lain dan bayi-bayi yang bahkan tidak pernah ia kenal sebanyak 1.173 kali, tanpa mengharapkan imbalan apa pun."
Putri Harrison, Tracey Mellowship, menggambarkan ayahnya sebagai sosok yang berhati humanis.
"Sebagai penerima Anti-D sendiri, saya adalah bagian dari keluarga yang mungkin tidak akan ada tanpa donasi berharganya," katanya dalam pernyataan itu.
"Ia juga sangat bangga telah menyelamatkan begitu banyak nyawa, tanpa biaya atau rasa sakit. Ia merasa bahagia mendengar tentang banyak keluarga seperti kami, yang bisa ada berkat kebaikannya."
Anti-D digunakan untuk membuat obat yang diberikan kepada ibu hamil yang darahnya dapat menyerang sel darah bayi mereka, suatu kondisi yang dikenal sebagai rhesus disease.
Kondisi ini terjadi ketika seorang wanita hamil memiliki darah rhesus-negatif (RhD negative), sementara bayinya memiliki darah rhesus-positif (RhD positive) yang diwarisi dari ayahnya.
Jika ibu telah terpapar darah rhesus-positif sebelumnya—biasanya selama kehamilan sebelumnya—tubuhnya bisa menghasilkan antibodi yang menghancurkan sel darah bayi yang dianggap sebagai "benda asing."
Dalam kasus terburuk, kondisi ini bisa menyebabkan kerusakan otak atau bahkan kematian bayi.
Anti-D, yang dibuat menggunakan antibodi Harrison, mencegah perempuan dengan darah rhesus-negatif mengembangkan antibodi RhD selama kehamilan, sehingga bayi mereka dapat lahir dengan sehat.
Penemuan antibodi Harrison menjadi terobosan besar dalam dunia medis.
"Di Australia, hingga sekitar tahun 1967, ribuan bayi meninggal setiap tahun tanpa diketahui penyebabnya. Situasinya sangat mengerikan—banyak perempuan mengalami keguguran berulang, dan bayi lahir dengan kerusakan otak," ujar Jemma Falkenmire dari Australian Red Cross Blood Service kepada CNN pada 2015.
"Australia adalah salah satu negara pertama yang menemukan donor darah dengan antibodi ini, sehingga menjadi sebuah revolusi medis pada masanya."
Sebagai pahlawan nasional, Harrison menerima banyak penghargaan atas kemurahan hatinya, termasuk Medal of the Order of Australia, salah satu penghargaan tertinggi di negara itu. (CNN/Z-2)
Sebanyak 67 duta bahasa Indonesia akan diterjunkan ke 53 institusi pendidikan, mencakup sekolah dan universitas di berbagai wilayah Australia.
Parlemen Australia meloloskan UU pengetatan senjata api dan program buyback nasional menyusul penembakan maut di Bondi Beach yang menewaskan 15 orang.
Rentetan serangan hiu melanda pesisir New South Wales, Australia. Otoritas peringatkan warga menjauhi laut dan sungai akibat air keruh pasca-hujan lebat.
Tragis, seorang turis perempuan asal Kanada ditemukan tewas di Pulau K'gari, Australia. Jenazahnya ditemukan dikelilingi sekitar 10 dingo di tepi pantai.
Skandal sensor melanda Adelaide Festival setelah Dr. Randa Abdel-Fattah dilarang tampil. Sebanyak 180 penulis, termasuk Jacinda Ardern, mundur sebagai bentuk protes.
Negara bagian Victoria, Australia, tetapkan status darurat akibat kebakaran hutan hebat. Satu orang tewas dan ratusan rumah hancur saat api melahap lahan seluas dua kali London.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved