Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
SERANGAN militer Amerika Serikat (AS) tidak akan menghentikan kelompok Houthi Yaman ganggu pelayaran komersial di Laut Merah. Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed Bin Abdulrahman Al Thani mengatakan kuncinya hanya dengan mengakhiri perang di Gaza.
Thani menggambarkan situasi regional saat ini dapat menjadi pemicu eskalasi diseluruh kawasan. Dia meyakini cara meredakan konflik di Gaza yang dapat menghentikan eskalasi.
“Kita perlu mengatasi masalah utama, yaitu Gaza agar segala sesuatunya bisa diredakan. Jika kita hanya fokus pada gejalanya dan tidak mengatasi masalah sebenarnya, (solusi) hanya bersifat sementara,” katanya dalam pertemuan Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss, Selasa (16/1).
Baca juga: Serangan AS dan Inggris Gagal Hentikan Aksi Houthi di Laut Merah
Konflik telah menyebar ke beberapa wilayah Timur Tengah sejak perang antara Israel dan Hamas pada 7 Oktober. Kelompok-kelompok yang bersekutu dengan Iran turut melakukan serangan di Lebanon, Suriah, Irak, dan Yaman.
Kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran sejak November telah menyerang kapal-kapal di Laut Merah, bagian dari rute yang menyumbang sekitar 12% lalu lintas pelayaran dunia. Tujuan Houthi hanya satu yakni mendukung warga Palestina yang ditindas Israel.
Baca juga: Militan Houthi Ancam Kapal-Kapal di Laut Merah, AS pun Kembali Serang Yaman
Pasukan AS dan Inggris telah merespons dengan melakukan puluhan serangan udara dan laut terhadap sasaran Houthi di Yaman sejak Jumat (12/1). Thani juga mengatakan serangan AS dan Inggris menciptakan risiko tinggi perluasan konflik. “Kami selalu lebih memilih diplomasi daripada resolusi militer apa pun,” katanya.
Ia mengatakan tanpa solusi dua negara yang berkelanjutan dan berkelanjutan di Israel dan Palestina, komunitas internasional tidak akan mau membiayai rekonstruksi Gaza. “Gambaran yang lebih besar tidak dapat diabaikan,” katanya.
Dia juga mendesak komunitas internasional untuk meminta Israel menyetujui jalur yang terikat waktu dan tidak dapat diubah menuju solusi dua negara. “Kita tidak bisa membiarkan ini hanya terjadi di tangan Israel,” pungkasnya. (CNA/Z-3)
AS dinilai tidak lagi memiliki kapasitas sebagai mediator yang kredibel dalam forum Board of Peace (BoP) karena dianggap terlalu berpihak pada kepentingan Israel.
Iran tingkatkan arsenal rudal balistik dengan bantuan Rusia. Rudal Kheibar Shekan kini mampu jangkau seluruh wilayah Israel, memicu ancaman konflik terbuka.
PEMERINTAH Jerman mengecam keras langkah Kabinet Israel yang memperluas otoritas sipil di Tepi Barat.
GELOMBANG kecaman internasional kembali menghantam Israel setelah pemerintahnya mengesahkan aneksasi ilegal di Tepi Barat.
Kunjungan Presiden Israel Isaac Herzog ke Australia berujung kericuhan. Polisi tangkap 27 demonstran di Sydney di tengah tuduhan kekerasan aparat.
Langkah baru Israel perketat kontrol di Tepi Barat menuai kecaman global. Kebijakan ini dinilai melanggar hukum internasional dan mematikan solusi dua negara.
Angkatan Laut AS dan Israel gelar latihan gabungan di Laut Merah saat tensi dengan Iran meningkat. Israel desak opsi militer, sementara Teheran klaim jalur negosiasi terbuka.
Studi terbaru mengungkap terumbu karang bertindak sebagai "konduktor" yang mengatur ritme harian mikroba laut, melampaui perubahan musiman.
KETEGANGAN antara Ethiopia dan Eritrea kembali menyedot perhatian kawasan Tanduk Afrika. Dalam beberapa pekan terakhir, kedua negara terlibat saling serang pernyataan yang semakin agresif.
Houthi belum mengaku bertanggung jawab atas serangan itu yang membuat Eternity kehilangan tenaga mesin di lepas pantai kota Hodeida yang dikuasainya.
Serangan kelompok Houthi Yaman menyebabkan kerusakan struktural yang parah, memaksa awak kapal meninggalkan kapal di perairan yang ganas di lepas pantai Yaman.
Kelompok pemberontak Houthi di Yaman kembali melancarkan aksi mereka, mengakhiri masa tenang selama beberapa bulan terakhir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved