Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
DELEGASI Amerika Serikat (AS) dan Rusia bertemu pada hari Kamis (27/2) di Istanbul, Turki. Mereka mengidentifikasi langkah-langkah awal guna menstabilkan operasi misi diplomatik kedua negara.
"Amerika Serikat menyuarakan keprihatinannya mengenai akses ke layanan perbankan dan kontrak serta kebutuhan untuk memastikan tingkat kepegawaian yang stabil dan berkelanjutan di Kedutaan Besar AS di Moskow," kata Departemen Luar Negeri AS dalam sebuah pernyataan seperti dilansir Anadolu, Jumat (28/2).
"Melalui diskusi yang konstruktif, kedua pihak mengidentifikasi langkah awal yang konkret untuk menstabilkan operasi misi bilateral di wilayah ini," tambahnya.
Diskusi tersebut menyusul pertemuan di Riyadh, Arab Saudi pada 18 Februari lalu, di mana kedua belah pihak sepakat untuk memulai pembicaraan mengenai isu-isu yang memengaruhi misi diplomatik masing-masing.
Delegasi AS dipimpin oleh Wakil Asisten Menteri Luar Negeri untuk Rusia dan Eropa Tengah Sonata Coulter, sementara pihak Rusia dipimpin oleh Duta Besar Alexander Darchiev, direktur Departemen Amerika Utara Kementerian Luar Negeri Rusia.
Coulter dan Darchiev sepakat untuk mengadakan pertemuan lanjutan dalam waktu dekat, dengan rincian mengenai tanggal, lokasi dan perwakilan yang belum ditentukan. Hal ini disampaikan Departemen Luar Negeri. (H-4)
Jet tempur Jepang cegat pengebom nuklir Rusia Tu-95MS di Laut Jepang. Ketegangan meningkat di tengah sengketa Kepulauan Kuril dan penguatan aliansi militer AS-Jepang.
Ia menjelaskan bahwa gempabumi tektonik tersebut terjadi pada 22 Januari 2026 pukul 19.42 WIB berdasarkan hasil analisis parameter terkini.
MEMASUKI awal 2026, dunia dikejutkan oleh tindakan unilateral Amerika Serikat yang sangat drastis di kawasan Karibia.
Rusia menegaskan tidak memiliki rencana merebut Greenland. Menlu Sergei Lavrov menyatakan AS memahami Moskow dan Beijing tak mengancam wilayah tersebut.
Menlu Rusia Sergei Lavrov menyebut Greenland bukan bagian alami dari Denmark. Pernyataan ini muncul di tengah ketegangan AS dan Eropa terkait rencana Donald Trump.
Di balik ketegangan NATO, media pemerintah Rusia justru memuji rencana Donald Trump mencaplok Greenland. Apakah ini taktik pecah belah Barat?
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved