Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
KORBAN tewas akibat hujan lebat dan banjir di Somalia telah meningkat menjadi 96 orang, kata kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (SoDMA) Mohamud Moalim pada Kamis (23/11). Sementara itu, dua juta orang juga terkena dampaknya.
Pemerintah Somalia meminta masyarakat dan lembaga bantuan untuk meningkatkan dukungan dalam membantu masyarakat yang terkena dampak banjir akibat el nino. Negara bagian Hirshabelle di bagian tengah-selatan serta negara bagian Barat Daya dan Jubaland adalah wilayah yang paling parah terkena dampaknya.
Menurut Kementerian Urusan Kemanusiaan dan Penanggulangan Bencana Jubaland, 954.255 orang terkena dampaknya di negara bagian tersebut saja.
Baca juga: BMKG: Hujan Lebat dan Banjir Rob Landa Jakarta di Akhir November
“Angka-angka ini mengkhawatirkan dan diperkirakan akan meningkat seiring dengan terus turunnya hujan dan naiknya permukaan sungai,” kata Menteri Perikanan dan Ekonomi Biru negara bagian Jubaland Ahmed Hassan Omar, Jumat, (24/11).
Dia mengatakan bantuan mendesak diperlukan di daerah-daerah yang terkena dampak paling parah karena semua jalan dan sebagian besar landasan udara di negara bagian tersebut terputus akibat banjir.
Baca juga: Kenaikan Suhu Laut Cina Selatan Sebabkan Cuaca Ekstrem di Tanah Air
“Intervensi mendesak diperlukan di kabupaten-kabupaten yang terkena dampak. Barang-barang yang sangat dibutuhkan termasuk makanan, tempat tinggal, obat-obatan dan perahu untuk evakuasi di daerah terpencil,” tambahnya.
Curah hujan deras di Somalia diperkirakan akan berdampak pada 3,7 juta hektar lahan pertanian. Ketika negara ini mengalami krisis kemanusiaan, badan-badan bantuan mengatakan Rencana Respon Kemanusiaan 2023 untuk Somalia, yang mencari dana sebesar US$2,6 miliar untuk membantu 7,6 juta orang, masih kekurangan dana secara signifikan.
Sebanyak 39%, menuntut tindakan segera untuk menjembatani kesenjangan keuangan. Somalia telah menyatakan darurat kemanusiaan nasional akibat banjir.
(Anadolu/Z-9)
Bencana yang terjadi dengan demikian bukan sarana memecah belah umat, apalagi provokasi gerakan-gerakan antikeindonesiaan.
Perubahan iklim global kini menjadi realitas ilmiah yang tidak terbantahkan dan berdampak langsung pada meningkatnya risiko bencana di berbagai wilayah, termasuk Sumatra.
GERAKAN Pemuda (GP) Ansor kembali mendistribusikan bantuan terhadap korban terdampak bencana banjir di Kabupaten Pekalongan.
Grup UT akan terus memantau perkembangan situasi di wilayah terdampak serta memperkuat sinergi dan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah
Peninjauan banjir Pekalongan dilakukan untuk memastikan keselamatan warga terdampak sekaligus mengecek kesiapan penanganan banjir secara berlapis.
Berdasarkan penelusuran Media Indonesia, Sabtu (17/1) di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh misalnya, ratusan ribu penyintas banjir masih krisis kebutuhan dasar.
Sejumlah lahan pertanian rusak di Pasie Laweh, Padang Pariaman, Sumatera Barat.
Bencana hidrometeorologi melanda negara bagian Minas Gerais, Brasil. Sedikitnya 32 orang tewas dan ribuan warga kehilangan tempat tinggal akibat curah hujan ekstrem.
Bencana longsor dan banjir melanda Minas Gerais, Brasil. 30 orang tewas dan 39 lainnya masih hilang di bawah puing-puing bangunan.
Warga menyeberangi Sungai Jabak menggunakan gondola darurat menuju Desa Gedangan, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.
Pasca-kejadian, warga terpantau mulai bergotong royong membersihkan sisa-sisa reruntuhan dan memperbaiki atap rumah yang masih bisa diselamatkan secara swadaya.
Mendagri Tito Karnavian memaparkan skema bansos korban bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar, termasuk bantuan Rp8 juta untuk rumah rusak berat serta Dana Tunggu Hunian Rp1,8 juta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved