Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
AMERIKA Serikat (AS) telah menandatangani perjanjian penjualan senjata baru senilai 385 juta dolar AS (sekitar Rp 6,096 triliun) ke Taiwan. Perjanjian tersebut disepakati Jumat (28/11) waktu setempat atau sehari sebelum Presiden Taiwan Lai Ching-te memulai lawatan ke wilayah Pasifik.
Hal ini menjadi tanda terbaru dari semakin dalamnya hubungan militer keduanya dan telah meresahkan Tiongkok.
"Amerika memperkirakan akan mulai mengirimkan peralatan militer, termasuk suku cadang untuk jet tempur dan sistem radar, pada tahun 2025," kata Badan Kerja Sama Keamanan Pertahanan (DSCA) AS dalam sebuah pernyataan pada Jumat (28/11).
"Penjualan yang disetujui oleh Departemen Luar Negeri AS akan memastikan Taiwan dapat menghadapi ancaman saat ini dan masa depan dengan menjaga kesiapan operasional armada F-16-nya," tambah DSCA.
Presiden Taiwan William Lai Ching-te melakukan perjalanan ke Pasifik dan akan singgah di AS, sehingga memicu respons negatif Tiongkok.
Tiongkok mengklaim negara demokrasi yang berpemerintahan sendiri itu sebagai miliknya dan tidak mengesampingkan penggunaan kekuatan untuk mencapai tujuan unifikasi. Mereka telah lama menentang penjualan senjata AS ke Taiwan.
Saat menuju Kepulauan Marshall, Tuvalu dan Palau, Lai akan singgah di negara bagian Hawaii, AS, dan wilayah Guam. Ini merupakan perjalanan luar negeri pertamanya sejak menjabat pada bulan Mei.
Kementerian Luar Negeri Tiongkok mengatakan pihaknya menentang para pemimpin Taiwan yang berangkat ke AS. Meskipun AS tidak memiliki hubungan diplomatik formal tetapi merupakan pemasok dan pendukung senjata terbesar di Taiwan.
"AS harus menangani masalah Taiwan dengan sangat hati-hati, dengan tegas menentang kemerdekaan Taiwan, dan mendukung reunifikasi damai Tiongkok," kata juru bicara kementerian Mao Ning.
Departemen Luar Negeri menilai tidak ada pembenaran untuk menggunakan transit pribadi, rutin, dan tidak resmi sebagai dalih untuk melakukan provokasi. (Al Jazeera/H-3)
SERUAN Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang kian gencar agar AS merebut atau memperoleh Greenland memicu gelombang kritik baru, termasuk dari kalangan Partai Republik sendiri.
PENTAGON di bawah Donald Trump menginstruksikan sekitar 1.500 personel militer aktif yang bermarkas di Alaska untuk bersiaga menghadapi kemungkinan penugasan ke Minnesota,
UNI Eropa mulai mempertimbangkan langkah balasan keras terhadap Amerika Serikat (AS) menyusul ancaman Presiden Donald Trump untuk memberlakukan tarif tinggi dan tekanan terkait Greenland.
Pobee menyampaikan kembali keprihatinan mendalam Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres atas laporan penggunaan kekuatan berlebihan di Iran.
Donald Trump pada Senin (12/1) mengumumkan pemberlakuan tarif sebesar 25% terhadap semua negara yang masih berdagang dengan Iran.
Bagi warga negara ganda AS-Iran, kedutaan menegaskan bahwa mereka harus menggunakan paspor Iran untuk keluar dari negara tersebut.
Amerika Serikat sepakat menurunkan tarif impor barang Taiwan menjadi 15% sebagai imbalan investasi semikonduktor senilai US$250 miliar untuk kemandirian teknologi.
Asus tidak akan merilis ponsel terbaru sepanjang tahun 2026. Menjadikan Zenfone 12 Ultra bakal menjadi ponsel terakhir yang dikeluarkan perusahaan teknologi asal Taiwan itu.
AS mendesak Tiongkok hentikan tekanan militer terhadap Taiwan setelah latihan "Justice Mission 2025". Presiden Trump pilih pendekatan lunak demi kesepakatan dagang.
TIONGKOK menggelar latihan militer berskala besar di sekitar Taiwan yang menyimulasikan penguasaan serta pemblokadean wilayah-wilayah strategis di pulau tersebut, Senin (29/12).
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,0 mengguncang wilayah perairan sekitar 32 kilometer dari Kota Yilan di pesisir timur laut Taiwan pada Sabtu (27/12)
Kemitraan ini memastikan pekerja migran di Taiwan mendapatkan pekerjaan yang layak serta akses perlindungan sosial yang mumpuni.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved