Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
Israel mempertimbangkan untuk melakukan serangan terhadap Iran sebagai pembalasan atas serangan pada akhir pekan lalu, namun kemudian membatalkan rencana tersebut, menurut laporan media Israel dan AS.
Iran meluncurkan lebih dari 300 drone dan rudal terhadap Israel selama akhir pekan dalam sebuah serangan yang hanya menyebabkan sedikit kerusakan setelah sebagian besar proyektil berhasil dicegat.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah berjanji untuk menanggapi serangan tersebut, sehingga mendorong kekuatan global, termasuk sekutu utamanya Amerika Serikat, menyerukan pengendalian diri guna menghindari eskalasi lebih lanjut atau dampak regional dari perang yang telah berlangsung selama berbulan-bulan di Gaza.
Baca juga : Puluhan LSM Menyerukan Solusi Diplomatik untuk Redakan Konflik di Timur Tengah
Stasiun penyiaran publik Israel, Kan, melaporkan bahwa setelah berdiskusi dengan Presiden AS Joe Biden, Netanyahu memutuskan untuk tidak melanjutkan rencana serangan balasan terhadap Iran yang telah diatur sebelumnya jika terjadi serangan.
“Sensitivitas diplomatik ikut berperan,” kata seorang pejabat senior Israel yang tidak mau disebutkan namanya kepada Kan, seraya menambahkan bahwa akan ada tanggapan, namun akan berbeda dari rencana awal.
Mengutip tiga sumber Israel yang tidak disebutkan namanya, ABC News melaporkan: "Israel bersiap dan kemudian membatalkan serangan balasan terhadap Iran.
Baca juga : AS dan Sekutunya Siapkan Sanksi Berat kepada Iran
“Di antara berbagai kemungkinan reaksi yang dipertimbangkan oleh kabinet perang Israel adalah pilihan untuk menyerang proksi Iran di wilayah lain atau melakukan serangan siber,” kata sumber tersebut kepada ABC.
Pada pertemuan kabinet pada Senin lalu, para pejabat Israel mempertimbangkan untuk memberikan izin kepada Pasukan Pertahanan Israel (IDF) untuk melakukan serangan terhadap Iran, “namun untuk alasan operasional” memutuskan untuk tidak melanjutkannya,” kata dua pejabat Israel yang tidak disebutkan namanya kepada situs berita AS Axios.
Kelompok bersenjata yang didukung Iran di seluruh wilayah telah melakukan serangan sejak perang Israel-Hamas pecah pada Oktober.
Baca juga : Israel Terjepit di Antara Iran dan Hamas
Serangan gencar Teheran pada akhir pekan, yang merupakan serangan langsung pertamanya di tanah Israel, terjadi sebagai respons terhadap serangan mematikan terhadap konsulat Iran di Damaskus pada tanggal 1 April yang dilakukan Israel.
AS dan Uni Eropa telah berjanji untuk meningkatkan sanksi terhadap Iran, sementara presiden Iran telah memperingatkan “respon yang keras dan keras” terhadap setiap pembalasan.
Menanggapi tekanan diplomatik, termasuk dari pendukung utama militer Washington, Netanyahu pada hari Rabu menegaskan Israel akan membuat keputusannya sendiri, dan melakukan apa yang diperlukan untuk mempertahankan diri. (AFP/M-3)
Langkah baru Israel perketat kontrol di Tepi Barat menuai kecaman global. Kebijakan ini dinilai melanggar hukum internasional dan mematikan solusi dua negara.
PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu menggunakan fokus yang kembali tertuju pada berkas Epstein untuk menyerang pendahulunya, Ehud Barak.
MENURUT dokumen FBI tahun 2020, Jeffrey Epstein dekat dengan mantan Perdana Menteri Israel Ehud Barak dan dilatih sebagai mata-mata di bawah arahannya.
Korban jiwa di Gaza mencapai 72.027 orang. Meski gencatan senjata berlaku sejak Oktober 2025, evakuasi jenazah dan serangan sporadis Israel masih terus memakan korban.
TERPIDANA kasus kejahatan seksual Jeffrey Epstein mengatakan kepada seorang pengusaha Qatar bahwa Doha perlu 'bernyanyi dan menari' untuk Israel.
Citra satelit ungkap militer Israel buldoser Pemakaman Perang Gaza. Makam tentara Sekutu PD I & II hancur, memicu kecaman atas penodaan situs bersejarah militer.
Kim Jong-un meninjau industri pertahanan Korea Utara dan memerintahkan perluasan produksi rudal serta peluru kendali menjelang Kongres Partai tahun depan.
RUSIA kembali memanaskan hubungan dengan Barat setelah Presiden Vladimir Putin mengumumkan keberhasilan uji coba rudal jelajah bertenaga nuklir terbaru, 9M730 Burevestnik
Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengumumkan negaranya memiliki sekitar 5.000 rudal antipesawat buatan Rusia jenis Igla-S yang siap digunakan untuk menghadapi kemungkinan ancaman AS.
Pemerintah Rusia sebelumnya telah memperingatkan Amerika Serikat agar tidak memasok rudal jarak jauh ke Ukraina.
Putin mengatakan kepada Aliyev bahwa dua rudal antipesawat Rusia meledak beberapa meter dari sebuah pesawat penumpang Azerbaijan Airlines, menewaskan 38 orang di dalamnya.
Delapan jet tempur F-15 dan empat F-35 yang menempuh jarak sekitar 1.500 kilometer ke arah Laut Merah melepaskan rudal balistik ke Qatar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved