Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Luar Angkasa Amerika Serikat (NASA), baru-baru ini mengemukakan adanya penemuan baru dengan menggunakan radar canggih UAVSAR (Uninhabited Aerial Vehicle Synthetic Aperture Radar).
Dalam sebuah misi untuk mempelajari lapisan es Greenland, radar ini mengungkap adanya sisa-sisa Camp Century, sebuah ‘kota’ bertenaga nuklir yang dibangun militer AS selama perang dingin.
"Kami mencari lapisan es dan munculah camp century, awalnya kami tidak tahu apa itu” kata Alex Gardner, ilmuwan kriosfer di Laboratorium Propulsi Jet NASA.
Kota ini terkubur di bawah lapisan es Greenland pada kedalaman sekitar 100 kaki (sekitar 30 meter) dari permukaan es.
Camp century adalah pangkalan penelitian militer yang dibangun oleh Korps Insinyur Angkatan Darat AS pada akhir 1950-an hingga 1960-an.
Terletak di bawah lapisan es Greenland, pangkalan ini dirancang sebagai bagian dari proyek rahasia bernama “Project Iceworm”, yang bertujuan untuk membangun jaringan terowongan sepanjang ribuan kilometer, guna menyimpan dan meluncurkan rudal balistik jarak menengah (Intermediate Range Ballistic Missile/IRBM).
Greenland dipilih karena letaknya yang strategis, dekat dengan Uni Soviet, sehingga memungkinkan peluncuran rudal dalam skenario perang nuklir.
Pangkalan ini mencakup area seluas 52.000 mil persegi, dengan infrastruktur yang dirancang untuk mendukung 2.000 posisi tembak.
Rencana ini memungkinkan 600 rudal balistik "ice worm" untuk diluncurkan melalui terowongan bawah tanah yang diukir sedalam 28 kaki dari permukaan es.
Menurut laporan The Washington Post, rudal-rudal tersebut dirancang untuk menghancurkan hingga 80% target strategis di Uni Soviet dan Eropa Timur.
Proyek ini dirahasiakan dari Kerajaan Denmark, yang memiliki Greenland, dan hanya direpresentasikan sebagai penelitian ilmiah. Namun, tujuan militer di balik Project Iceworm baru terungkap pada 1997.
Setelah terkubur es, kini Camp Century kembali ditemukan oleh pesawat Gulfstream III milik NASA pada April lalu karena mencairnya lapisan es akibat pemanasan global.
Berangkat dari teknologi radar canggih NASA yaitu UAVSAR yang dapat memetakan struktur di bawah permukaan es dengan lebih detail, membuat ‘kota bawah es’ ini dapat ditemukan.
Chad Greene, ilmuwan cryospheric di Jet Propulsion Laboratory (JPL) NASA, menyebut gambar radar dari camp century memperlihatkan struktur individual dengan cara yang jauh lebih jelas dibandingkan teknologi sebelumnya.
"Tujuan kami adalah untuk mengkalibrasi, memvalidasi, dan memahami kemampuan serta keterbatasan UAVSAR dalam memetakan lapisan-lapisan di dalam es serta batas antara es dan dasar es," ujarnya.
Selain itu, data dari radar ini tidak hanya memberikan gambaran tentang camp century, tetapi juga membantu ilmuwan memahami ketebalan dan dinamika lapisan es Greenland, yang dapat berguna untuk memproyeksikan kenaikan permukaan laut di masa depan. (berbagai sumber/Z-1)
Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung mengusulkan pembekuan program nuklir Korea Utara dengan imbalan kompensasi, sekaligus meminta Tiongkok menjadi mediator.
Korea Utara memperingatkan bahwa ambisi nuklir Jepang harus dihentikan 'dengan biaya apa pun' karena dinilai mengancam stabilitas Asia dan keamanan global.
Nuklir bukan hanya untuk energi, namun juga untuk kesehatan dan riset medis
Presiden Rusia Vladimir Putin menawarkan dukungan tenaga ahli untuk proyek pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Indonesia dalam pertemuannya dengan Presiden Prabowo di Moskow
RISET terbaru Korea Institute for Defense Analyses menyebut kemampuan nuklir Korea Utara selama ini diremehkan.
Kepala Divisi Riset Keamanan Nuklir KIDA, Lee Sang-kyu, memperkirakan nuklir Korea Utara kemungkinan mencapai 127 sampai 150.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved