Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
MILITER Korea Selatan mengatakan Korea Utara menembakkan beberapa rudal jelajah ke laut barat. Uji coba yang dilakukan Pyongyang ini berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan nuklir dengan Amerika Serikat (AS), Korea Selatan dan Jepang.
Kepala Staf Gabungan Korea Selatan mengatakan pada Rabu (24/1), bahwa militer AS dan Korea Selatan sedang menganalisis peluncuran tersebut. Peluncuran tersebut diadakan setelah uji terbang rudal balistik jarak menengah berbahan bakar padat pertama di negara itu pada 14 Januari lalu.
Baca juga : Korut Kembali Tembakkan Beberapa Rudal Penjelajah
Itu mencerminkan upayanya untuk memajukan jajaran senjata untuk menarget pangkalan militer AS di Jepang dan Guam. Ketegangan di Semenanjung Korea meningkat dalam beberapa bulan terakhir, ketika pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, terus mempercepat pengembangan senjata negaranya dan mengeluarkan ancaman konflik nuklir yang provokatif terhadap AS dan sekutunya di Asia.
Baca juga : Kim Jong Un Ingin Korea Selatan Jadi Musuh Utama
Menanggapi itu, AS, Korea Selatan, dan Jepang memperluas latihan militer gabungan mereka, yang digambarkan Kim sebagai bentuk latihan invasi. Dia mempertajam strategi pencegahan yang dibangun berdasarkan aset-aset AS yang memiliki kemampuan nuklir.
Dalam aksi balas dendam terbaru, Korea Utara mengatakan pada pekan lalu, pihaknya melakukan uji coba pesawat tak berawak bawah air yang berkemampuan nuklir. Alasannya karena latihan gabungan yang dilakukan oleh angkatan laut AS, Korea Selatan dan Jepang. (VoA/Z-8)
Pemimpin Korut Kim Jong-un memecat Wakil Perdana Menteri Yang Sung-ho secara langsung karena dinilai tidak bertanggung jawab dalam proyek modernisasi pabrik mesin.
Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung mengusulkan pembekuan program nuklir Korea Utara dengan imbalan kompensasi, sekaligus meminta Tiongkok menjadi mediator.
Kim Jong-un pantau uji rudal hipersonik 1.000km di Laut Timur. Aksi ini respons atas krisis global & penguatan nuklir Pyongyang hadapi ancaman AS serta sekutu.
Korea Utara menyebut tindakan Washington tersebut sebagai bentuk pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional dan bukti nyata dari kebijakan hegemoni yang biadab.
Kim Jong-un meninjau industri pertahanan Korea Utara dan memerintahkan perluasan produksi rudal serta peluru kendali menjelang Kongres Partai tahun depan.
PERLOMBAAN senjata antara Korea Utara dan Korea Selatan kian mendalam ke bawah laut. Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengunjungi pabrik kapal selam nuklir, Kamis (25/12).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved