Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
IAN Applegate, 35, asal California, Amerika Serikat, mengalami kejadian tragis yang nyaris merenggut nyawanya. Ia mengalami stroke setelah bersin dengan kekuatan yang berlebihan, yang mengakibatkan arteri di lehernya pecah.
Sebelum mengalami insiden tersebut, Ian, yang tidak memiliki riwayat kesehatan bermasalah, bersin sebanyak tiga kali. Setelah bersin, ia merasakan pusing dan nyeri hebat di lehernya yang menjalar hingga ke bagian belakang kepala dan matanya yang sebelah kiri. Tak hanya itu, ia juga mengalami kesemutan yang mengakibatkan seluruh sisi kiri tubuhnya, termasuk wajah, kehilangan sensasi.
Ian pun segera dilarikan ke Dominican Hospital di Santa Cruz ketika gejalanya kian parah. Dokter yang melakukan pemeriksaan mengonfirmasi ia mengalami stroke akibat robekan pada lapisan pembuluh darah arteri vertebralis, yang berfungsi menyuplai darah ke sumsum tulang belakang dan sistem saraf pusat.
"Saya sedang berada di dalam truk, baru saja memasang kursi mobil untuk anak kami yang berusia empat tahun. Saat baru menyalakan mesin untuk mulai menyetir, saya bersin tiga kali. Pada bersinan ketiga, kepala saya tiba-tiba pusing dan dunia seperti berputar," ungkap Ian.
Dokter memberikan obat pengencer darah untuk mencegah terjadinya pembekuan lebih lanjut. Ian juga dirawat secara intensif di ruang perawatan khusus (ICU) selama 24 jam. Saat ini, ia masih menjalani perawatan di rumah sakit sejak kejadian yang terjadi pada 9 Februari. Ian mengalami kesulitan menelan dan memerlukan bantuan untuk berjalan akibat kerusakan yang dialami di sisi kiri tubuhnya.
Ia kini terus menjalani terapi rehabilitasi untuk memulihkan kekuatan ototnya, dengan harapan kondisinya akan membaik dan ia dapat kembali mendampingi keluarganya. Ian menceritakan meskipun bersin yang dialaminya cukup kuat, ia tidak pernah membayangkan akan menghadapi situasi yang mengerikan seperti ini. Sebagai akibat dari insiden tersebut, ia kini merasa takut untuk bersin.
"Saya sangat takut bersin sekarang. Istri saya sedang hamil delapan bulan, dan saya ingin berada di sisinya saat persalinan," ujar Ian dengan nada penuh harap.
Saat ini, keluarga Ian juga sedang menggalang donasi melalui platform GoFundMe, yang hingga saat ini telah berhasil mengumpulkan dana sebesar 10. 900 Dollar AS (sekitar Rp 180,3 juta). (MSN/Daily Mail/Z-2)
Dokter menyebut stroke muncul karena kebiasaan pria tersebut yang mengonsumsi minuman berenergi berlebihan setiap hari.
STROK masih menjadi penyebab kematian kedua di dunia dan salah satu penyakit yang paling banyak menyebabkan kecacatan jangka panjang.
Penanganan stroke harus dilakukan dengan cepat karena termasuk kondisi medis darurat yang dapat mengancam nyawa dan menyebabkan kecacatan permanen.
Data Kementerian Kesehatan menunjukkan stroke masih menjadi penyebab utama kecacatan dan kematian di Indonesia. Prevalensi stroke berada di kisaran 8,3 per 1.000 penduduk
Kita jarang membayangkan bahwa kondisi yang mengancam jiwa, seperti serangan jantung atau stroke, bisa terjadi pada diri sendiri.
Minuman berenergi menjadi sorotan utama setelah sebuah studi kasus di Inggris mengungkapkan hubungan antara konsumsi berlebihan dan stroke ringan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved