Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
ISRAEL telah terguncang oleh serangan darat, udara, dan laut Hamas yang belum pernah terjadi sebelumnya. Serangan tanpa peringatan itu disamakan dengan serangan 11 September 2001 di Amerika Serikat (AS).
Kelompok pejuang Palestina, Hamas mengancam akan mengeksekusi 150 sandera yang mereka culik dalam serangan akhir pekan lalu. Ancaman itu mengingatkan jika serangan udara Israel terus berlanjut tanpa peringatan.
Israel telah memberlakukan pengepungan total terhadap Jalur Gaza pada hari Senin (9/10), kondisi itu memutus pasokan makanan, air dan listrik, dan memicu kekhawatiran bahwa situasi kemanusiaan yang sudah mengerikan akan memburuk dengan cepat.
Baca juga : 18 dari 900 Orang yang Tewas di Israel Berpaspor Thailand
Jumlah korban tewas meningkat menjadi lebih dari 900 orang di Israel, mereka telah membalas dengan rentetan serangan di Gaza, sehingga meningkatkan jumlah korban tewas di Gaza menjadi 687 orang.
Tentara Israel mengatakan bahwa mereka telah mengambil kendali atas perbatasan Gaza setelah serangan massal oleh orang-orang bersenjata Palestina pada Sabtu (7/10).
Baca juga : MER-C: RS Indonesia di Gaza Alami Krisis Obat, Nakes dan Peralatan Medis
Mereka juga telah menemukan sekitar 1.500 mayat militan Hamas di dalam wilayah Israel, yang mengonfirmasi skala serangan pada hari Sabtu.
Pihaknya menyebut bahwa mereka telah hampir menyelesaikan evakuasi masyarakat Israel di sekitar perbatasan.
Namun bola api berulang kali menerangi Kota Gaza sebelum fajar ketika ledakan terdengar dan sirene meraung-raung.
Hamas mengatakan bahwa serangan udara Israel telah menewaskan empat sanderanya dan mereka juga mengancam mengeksekusi para sandera tersebut.
"Setiap penargetan terhadap orang-orang kami tanpa peringatan akan dibalas dengan eksekusi terhadap salah satu sandera sipil," kata sayap bersenjata Hamas, Brigade Ezzedine al-Qassam, dalam sebuah pernyataan.
Dalam sebuah pidato yang disiarkan di televisi, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu membandingkan Hamas dengan kelompok Negara Islam (ISIS) dan Israel berencana untuk mengerahkan kekuatan penuh untuk memberikan perlawanan.
"Teroris Hamas mengikat, membakar dan mengeksekusi anak-anak. Mereka adalah orang-orang biadab. Hamas adalah ISIS," kata Netanyahu.
Dia juga berjanji untuk memperkuat front lain di Utara melawan Hizbullah, di mana para militan dan pasukan Israel saling menyerang pada hari kedua.
Hamas meluncurkan lebih banyak roket hingga ke Tel Aviv dan Yerusalem, di mana sistem pertahanan rudal ditembakkan dan sirene serangan udara meraung-raung.
Israel menegaskan telah memanggil 300.000 tentara cadangan untuk memperkuat operasi "Pedang Besi".
“Pengepungan total, tidak ada listrik, tidak ada makanan, tidak ada air, tidak ada gas - semuanya ditutup,” kata Menteri Pertahanan Yoav Gallant.
Sementara itu, Kepala Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengatakan bahwa ia sangat tertekan dengan pengumuman pengepungan tersebut.
Guterres memperingatkan bahwa situasi kemanusiaan di Gaza yang sudah sangat buruk sekarang akan semakin memburuk.
Warga Palestina di wilayah pesisir bersiap-siap menghadapi serangan darat besar-besaran oleh Israel yang bertujuan mengalahkan Hamas dan membebaskan para sandera. (AFP/Z-4)
Eskalasi perang meluas ke pusat diplomatik Riyadh dan Doha. Israel klaim hancurkan markas penyiaran IRIB di Teheran sementara Qatar cegat rudal balistik.
PBB menyampaikan kekhawatiran atas meningkatnya aktivitas militer di Libanon di tengah eskalasi konflik Timur Tengah antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), unit elit militer Iran, menegaskan bahwa pihaknya akan meningkatkan perlawanan setelah tewasnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Istri mendiang Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dilaporkan meninggal dunia menurut kantor berita Mehr, di tengah memanasnya konflik antara Iran, AS, dan Israel.
Komandan Islamic Revolutionary Guard Corps mengancam meluncurkan rudal ke Siprus di tengah eskalasi konflik Iran-AS-Israel. Jerman bersiap mengevakuasi warganya dari kawasan Timur Tengah.
Sekitar 200 korban di antaranya adalah anak-anak usia sekolah dasar.
Insiden maut terjadi di Desa Ungasan, Badung, Bali. Tembok proyek ambruk menimbun pekerja, mengakibatkan dua orang meninggal dunia.
Dari hasil pencarian terbaru, 20 jenazah ditemukan di Aceh Tamiang, enam di Aceh Utara, sembilan di Aceh Timur, dan empat di Pidie Jaya.
Apabila ada jenazah yang belum teridentifikasi sementara tempat penyimpanan terbatas, polisi akan melakukan pemakaman dengan penandaan khusus.
Dari 58 kantong jenazah yang diterima RS Bhayangkara sejak 27 November 2025, 33 jenazah telah teridentifikasi melalui data primer dan sekunder serta sudah diserahkan kepada keluarga.
Kompolnas sebagai lembaga pengawas kepolisian memantau langsung perkembangan pencarian dua remaja yang sebelumnya dilaporkan hilang oleh KontraS
Penyerahan jenazah merupakan bagian dari kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi oleh Amerika Serikat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved