Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PAKISTAN menyatakan siap untuk menampung sejumlah tahanan Palestina yang dibebaskan dari penjara-penjara Israel sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata antara Hamas dan Tel Aviv di Jalur Gaza.
"Pakistan adalah salah satu dari empat negara yang setuju untuk menampung tahanan Palestina yang dibebaskan berdasarkan kesepakatan gencatan senjata yang dicapai antara Israel dan Hamas pada 15 Januari untuk mengakhiri perang Gaza," lapor sebuah kantor berita Palestina yang dianggap dekat dengan Hamas pada Senin (3/2).
Dilaporkan fase gencatan senjata awal selama enam minggu yang mengakhiri perang selama 15 bulan mencakup penarikan bertahap pasukan Israel dari Gaza tengah dan kembalinya warga Palestina yang terlantar ke Gaza utara.
Salah satu komponen utama dari perjanjian tersebut adalah bahwa Hamas akan membebaskan 33 sandera Israel, termasuk semua perempuan (tentara dan warga sipil), anak-anak dan laki-laki berusia di atas 50 tahun.
Sebagai imbalannya, Israel akan membebaskan 30 tahanan Palestina untuk setiap sandera sipil dan 50 tahanan Palestina untuk setiap sandera. Tentara perempuan Israel dibebaskan Hamas.
"Gerakan (Hamas) saat ini sedang melakukan pembicaraan dengan beberapa negara untuk mendapatkan persetujuan menampung sisa tahanan yang dibebaskan,” kata kantor berita tersebut dalam sebuah laporan yang diterbitkan pada hari Senin, mengutip pejabat senior Hamas.
“Negara-negara yang telah setuju untuk menerimanya sejauh ini termasuk Turki, Qatar, Pakistan, dan Malaysia," lanjutnya seperti dilansir Arabnews, Selasa (4/2).
Laporan tersebut mengatakan 99 tahanan Palestina yang dibebaskan oleh Israel telah dideportasi ke Mesir, dan 263 orang diperkirakan akan dibebaskan setelah selesainya tahap pertama proses pembebasan.
Dikatakan 15 tahanan Palestina diperkirakan tiba di Turki pada hari Selasa (4/3) dari ibu kota Mesir, Kairo.
"Hamas juga sedang melakukan pembicaraan dengan Aljazair dan Indonesia untuk menampung para tahanan, sementara Tunisia menolak menjadi tuan rumah," lapor kantor berita tersebut.
Sedangkan laporan Quds Press muncul di tengah perundingan yang akan dimulai hari ini Selasa (4/2) mengenai kesepakatan tahap kedua dari perjanjian tersebut. Hal ini akan mencakup pembebasan sandera Israel yang tersisa dan penarikan penuh pasukan Israel dari Gaza.
Wilayah Palestina meliputi Jalur Gaza dan Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur telah diduduki oleh Israel sejak tahun 1967.
Perang terbaru dimulai setelah sekitar 1.200 warga Israel terbunuh dan 251 orang disandera ke Gaza ketika Hamas menyerang Israel pada 7 Oktober 2023.
Serangan tersebut memicu serangan militer besar-besaran Israel di Gaza, yang telah menewaskan lebih dari 47.000 warga Palestina, Hamas- jalankan Kementerian Kesehatan mengatakan.
Perang juga menyebabkan kehancuran yang luas di wilayah padat penduduk, di mana ribuan sekolah, rumah dan rumah sakit hancur akibat pemboman Israel yang tiada henti. (Fer/P-3)
Presiden Prancis Emmanuel Macron resmi menolak undangan Donald Trump untuk bergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza. Apa alasan di baliknya?
PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu keberatan terhadap susunan panel penasihat Gaza yang baru dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump menunjuk mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair untuk memegang peran penting dalam penataan Gaza pascaperang.
Menlu Sugiono dan Menhan Sjafrie bertemu Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Istanbul, membahas situasi Gaza dan rencana Pasukan Stabilisasi Internasional.
Rencana Trump tentang Gaza menyerukan tata kelola internasional sementara atas wilayah kantong Palestina dan pembentukan dewan perdamaian yang diketuai oleh dirinya.
Paus Leo XIV menyoroti memburuknya krisis kemanusiaan di Jalur Gaza dalam pidato Natalnya dan menegaskan solusi dua negara sebagai jalan damai Palestina-srael.
Hikmahanto Juwana menyatakan rencana Presiden Prabowo Subianto yang akan mengevakuasi sekitar seribuan warga Gaza dalam beberapa gelombang harus dikaji lebih mendalam.
Netanyahu benar. Menurut Yousef Munayyer, analis politik Palestina, Israel memang bukan Inggris bagi India. Karena Inggris “hanya” mengeksploitasi sumber daya alam India.
SEIRING dengan berbagai kekhawatiran soal keberlanjutan gencatan senjata di Gaza, Indonesia disebut-sebut dalam berbagai rencana masa depan kawasan tersebut.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan mempertimbangkan menahan bantuan ke Yordania dan Mesir jika menolak menerima warga Gaza.
Sekretaris Jenderal PBB António Guterres memperingatkan risiko "pembersihan etnis," sementara Jerman, Brasil, Tiongkok, dan negara-negara Timur Tengah menolak keras rencana itu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved