Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM Pertemuan Tingkat Tinggi Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk memperingati Hari Internasional Penghapusan Total Senjata Nuklir, Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Menlu RI) Retno Marsudi menyampaikan komitmen kuat Indonesia dalam mewujudkan dunia yang bebas dari senjata nuklir.
Retno mengingatkan bahwa meskipun dunia memimpikan masa depan bersama yang penuh harapan, kenyataannya dunia masih berada di bawah bayang-bayang ancaman kehancuran nuklir. "Sebanyak 13.000 senjata nuklir masih dimiliki oleh beberapa negara, termasuk yang berada di luar NPT (Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir)," kata Menlu Retno dalam pidatonya.
Dia menyoroti kekhawatiran global atas mundurnya kesepakatan-kesepakatan pengendalian senjata, meningkatnya retorika nuklir yang agresif, serta kemajuan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) yang semakin memperumit risiko nuklir.
Baca juga : Indonesia Desak Pelucutan Senjata Nuklir Segera
"Dalam perkembangan yang suram ini, kita harus bertanya kepada diri sendiri. Apakah rasa takut terhadap senjata nuklir menjadi jaminan perdamaian? Jawaban Indonesia akan selamanya tidak," sebutnya.
Setelah secara resmi menyampaikan instrumen ratifikasi Perjanjian Pelarangan Senjata Nuklir (TPNW) kepada PBB, Retno menegaskan kembali bahwa Indonesia menolak berdiam diri di tengah ancaman perang nuklir yang hari ini lebih tinggi daripada masa perang dingin.
Ia menyerukan fokus global pada tiga langkah aksi konkret, yakni memulai negosiasi perlucutan senjata dengan sungguh-sungguh. Ia menegaskan bahwa berdiam diri bukanlah pilihan.
Baca juga : Asia Tenggara Harus Tetap Bebas Senjata Nuklir
"Kita harus memperbarui kemauan politik dan menggandakan upaya kita untuk memajukan perlucutan senjata, membangun kembali kepercayaan, dan bergerak menuju dunia bebas senjata nuklir," ujarnya.
Menghadapi risiko teknologi yang berkembang, Retno menyerukan pentingnya regulasi yang kuat dan pengendalian yang ketat untuk mencegah meningkatnya ancaman konflik nuklir.
Selanjutnya, menjaga perdamaian dengan mengesampingkan perpecahan, ketidakpercayaan dan paradigma lama, serta memilih persatuan, kerja sama, dan komitmen terhadap perdamaian.
Ia menyatakan bahwa pilihan-pilihan yang disepakati hari ini akan membentuk dunia yang damai bagi generasi mendatang. "Rasa takut tidak boleh menjadi penentu masa depan kita. Indonesia tetap teguh dalam tujuannya untuk penghapusan total senjata nuklir," pungkasnya. (Z-2)
EDITORIAL Media Indonesia pada 15 Januari 2026 menyoroti melemahnya tatanan internasional berbasis aturan di tengah meningkatnya kecenderungan negara-negara besar mengandalkan kekuatan.
Menlu RI Sugiono menegaskan posisi Turki sebagai mitra strategis Indonesia sekaligus menyampaikan komitmen pemerintah memperdalam kerja sama bilateral.
"Pertemuan nanti diharapkan lancar dan konstruktif, serta mencerminkan semangat kedua pihak untuk memperkuat kemitraan strategis Indonesia-Turki,"
SEORANG diplomat Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Lima, Peru, Zetro Leonardo Purba, meninggal dunia setelah menjadi korban penembakan pada Senin (1/9) malam.
MENTERI Luar Negeri RI Sugiono menyampaikan bahwa pemerintah berencana menyalurkan bantuan beras sebanyak 10 ribu ton untuk Palestina melalui jalur darat.
MENTERI Luar Negeri RI Sugiono mengutuk keras aksi Israel yang mencegat Kapal Madleen berisi bantuan ke Gaza serta ditumpangi sejumlah relawan dan aktivis.
Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung mengusulkan pembekuan program nuklir Korea Utara dengan imbalan kompensasi, sekaligus meminta Tiongkok menjadi mediator.
Korea Utara memperingatkan bahwa ambisi nuklir Jepang harus dihentikan 'dengan biaya apa pun' karena dinilai mengancam stabilitas Asia dan keamanan global.
Nuklir bukan hanya untuk energi, namun juga untuk kesehatan dan riset medis
Presiden Rusia Vladimir Putin menawarkan dukungan tenaga ahli untuk proyek pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Indonesia dalam pertemuannya dengan Presiden Prabowo di Moskow
RISET terbaru Korea Institute for Defense Analyses menyebut kemampuan nuklir Korea Utara selama ini diremehkan.
Kepala Divisi Riset Keamanan Nuklir KIDA, Lee Sang-kyu, memperkirakan nuklir Korea Utara kemungkinan mencapai 127 sampai 150.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved