Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
BRIGADE Golani, salah satu batalion elite tentara Israel telah meninggalkan Jalur Gaza, Palestina, seusai menelan kekalahan dari kelompok pejuang Hamas di wilayah Shujaiya.
Israel melakukan ‘reorganisasi pasukan’ setelah mengalami kekalahan besar di wilayah tersebut.
Channel 13 Israel mengatakan, Batalion ke-13 Brigade Golani telah mengalihkan kendali atas lingkungan Kota Gaza ke pasukan lain.
Baca juga : Hancurkan Kamera Intai, Hizbullah Buat Israel Buta
Sebelumnya, tentara Israel mengungkapkan, perlawanan Hamas di Shujaiya adalah salah satu pertempuran paling sengit, ditandai dengan banyaknya prajurit mereka yang terluka.
"Kita berada di puncak pertempuran di Jalur Gaza, dan pertempuran paling sengit terjadi di Shujaiya, Jabalia, dan Khan Yunis," sebut mereka.
Baca juga : Hizbullah Gempur Markas Militer Israel di Selatan Libanon
Pejuang dari sayap bersenjata Hamas, Brigade Al-Qassam, baru-baru ini menyergap pasukan Brigade Golani di Shujaiya yang membunuh dan melukai sejumlah besar tentara Israel.
Nama-nama yang dipublikasikan adalah 10 anggota Brigade Golani yang tewas dalam penyergapan tersebut, sementara empat lainnya terluka parah, termasuk perwira tingkat menengah.
Setelah penarikan mereka dari Jalur Gaza, media Israel menerbitkan klip video yang mengklaim menunjukkan tentara di batalion tersebut merayakan setelah meninggalkan medan perang.
“Shujaiya memiliki reputasi sebagai ‘perangkap maut’ bagi pasukan Israel, dan lingkungan tersebut merupakan lokasi Tell al-Muntar, sebuah bukit yang menjadikan kawasan tersebut penting secara militer selama berabad-abad,” lapor The New Arab.
Secara historis, kota ini dianggap sebagai pintu gerbang ke Gaza, karena pemandangannya yang indah dan akses strategis ke seluruh Kota Gaza.
Jurnalis Gaza Amjad Yaghi menulis dalam sebuah artikel untuk Al-Araby Al-Jadeed, bahwa julukan Shujaiya adalah "Penjaga", karena posisinya yang protektif.
Tal Lev-Ram, koresponden militer untuk surat kabar Maariv Israel, mengatakan Brigade Golani memiliki perselisihan panjang dan berdarah dengan Shujaiya karena penargetan pengangkut personel lapis baja (APC) pada 2014 yang menewaskan tujuh tentara dan mayat Oron Shaul diculik.
Reporter Israel Hanan Greenwood, yang memasuki Shujaiya bersama pasukan dari Brigade Golani, menggambarkan lingkungan tersebut sebagai salah satu target paling kuat yang pernah dihadapi Golani sejak awal perang.
“Lingkungan ini sangat ramai, dengan sebuah casbah di tengahnya dan satu batalion yang dipandang sebagai yang terkuat di Gaza,” pungkas Greenwood. (Medcom.id/Z-4)
SEBAGAI bagian dari latihan militer gabungan African Lion 2025 yang dipimpin oleh Amerika Serikat, Maroko menjadi tuan rumah latihan yang melibatkan Brigade Golani Israel.
Beberapa analis menilai perayaan besar pada 3 September mendatang tidak hanya bersifat simbolis.
Kepergian IGK Manila menjadi penanda berakhirnya perjalanan seorang tokoh karismatik, tegas, sekaligus pengayom.
I Gusti Kompyang Manila (IGK Manila) lahir di Singaraja, Bali, pada 8 Juli 1942, telah berpulang ke hadirat Tuhan pada 18 Agustus 2025 di Rumah Sakit Bunda, Menteng, Jakarta.
Kematian Prada Lucky Chepril Saputra Nemo menambah daftar budaya kekerasan dalam tubuh militer.
Jenderal Tandyo Budi Revita dilantik sebagai Wakil Panglima TNI oleh Presiden Prabowo Subianto pada 10 Agustus 2025 di Batujajar, Bandung Barat, berikut profil dan tugas wakil panglima tni
Laboratorium Indonesia 2045 (Lab 45) mengkritik adanya pengerahan kendaraan taktis (rantis) di kantor Kejaksaan Agung (Kejagung).
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved