Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
TIDAK gentar, Angkatan bersenjata Houthi Yaman kembali peringatkan Amerika Serikat dan Israel. Yaman bahkan mengaku akan memperluas serangannya ke Kota Eilat, Israel.
Juru bicara militer Houthi Yahya Saree, dalam pernyataan yang disiarkan di saluran TV al-Masirah yang dikelola Houthi, menegaskan komitmen kelompok tersebut untuk melawan segala penindasan terhadap rakyat Gaza, Palestina dan potensi agresi terhadap Yaman.
"Kami ingin memberitahukan, bahwa operasi kami tidak hanya di Laut Merah saja. Kami telah memperluas operasi untuk mengepung Israel dari segala sisi. Kami kirim pesawat tak berawak untuk menargetkan kota Eilat Israel," ujar Saree.
Baca juga : Italia dan Spanyol Tolak Bersekutu dengan AS di Laut Merah
Yaman juga berjanji akan terus menyerang kapal-kapal yang berkaitan dengan Israel di Laut Merah. Yahya Saree menyatakan, mereka baru akan berhenti melakukan serangan di Laut Merah ketika makanan, minuman , obat-obatan masuk di Gaza tanpa halangan dan Israel menarik mundur semua pasukannya.
"Gencatan senjata total," tegas Saree.
Baca juga : Israel Tarik Mundur Brigade Elite Golani di Gaza, setelah Kalah Tempur di Shujaiya
Dalam beberapa pekan terakhir, kelompok pemberontak itu menyasar kapal-kapal kargo yang berkaitan dengan Israel di Laut Merah bagian selatan dan Selat Bab al-Mandab, menyebut solidaritas dengan warga Palestina di tengah konflik yang sedang berlangsung di Gaza sebagai alasan mereka.
Kelompok Houthi mengatakan akan menghentikan serangan terhadap kapal-kapal itu jika bantuan makanan dan obat-obatan diizinkan masuk ke Jalur Gaza.
Pekan lalu, AS mengumumkan koalisi maritim multinasional untuk mengamankan kapal-kapal yang melewati Laut Merah setelah serangkaian serangan Houthi.
Pemberontak menguasai sebagian besar wilayah utara Yaman, termasuk kota pelabuhan strategis di Laut Merah, Hodeidah, sejak mereka menggulingkan pemerintah Yaman dari Sanaa, ibu kota negara itu. (Xinhua/Ant/Z-4)
TUJUH pejuang separatis tewas dalam serangan udara pada Jumat (2/1) ketika koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman membalas serangan yang gencar dilakukan Dewan Transisi Selatan (STC).
HADRAMAUT merupakan provinsi terluas di Yaman, sekitar sepertiga wilayah negara, sekaligus yang paling makmur. Di sana tersimpan sebagian besar cadangan minyak Yaman.
Di tengah perang berkepanjangan konflik Yaman melawan kelompok Houthi yang didukung Iran sejak 2014, kini muncul pertarungan internal antarfaksi bersenjata.
MILITER Arab Saudi menyatakan bahwa angkatan udaranya menargetkan pengiriman senjata yang tiba di kota pelabuhan Yaman dari Uni Emirat Arab (UEA).
KELOMPOK pemberontak Houthi Yaman yang didukung Iran dan pemerintahnya yang diakui secara internasional sepakat untuk pertukaran tahanan yang mencakup hampir 3.000 orang.
Korban tewas mencapai delapan orang dengan 142 orang terluka.
Seberapa kuat Iran dapat bertahan, atau bahkan sebaliknya malah bisa mengubah permainan?
Eskalasi perang meluas ke pusat diplomatik Riyadh dan Doha. Israel klaim hancurkan markas penyiaran IRIB di Teheran sementara Qatar cegat rudal balistik.
PBB menyampaikan kekhawatiran atas meningkatnya aktivitas militer di Libanon di tengah eskalasi konflik Timur Tengah antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), unit elit militer Iran, menegaskan bahwa pihaknya akan meningkatkan perlawanan setelah tewasnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Istri mendiang Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dilaporkan meninggal dunia menurut kantor berita Mehr, di tengah memanasnya konflik antara Iran, AS, dan Israel.
Komandan Islamic Revolutionary Guard Corps mengancam meluncurkan rudal ke Siprus di tengah eskalasi konflik Iran-AS-Israel. Jerman bersiap mengevakuasi warganya dari kawasan Timur Tengah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved