Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
RATUSAN warga Palestina menggelar protes menyusul perlakuan terhadap tahanan di penjara-penjara Israel pada Sabtu (3/8). Para tahanan dilaporkan mendapatkan tindakan pelecehan dan bahkan penyiksaan oleh Israel.
Para kerabat mengangkat foto para tahanan dan mengibarkan bendera Palestina selama demonstrasi terpisah di Ramallah dan Nablus di Tepi Barat yang diduduki. “Bahkan jika seluruh dunia tunduk, kami tidak akan mengakui Israel,” teriak para pengunjuk rasa di Ramallah, dilansir dari Channelnewsasia, Minggu (4/8).
Ribuan warga Palestina telah ditahan di Gaza, Tepi Barat dan Israel sejak dimulainya perang Israel-Hamas pada Oktober. Mereka sebagian besar ditahan secara rahasia dan dalam beberapa kasus mengalami perlakuan yang mungkin setara dengan penyiksaan, kata OHCHR dalam sebuah laporan.
Baca juga : Makin Brutal, Israel Hancurkan Kampus Tersisa di Gaza
"Selama 10 bulan, kami tidak mengetahui apa pun tentang putra-putra kami. Kemudian kami ingin memeriksa dan melihat mereka. Kami ingin mengetahui situasi mereka. Kami ingin putra-putra kami," kata Latifa Abu Hamid, ibu dari empat tahanan, yang semuanya dijatuhi hukuman seumur hidup.
Menurut Prisoners Club, sebuah lembaga pengawas Palestina, sekitar 9.700 warga Palestina saat ini berada di penjara-penjara Israel, termasuk ratusan orang yang berada dalam tahanan administratif.
Badan tersebut memperkirakan penangkapan meningkat dua kali lipat sejak 7 Oktober dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Laporan OHCHR mengatakan bahwa sejak serangan Hamas 7 Oktober, ribuan warga Palestina, termasuk petugas medis, pasien, penduduk dan pejuang yang ditangkap telah dibawa dari Gaza ke Israel, biasanya mereka dibelenggu dan ditutup matanya.
Baca juga : Palestina Butuh Persatuan untuk Hentikan Agresi Israel
“Mereka pada umumnya ditahan secara rahasia, tanpa diberi alasan penahanan, akses terhadap pengacara atau peninjauan kembali yang efektif,” kata laporan OHCHR pekan ini.
Kepala Hak Asasi Manusia PBB Volker Turk mengatakan kesaksian dalam laporan tersebut menunjukkan bahwa Israel telah melakukan serangkaian tindakan mengerikan kepada para tahanan, seperti waterboarding dan pelepasan anjing ke tahanan.
Israel tidak memberikan komentar namun mereka menolak laporan kritis sebelumnya, dan mengatakan bahwa penjara mereka dijalankan sesuai dengan hukum internasional.
Baca juga : Israel Halangi Bantuan Kemanusiaan PBB untuk Gaza
Laporan PBB tersebut dirilis sehari setelah polisi militer Israel menginterogasi tentara yang ditangkap karena dicurigai melakukan pelecehan seksual terhadap tahanan Palestina.
Pada demonstrasi di Ramallah, Ummu Abdullah Hamed merinci bagaimana saudara lelakinya, putra dan keponakannya dijatuhi hukuman beberapa dekade.
“Kami merasa seperti keluarga tahanan mana pun,” sebut Abdullah Hamed, yang saudara laki-lakinya, putra dan keponakannya telah dijatuhi hukuman puluhan tahun penjara, pada protes di Ramallah.
Baca juga : Protes di Israel Terkait Penyiksaan Tahanan Palestina Memicu Bentrokan dengan Polisi Militer
“Kami memohon kepada Tuhan yang maha esa untuk mempercepat pertolongan dan kebebasan mereka, Insya Allah,” tambahnya.
Serangan Hamas pada 7 Oktober di Israel selatan mengakibatkan kematian 1.197 orang, sebagian besar warga sipil, menurut penghitungan AFP berdasarkan angka resmi Israel.
Militan juga menyandera 251 sandera, 111 di antaranya masih ditawan di Gaza, termasuk 39 orang yang menurut militer tewas.
Kampanye militer balasan Israel di Gaza telah menewaskan lebih dari 39.550 orang, menurut kementerian kesehatan wilayah yang dikelola Hamas, yang tidak memberikan rincian mengenai kematian warga sipil dan militan. (I-2)
Langkah baru Israel perketat kontrol di Tepi Barat menuai kecaman global. Kebijakan ini dinilai melanggar hukum internasional dan mematikan solusi dua negara.
PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu menggunakan fokus yang kembali tertuju pada berkas Epstein untuk menyerang pendahulunya, Ehud Barak.
MENURUT dokumen FBI tahun 2020, Jeffrey Epstein dekat dengan mantan Perdana Menteri Israel Ehud Barak dan dilatih sebagai mata-mata di bawah arahannya.
Korban jiwa di Gaza mencapai 72.027 orang. Meski gencatan senjata berlaku sejak Oktober 2025, evakuasi jenazah dan serangan sporadis Israel masih terus memakan korban.
TERPIDANA kasus kejahatan seksual Jeffrey Epstein mengatakan kepada seorang pengusaha Qatar bahwa Doha perlu 'bernyanyi dan menari' untuk Israel.
Citra satelit ungkap militer Israel buldoser Pemakaman Perang Gaza. Makam tentara Sekutu PD I & II hancur, memicu kecaman atas penodaan situs bersejarah militer.
Puluhan warga Palestina tiba di Rumah Sakit Nasser, Khan Younis, di Gaza selatan disambut keluarga dan kerabat yang telah lama menanti.
Ada 21 warga negara AS yang masih berada di dalam tahanan Israel.
Hampir seluruh dari 44 kapal armada kemanusiaan tersebut pada Kamis dan menahan lebih dari 450 aktivis dari lebih dari 50 negara.
Rusia menyerahkan sekitar 1.000 jenazah ke Ukraina, sesuai kesepakatan yang telah disepakati sebelumnya.
Rusia meluncurkan 250 pesawat nirawak dan 14 rudal balistik ke arah ibu kota Kyiv.
Warga Palestina yang dibebaskan berada dalam kondisi kesehatan yang kritis dan memprihatinkan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved