Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
PERDANA Menteri Irak Mohammed Shia al-Sudani akan segera mengumumkan mengenai tanggal berakhirnya misi koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat (AS) di Irak.
"Saat ini, Irak pada 2024 tidak sama dengan Irak pada 2014, kami telah mengalahkan Daesh/ISIS dengan pengorbanan kami dan posisi rakyat Irak," kata al-Sudani dilansir Anadolu, Rabu (18/9).
Menurut dia, alasan atau pembenaran kehadiran misi koalisi itu telah berakhir. Saat ini dan ke depan, kata dia, misi yang diikuti 86 negara itu tidak diperlukan lagi.
Baca juga : Dihujani Sanksi, Iran Terbuka untuk Bernegosiasi dengan Barat
Dia juga menjelaskan bahwa ada kesepahaman mengenai pengaturan penarikan koalisi. Namun, dia mengatakan bahwa berakhirnya misi koalisi tidak berarti perpecahan antara Irak dan negara-negara koalisi termasuk AS, selain itu dia menambahkan bahwa Baghdad sedang membahas hubungan bilateral dengan Washington dalam membangun hubungan keamanan berkelanjutan.
"Kita telah beralih dari periode perang ke periode stabilitas. Daesh atau ISIS tidak lagi menjadi ancaman bagi negara (Irak)," tegas dia.
AS saat ini memiliki sekitar 2.500 personel militer di Irak sebagai bagian dari upaya Gabungan Satuan Tugas Gabungan-Operasi Inherent Resolve, menurut Pentagon. (I-2)
Video geolokasi terbaru menunjukkan sistem pertahanan udara AS berusaha mencegat serangan drone dan roket di dekat Kedubes AS di Baghdad.
Enam tentara AS tewas setelah pesawat KC-135 jatuh di Irak. Pentagon tutup mulut soal detail korban KIA dan WIA di tengah eskalasi perang yang terus memakan korban.
Pesawat KC-135 AS jatuh di Irak barat. Centom sebut murni kecelakaan teknis, sementara pihak Iran klaim akibat serangan sistem pertahanan udara Irak.
IRAK menghentikan seluruh operasi di pelabuhan minyaknya setelah serangan kapal tanker di kawasan Teluk Arab. Insiden tersebut menambah ketegangan di Selat Hormuz yang melibatkan Iran
KETEGANGAN geopolitik di Timur Tengah kembali meningkat setelah drone menghantam fasilitas milik Amerika Serikat di Baghdad, Selasa (10/3) di tengah konflik Irak dan Iran
Eskalasi pecah di Timur Tengah setelah IRGC Iran meluncurkan operasi rudal masif. Drone sasar fasilitas AS di Irak, sementara negara-negara Teluk siaga penuh.
Saat itu, Prabowo menegaskan bahwa dukungan terhadap kemerdekaan Palestina sekaligus mendorong solusi dua negara (two-state solution).
Ia menambahkan bahwa volume tersebut setara dengan pasokan selama sekitar 10 hari hingga dua minggu, tergantung pada metode perhitungan.
Ia memperingatkan ambisi Israel menggulingkan pemerintahan Iran akan memerlukan kampanye darat berkepanjangan.
Wakil presiden tidak memberikan penjelasan lebih lanjut, dengan mengatakan bahwa ia tidak ingin mendahului Presiden Donald Trump
Dalam pidato yang telah disiapkan, dia mengatakan bahwa Iran dan proksinya tetap mampu menyerang kepentingan AS dan sekutunya di Timur Tengah.
Obama dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian pada 2009 atas komitmennya untuk mewujudkan dunia tanpa senjata nuklir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved