Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGAMAT Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Faris Al-Fadhat menilai serangan Israel ke Libanon harus menjadi perhatian dunia internasional. Pasalnya tindakan yang mengangkangi hukum internasional ini dapat menimbulkan perluasan konflik.
"Yang dulu Israel menginvasi Gaza, sekarang ke Libanon. Jadi jelas tindakan Israel ini mengkhawatirkan stabilitas keamanan di Timur Tengah. Israel menggunakan sikap unilateral, berani melawan banyak negara," paparnya kepada Media Indonesia, Kamis (4/1).
Menurut dia unilateralisme atau doktrin atau agenda apapun yang mendukung tindakan sepihak Israel ini sangat membahayakan dalam upaya mencari perdamaian di Timur Tengah. Arti lainnya bertentangan dengan keinginan masyarakat dunia.
Baca juga : Pemimpin Hizbullah Keluarkan Peringatkan untuk Israel
Meskipun Israel berdalih untuk menghalau Hizbullah, tetapi aksi ini menunjukkan bahwa Negeri Zionis tersebut tidak lagi mempedulikan kecaman Amerika Serikat (AS) dan dunia. Israel ingin menunjukkan dirinya tidak dapat diatur siapapun.
"Seperti sikap menunjukkan Israel lebih berkuasa dalam melancarkan aksinya. Ini sangat berbahaya dalam politik internasional," jelasnya.
Baca juga : Bunuh Petinggi Hamas di Libanon, Israel Siap Hadapi Skenario Buruk
Bagaimana dunia menyikapinya, kata dia, hanya dapat dilakukan dengan jalur politik meskipun terbatas. Maka AS, negara-negara muslim yang suaranya masih didengar dunia harus mengutuk kejadian tersebut.
Cara lain, seperti dilakukan Afrika Selatan mengajukan gugatan atas genosida di Gaza oleh Israel ke Pengadilan Internasional (ICJ) tidak akan mampu menahan laju kebiadaban Israel di Gaza maupun Libanon.
"Proses pengajuan pengadilan ini kan panjang dan lama. Sementara konflik ini terjadi setiap jam dan setiap hari. Tapi tidak akan berdampak pada kondisi di lapangan. Maka pendapat saya untuk menghentikan Israel harus melalui jalur politik," pungkasnya. (Z-5)
Iran menolak pembatasan misil dari AS meski siap lanjut negosiasi. Teheran menegaskan program rudal tak bisa ditawar di tengah tekanan Israel.
KETEGANGAN Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali meningkat setelah Teheran memperingatkan akan menyerang pangkalan militer AS di Timur Tengah jika Donald Trump melancarkan aksi militer
KETEGANGAN Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali meningkat meski kedua negara menyepakati kelanjutan perundingan nuklir. Teheran menegaskan garis merahnya
MENTERI Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan pembicaraan dengan Amerika Serikat berlangsung positif dan mencapai kesepakatan untuk melanjutkan proses negosiasi.
Wall Street Journal, mengutip sumber, melaporkan bahwa Pentagon dan Gedung Putih telah menyampaikan rancangan rencana dan skenario yang dibuat bersama terkait serangan AS ke Iran.
Trump mengungkapkan bahwa Amerika Serikat telah mengerahkan armada besar ke kawasan Timur Tengah. Pernyataan itu disampaikannya melalui akun media sosial Truth Social.
Iran tingkatkan arsenal rudal balistik dengan bantuan Rusia. Rudal Kheibar Shekan kini mampu jangkau seluruh wilayah Israel, memicu ancaman konflik terbuka.
PEMERINTAH Jerman mengecam keras langkah Kabinet Israel yang memperluas otoritas sipil di Tepi Barat.
GELOMBANG kecaman internasional kembali menghantam Israel setelah pemerintahnya mengesahkan aneksasi ilegal di Tepi Barat.
Kunjungan Presiden Israel Isaac Herzog ke Australia berujung kericuhan. Polisi tangkap 27 demonstran di Sydney di tengah tuduhan kekerasan aparat.
Langkah baru Israel perketat kontrol di Tepi Barat menuai kecaman global. Kebijakan ini dinilai melanggar hukum internasional dan mematikan solusi dua negara.
PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu menggunakan fokus yang kembali tertuju pada berkas Epstein untuk menyerang pendahulunya, Ehud Barak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved