Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
AUSTRIA, Prancis, Jerman, Polandia, dan Swiss mengumumkan rekor suhu terpanas pada September, tepatnya, Jumat (29/9). Tahun ini pun diperkirakan akan menjadi yang terpanas dalam sejarah umat manusia seiring dengan semakin cepatnya perubahan iklim.
Cuaca hangat di luar musimnya di Eropa terjadi pada tahun ini. Pemantau iklim Uni Eropa mengatakan suhu global pada musim panas di belahan bumi utara merupakan rekor terpanas.
Otoritas cuaca Prancis, Meteo-France, mengatakan rata-rata suhu di negara itu pada September berkisar pada 21,5 derajat Celcius, antara 3,5 derajat Celcius dan 3,6 derajat Celcius di atas periode referensi 1991-2020.
Baca juga: Ilmuwan Jepang Temukan Mikroplastik di Awan
Suhu rata-rata di Prancis telah melebihi norma bulanan secara konsisten selama hampir dua tahun.
Sementara di Jerman, kantor cuaca DWD mengatakan bulan ini adalah terpanas sejak pencatatan dimulai, hampir 4 derajat Celcius lebih tinggi dari suhu dasar pada 1961-1990.
Institut cuaca Polandia juga mengumumkan suhu September 3,6 derajat Celcius lebih tinggi dari rata-rata dan merupakan terpanas sejak pencatatan dimulai lebih dari 100 tahun yang lalu. Badan cuaca nasional di negara-negara Alpen, Austria dan Swiss, juga mencatat suhu rata-rata terpanas pada September.
Baca juga: Saat Suhu Meningkat, Petani Sicily Beralih ke Buah-Buahan Eksotis
Itu sehari setelah sebuah penelitian mengungkapkan gletser Swiss kehilangan 10% volumenya dalam dua tahun di tengah pemanasan ekstrem.
Lembaga cuaca nasional Spanyol dan Portugis memperingatkan suhu hangat yang tidak normal akan terjadi akhir pekan ini.
Suhunya mencapai 35 derajat Celcius di beberapa bagian Spanyol selatan pada Jumat (29/9).
Para ilmuwan mengatakan perubahan iklim yang disebabkan oleh aktivitas manusia menyebabkan suhu global menjadi lebih tinggi, dengan pemanasan dunia sekitar 1,2 derajat Celcius dibandingkan suhu pada masa pra-industri.
Layanan Perubahan Iklim Copernicus Uni Eropa mengatakan tahun ini kemungkinan akan menjadi tahun terpanas yang pernah dialami umat manusia. Suhu yang lebih tinggi kemungkinan akan segera terjadi karena fenomena El Nino yang menghangatkan perairan di Pasifik bagian selatan dan sekitarnya.
Gangguan terhadap sistem iklim Bumi membuat peristiwa cuaca ekstrem seperti gelombang panas, kekeringan, kebakaran hutan, dan badai menjadi lebih sering dan intens, sehingga menyebabkan lebih banyak korban jiwa dan harta benda.
Para pemimpin dunia akan berkumpul di Dubai mulai 30 November untuk menghadiri pembicaraan untuk mengurangi dampak terburuk perubahan iklim, termasuk membatasi pemanasan hingga 1,5 derajat Celcius, yang merupakan tujuan penting Perjanjian Paris 2015.
Mengurangi emisi gas rumah kaca yang menyebabkan pemanasan global terutama dengan menghentikan konsumsi gas, minyak, dan batu bara yang menimbulkan polusi pendanaan iklim dan peningkatan kapasitas energi terbarukan akan menjadi inti diskusi.
“Sampai kita mencapai netralitas karbon, rekor suhu panas akan dipecahkan secara sistematis minggu demi minggu, bulan demi bulan, tahun demi tahun,” kata pemimpin penulis laporan iklim PBB, Francois Gemenne. (AFP/Z-1)
Peneliti menemukan penurunan kadar garam di Samudra Hindia bagian selatan. Fenomena ini mengancam sistem sirkulasi laut global dan iklim dunia.
Ilmuwan temukan jutaan bakteri dan jamur "pelindung" di dalam pohon ek yang tetap stabil meski dilanda kekeringan ekstrem.
Ilmuwan temukan deposit granit raksasa terkubur di bawah Gletser Pine Island, Antartika. Penemuan ini memecahkan misteri batuan purba sekaligus kunci prediksi kenaikan permukaan laut.
Presiden Donald Trump resmi membatalkan "endangerment finding" 2009, kebijakan kunci era Obama yang membatasi gas rumah kaca. Simak dampak ekonomi dan pro-kontra medisnya di sini.
Kementerian Kehutanan resmi meluncurkan Platform Mangrove Data Nusantara (Mandara) sebagai sistem integrasi data mangrove nasional.
BMKG memperingatkan, perubahan iklim sudah berdampak nyata di Indonesia, termasuk hujan ekstrem, suhu tinggi, dan menyusutnya es di Puncak Jaya, Papua.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved