Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMILIHAN presiden Iran berakhir tanpa ada satu pun calonnya yang meraih suara mayoritas. Kementerian Dalam Negeri Iran mengatakan sesuai peraturan, pemilu presiden akan berlanjut ke putaran kedua.
Dari total 24,5 juta surat suara, kandidat moderat Masoud Pezeshkian, seorang ahli bedah jantung, berhasil meraih 10,4 juta suara. Sementara penantangnya yang berhaluan garis keras, Saeed Jalili, meraup 9,4 juta suara, menurut keterangan Mohsen Eslami, seorang juru bicara Komisi Pemilu Iran.
Mengutip dari DW pada Minggu (30/6), juru bicara parlemen Iran, Mohammad Bagher Qalibaf, hanya memperoleh 3,3 juta suara, dan ulama Syiah Mostafa Pourmohammadi berada di urutan terbawah dengan 206 ribusuara.
Baca juga : 6 Kandidat Siap Bertarung dalam Pemilihan Presiden Iran
Media lokal Tasnim sebelumnya telah melaporkan putaran kedua sangat mungkin terjadi di saat masyarakat Iran memilih pengganti sosok pengganti Presiden Ebrahim Raisi, yang tewas dalam kecelakaan helikopter pada Mei.
Berdasarkan hukum pemilu Iran, putaran kedua antara dua kandidat teratas diadakan, Jumat, pertama setelah hasil diumumkan jika tidak ada yang memperoleh sedikitnya 50% plus satu suara dari semua surat suara yang diberikan, termasuk suara kosong.
Tanggal yang ditetapkan untuk putaran kedua pada 5 Juli. Pemungutan suara di Iran dilakukan saat lembaga ulama menghadapi ketidakpuasan publik yang meluas atas kesulitan ekonomi dan pembatasan keras terhadap kebebasan politik dan sosial.
Baca juga : Joe Biden Dilengserkan Usianya
Kementerian Dalam Negeri Iran mengatakan jumlah pemilih pada pemungutan suara, Jumat lalu sangat rendah, yaitu sekitar 40%, dengan beberapa analis mengatakan hal ini menunjukkan bahwa kredibilitas sistem politik Teheran telah terkikis.
Hanya enam kandidat dari 80 tokoh yang disetujui untuk maju ke pemilu Iran, dan dua dari mereka kemudian mengundurkan diri. Semua kandidat berjanji memulihkan perekonomian negara yang sedang terpuruk.
Itu telah dirusak mismanajemen dan korupsi serta sanksi internasional yang telah diberlakukan kembali sejak 2018 setelah Amerika Serikat (AS) menarik diri dari perjanjian nuklir 2015 dengan enam negara adikuasa. Pemilu Iran ini berlangsung tanpa diawasi pemantau yang diakui secara internasional. (Z-3)
Presiden AS Donald Trump menyebut operasi militer terhadap Iran bisa berlangsung hingga empat minggu dan memperingatkan kemungkinan korban tambahan.
Militer Israel memobilisasi 100.000 tentara cadangan dalam Operasi “Roaring Lion” terhadap Iran. Serangan di Gaza menewaskan warga dan melukai puluhan lainnya.
Kanselir Jerman Friedrich Merz menyatakan setuju dengan AS soal program nuklir Iran, namun peringatkan risiko eskalasi konflik di Timur Tengah.
Tentara Iran menembak jatuh 10 drone canggih, total 22.
Trump setuju berbicara dengan pemimpin baru Iran. Teheran terbuka untuk upaya serius meredakan ketegangan, kata Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi.
Amerika Serikat konfirmasi 3 anggota militer tewas dan 5 luka-luka akibat operasi terhadap Iran. USS Abraham Lincoln aman meski misil diluncurkan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved