Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan perkembangan terkini terkait wabah penyakit misterius di zona kesehatan Panzi, Provinsi Kwango, Republik Demokratik Kongo.
Sejak Oktober 2024, penyakit ini menjangkiti 406 orang, dengan 31 kasus berujung kematian.
Sebagian besar korban adalah anak-anak di bawah lima tahun yang tinggal di wilayah pedesaan terpencil dengan keterbatasan akses pelayanan kesehatan.
Gejala penyakit ini mencakup demam, batuk, pilek, sakit kepala, nyeri tubuh, serta kesulitan bernapas. Dirjen WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengungkapkan hasil uji laboratorium awal menunjukkan 10 - 12 sampel positif malaria, yang menunjukkan kemungkinan infeksi ganda. Selain itu, pasien dengan gejala parah diketahui mengalami malnutrisi berat, memperburuk daya tahan tubuh mereka.
Malaria diduga kuat menjadi salah satu penyebab, namun penyakit lain seperti pneumonia, influenza, covid-19, dan campak juga sedang dianalisis. WHO mencatat medan yang sulit dijangkau, ditambah dengan musim hujan, menghambat proses investigasi lebih lanjut.
Untuk mengatasi wabah ini, WHO mengirim tim ahli yang terdiri dari epidemiolog, dokter, dan teknisi laboratorium ke Panzi. Mereka bertugas menyelidiki pola penularan, mendiagnosis penyebab, serta memberikan bantuan pengobatan dan edukasi masyarakat.
Sampel baru telah dikumpulkan untuk pemeriksaan lebih rinci karena sampel sebelumnya dianggap kurang memadai. Proses karakterisasi klinis serta penelusuran kontak juga dilakukan untuk memahami lebih baik penyebaran penyakit dan mengidentifikasi kasus baru.
Wabah ini terjadi di tengah berbagai tantangan seperti tingginya angka malnutrisi, cakupan vaksinasi yang rendah, serta akses terbatas ke layanan medis. WHO menilai risiko wabah di tingkat lokal sangat tinggi, di tingkat nasional sedang, dan rendah secara global. Namun, potensi penyebaran ke Angola tetap menjadi kekhawatiran yang diawasi.
Guna mengatasi wabah ini, WHO merekomendasikan penguatan koordinasi antar sektor, peningkatan pengawasan penyakit, penyediaan obat-obatan dan alat diagnostik, serta implementasi langkah pencegahan infeksi di fasilitas kesehatan. Edukasi masyarakat juga menjadi fokus utama untuk meminimalkan kesalahpahaman terkait penyakit ini.
Selain itu, logistik dan perlindungan tim medis perlu ditingkatkan mengingat kondisi geografis yang sulit dan risiko keamanan di lapangan. WHO juga menekankan pentingnya kerja sama lintas batas dengan Angola untuk mencegah meluasnya wabah.
Kolaborasi dari berbagai pihak, termasuk WHO, pemerintah Kongo, dan organisasi internasional, menjadi kunci untuk mengidentifikasi penyebab penyakit, memitigasi dampaknya, dan mencegah angka kematian lebih lanjut. (WHO/usatoday/Z-3)
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) mengimbau masyarakat waspada terhadap wabah penyakit misterius di Republik Demokratik Kongo.
WHO terus memantau sejumlah penyakit infeksi paru berat seperti flu burung, MERS, influenza berat, dan virus Nipah yang berisiko tinggi bagi kesehatan global.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi memasukkan virus Nipah (NiV) ke dalam daftar patogen prioritas yang berpotensi memicu pandemi berikutnya.
DISEASE Outbreak News (DONs) dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan laporan resmi meninggalnya pasien akibat infeksi virus Nipah (NiV) di Banglades
LEBIH dari 18.500 pasien di Gaza, Palestina, membutuhkan pengobatan medis khusus yang tidak tersedia di daerah kantong tersebut. Demikian menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
BARU-baru ini outbreak virus Nipah menyebabkan kewaspadaan kesehatan di banyak negara Asia. Infeksi virus Nipah pada manusia menyebabkan berbagai gejala, kenali penularan dan pengobatannya
LEDAKAN teknologi digital telah menyusup ke setiap sudut kehidupan anak-anak Indonesia, membawa kemudahan sekaligus ancaman diam-diam: krisis gaya hidup pasif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved