Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
Berkuasa selama satu dekade terakhir, mantan panglima militer berusia 69 tahun itu bersumpah untuk tetap setia pada negaranya. Dia berjuang melawan krisis ekonomi yang parah dengan bantuan miliaran dolar pinjaman dan investasi luar negeri.
Ia berjanji untuk mewujudkan aspirasi bangsa Mesir untuk membangun negara yang modern dan demokratis. Dia memenangkan pemilu pada bulan Desember dengan 89,6% suara melawan tiga orang yang tidak diketahui, setelah penantang oposisi dianulir atau dipenjara.
Masa jabatan enam tahun kali ini akan menjadi masa jabatan terakhirnya. Kecuali ia kembali melakukan amandemen konstitusi yang memperpanjang masa jabatannya.
Baca juga : IMF Setujui Dana Talangan US$820 Juta bagi Mesir
Dalam pidato pelantikannya di depan parlemen, Sisi mengatakan dia memperbarui sumpahnya untuk melanjutkan upaya membangun Mesir.
Sisi, eks menteri pertahanan Mesir naik ke tampuk kekuasaan setelah terjadi protes massal terhadap Presiden Mohammed Morsi yang digulingkan pada 2013. Dia terpilih sebagai presiden pada tahun berikutnya dan kemudian terpilih lagi pada 2018, keduanya dengan perolehan sekitar 97% suara.
Para pakar berspekulasi mengenai perombakan kabinet yang akan terjadi, namun pemerintah belum mengumumkannya. Pengambilan sumpah jabatannya juga menandai peresmian Ibu Kota Administratif Baru Mesir, yang terletak di gurun timur Kairo.
Baca juga : IMF Memberikan Bantuan US$820 Juta Guna Selamatkan Ekonomi Mesir
Megaproyek senilai US$58 miliar ini merupakan puncak pemerintahan Sisi, yang telah menggelontorkan miliaran dolar untuk infrastruktur Mesir namun dikritik karena belanja besar-besaran yang dipicu oleh utang.
Tagihan utang luar negeri Kairo meningkat lebih dari tiga kali lipat selama dekade terakhir hingga mencapai rekor US$165 miliar, menurut angka bank sentral. Sementara cadangan mata uang asing mencapai US$35 miliar.
Selama dua tahun terakhir, Mesir telah berjuang untuk menahan dampak krisis ekonomi. Itu menyebabkan mata uangnya kehilangan dua pertiga nilainya dan inflasi melonjak hingga mencapai rekor 40% pada tahun lalu.
Baca juga : Mesir Kantongi Tambahan Pinjaman IMF Seiring Anjloknya Pound
Namun, pada kuartal pertama 2024, Mesir mengalami aliran pinjaman dan kesepakatan investasi senilai lebih dari US$50 miliar , yang menurut Kairo akan mengurangi kekurangan mata uang asing dan merevitalisasi perekonomian.
Uni Emirat Arab pada bulan Februari mengumumkan kesepakatan pengembangan lahan senilai US$35 miliar untuk Ras al-Hikma Mesir, yang menurut Dana Moneter Internasional dapat membantu Mesir membangun kembali penyangga untuk menghadapi guncangan.
Banyak sekali perjanjian yang menyusul, termasuk dengan IMF yang menggandakan pinjaman sebesar US$3 miliar, dan Uni Eropa serta Bank Dunia yang menjanjikan pendanaan baru. (AFP/M-3).
UNI Emirat Arab (UEA) meresmikan pipa air desalinasi dari Mesir ke Gaza selatan pada Kamis (28/8) di kota Khan Younis.
MENTERI Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty menyatakan bahwa Kairo tidak akan membiarkan ilusi tentang Israel Raya mewujud menjadi kenyataan.
Tindakan Israel disebutkan merupakan ancaman terbesar bagi keamanan dan perdamaian di kawasan.
PEMERINTAH Israel menegaskan kembali bahwa setiap kesepakatan gencatan senjata di Jalur Gaza, Palestina, harus mencakup pembebasan seluruh sandera.
Qatar dan Mesir telah menerima persetujuan Hamas atas usulan gencatan senjata di Jalur Gaza.
MENTERI Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty pada Senin (18/8) menegaskan penolakannya terhadap pernyataan resmi Israel terkait konsep Israel Raya
IMF mengumumkan kesepakatan awal dengan pemerintah Argentina dalam peninjauan pertama program pinjaman senilai US$20 miliar.
PEMERINTAH optimistis pertumbuhan ekonomi tahun ini bisa mencapai target dengan mengandalkan kekuatan ekonomi domestik di tengah kegaduhan perekonomian global.
Salah satu faktor utama pelambatan ekonomi dunia ialah kebijakan perdagangan yang dikeluarkan oleh Amerika Serikat.
Dana Moneter Internasional (IMF) memangkas tajam proyeksi pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat tahun 2025 menjadi 1,8%, turun drastis dari prediksi sebelumnya 2,7%.
Secara keseluruhan di tingkat global, IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global sebesar 3,3% (yoy) pada 2025.
Erfan juga kerap menyoroti keresahan dirinya melihat tingginya kasus penderita kanker serviks yang berbanding lurus dengan angka kematian akibat menyebarnya virus HPV ini.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved