Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa ia akan mempertimbangkan untuk menahan bantuan ke Yordania dan Mesir jika mereka tidak setuju untuk menerima warga Palestina di Jalur Gaza.
Ancaman itu disampaikan setelah Mesir menolak kompromi apa pun yang akan melanggar hak-hak warga Palestina, dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan setelah Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty bertemu dengan Menlu AS di Washington.
“Apakah Anda akan menahan bantuan ke negara-negara ini jika mereka tidak setuju untuk menerima warga Palestina?” Trump ditanya selama pertemuan dengan wartawan di Ruang Oval.
“Ya, mungkin. Tentu, mengapa tidak?” Trump menjawab. “Jika mereka tidak setuju, saya mungkin akan menahan bantuan. Ya,”
Yordania dan Mesir termasuk di antara penerima utama bantuan militer AS.
AS dan Yordania menandatangani memorandum pada tahun 2022 di mana AS berkomitmen untuk menyediakan lebih dari US$1 miliar setiap tahunnya dalam bentuk bantuan luar negeri.
AS menyediakan sekitar US$1,5 miliar dalam bentuk bantuan luar negeri ke Mesir pada tahun fiskal 2023.
Trump bulan lalu meminta Mesir dan Yordania untuk menerima lebih banyak warga Palestina dari Gaza, yang sebagian besar telah hancur akibat perang antara Hamas dan Israel yang pecah pada Oktober 2023 setelah Hamas melakukan serangan terhadap Israel.
Tindakan ini sebagai bagian dari rencana AS untuk mengambil alih dan mengembangkan Jalur Gaza.
Sejak saat itu, Trump telah mengusulkan agar Amerika Serikat dapat mengambil alih Jalur Gaza dan membangunnya kembali menjadi pembangunan ekonomi.
Gedung Putih mengatakan warga Palestina akan direlokasi sementara Gaza dibangun kembali, Trump telah berulang kali menyatakan warga Palestina tidak akan memiliki keinginan untuk kembali ke Gaza dan mengutarakan kemungkinan mereka tidak diizinkan kembali.
"Mereka akan senang meninggalkan Gaza jika mereka dapat menemukan tempat untuk ditinggali," kata Trump dilansir dari TRT World, Selasa (11/2).
Para pemimpin Arab di kawasan tersebut mengatakan upaya untuk mengusir warga Palestina atau memindahkan mereka ke negara-negara tetangga tidak akan berhasil.
Mesir dan Yordania, negara-negara yang memiliki perjanjian damai dengan Israel, menentang penerimaan warga Palestina, dengan alasan hal itu menimbulkan risiko keamanan, mengganggu stabilitas dan mengancam akan memicu pertentangan massa.
Yordania telah menampung sekitar 3 juta warga Palestina, banyak di antaranya telah mengungsi akibat perang sebelumnya.
Trump diperkirakan akan bertemu dengan raja Yordania di Washington pada hari Selasa. Jalur Gaza serta masa depannya kemungkinan akan menjadi komponen utama dalam diskusi mereka.
Raja Abdullah II telah menyatakan penolakannya untuk menerima warga Palestina dari Gaza, seperti halnya Mesir.
Mesir mengumumkan pada hari Minggu bahwa mereka akan menjadi tuan rumah pertemuan puncak negara-negara Arab pada tanggal 27 Februari untuk membahas perkembangan terbaru mengenai masa depan Palestina. (Fer/P-3)
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bersama Duta Besar Republik Indonesia untuk Mesir, Kuncoro Giri Waseso, melakukan pertemuan di Kairo, Mesir pada Ahad (8/2).
Kemenag menandatangani nota kesepahaman (MoU) kerja sama dengan sejumlah lembaga penerbitan dan distribusi di Mesir dalam rangkaian Cairo International Book Fair (CIBF) 2026 di Mesir.
MENTERI Agama, Nasaruddin Umar, mengungkapkan bahwa Indonesia akan memainkan peran strategis terutama, dalam bidang pendidikan dan pengembangan bahasa Arab.
MENAG Nasaruddin Umar, berbicara tentang ekotelogi serta peran agama dan kesadaran kemanusiaan di era Artificial Intelligence (AI) pada konferensi internasional yang berlangsung di Mesir.
AMERIKA Serikat menetapkan organisasi Ikhwanul Muslimin di Mesir, Libanon, dan Yordania sebagai kelompok teroris. Maklum, organisasi itu sudah lama menjadi musuh Israel.
MENTERI Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty menyerukan diadakan sidang darurat Dewan Perdamaian dan Keamanan Uni Afrika untuk menolak pengakuan Israel terhadap Somaliland.
Peneliti berhasil mengidentifikasi kuburan massal korban Plak Justinian di Jerash. Bukti DNA mengungkap bagaimana pandemi melumpuhkan kota kuno 1.500 tahun lalu.
AMERIKA Serikat menetapkan organisasi Ikhwanul Muslimin di Mesir, Libanon, dan Yordania sebagai kelompok teroris. Maklum, organisasi itu sudah lama menjadi musuh Israel.
WNI tersebut saat ini ditempatkan di fasilitas penahanan khusus anak atau remaja, mengingat yang bersangkutan masih di bawah umur.
KEMENTERIAN Luar Negeri (Kemenlu) RI tengah mengawal ketat kasus hukum seorang anak Indonesia karena diduga terlibat dalam aktivitas yang mendukung gerakan ISIS.
Donald Trump menandatangani perintah eksekutif untuk memulai proses penetapan sejumlah cabang Ikhwanul Muslimin di Libanon, Mesir, dan Yordania sebagai organisasi teroris asing.
Ingatan puluhan tahun silam itu diceritakan kembali oleh Abdullah II, usai mendengar pernyataan Prabowo ihwal kisah persahabatan mereka berdua.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved