Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
RUSIA mempertimbangkan untuk bergabung dengan Tiongkok dalam larangan impor makanan laut Jepang. Pertimbangan ini diambil setelah Jepang melepaskan air radioaktif dari pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima ke laut Pasifik.
Tiongkok telah memberlakukan larangan menyeluruh terhadap semua impor air dari Jepang. Oleh karena itu, Rusia sedang menjalin komunikasi dengan pihak Jepang mengenai permasalahan tersebut.
"Dengan mempertimbangkan kemungkinan risiko kontaminasi radiasi produk, Rosselkhoznadzor sedang mempertimbangkan kemungkinan bergabung dengan pembatasan Tiongkok pada pasokan produk ikan dari Jepang," kata Pengawas Keamanan Pangan Rusia Rosselkhoznadzor dalam sebuah pernyataan.
"Keputusan akhir akan dibuat setelah negosiasi dengan pihak Jepang,” sebutnya.
Baca juga: AS Jadikan Ukraina Laboratorium Pengembangan Persenjataan
Rosselkhoznadzor mengatakan bahwa pihaknya telah mengirimkan surat kepada Jepang mengenai perlunya mengadakan pembicaraan dan meminta informasi mengenai pengujian radiologi Jepang terhadap produk ikan yang diekspor pada tanggal 16 Oktober, termasuk tritium.
"Jepang akan mencermati pengumuman Rusia pada hari Selasa," kata Juru Bicara Pemerintah Jepang, Hirokazu Matsuno, pada Rabu (27/9).
Baca juga: Zelensky Minta PBB Cabut Hak Veto Rusia, Ini Jawaban Lavrov
Jepang mengatakan air itu aman setelah diolah untuk menghilangkan sebagian besar unsur radioaktif kecuali tritium, radionuklida yang sulit dipisahkan dari air. Hal ini kemudian diencerkan ke tingkat yang diterima secara internasional sebelum dirilis.
Jepang menambahkan bahwa kritikan dari Rusia dan Tiongkok tidak didukung oleh bukti ilmiah.
"Kami sangat meminta Rusia untuk bertindak berdasarkan bukti ilmiah," jelas Matsuno
Menurutnya, Rusia adalah anggota tim ahli Fukushima Badan Energi Atom Internasional (IAEA), yang pada bulan Juli memberi lampu hijau rencana pelepasan air tersebut.
Meski demikian, tahun ini Rusia sendiri telah mengimpor 118 ton makanan laut Jepang.
(CNA/Z-9)
Presiden Rusia Vladimir Putin menawarkan dukungan tenaga ahli untuk proyek pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Indonesia dalam pertemuannya dengan Presiden Prabowo di Moskow
Kita harus jujur mengakui, selama lima dekade perjalanan Indonesia dalam isu nuklir, selalu tersandung pada simpul yang sama: komitmen yang mudah diucapkan, tapi rapuh ketika diuji.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan telah bertemu dengan pihak dari Kanada dan Rusia membahas pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Indonesia.
Pemerintah harus mengirim tenaga ahli ke negara-negara maju yang telah mengoperasionalkan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN).
Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE), sebagai subholding dari PT Pertamina menyatakan keinginan untuk mengembangkan PLTN di Indonesia.
Kehadiran lembaga ini ditujukan untuk mendukung percepatan transisi energi bersih dan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Tanah Air.
Iran tingkatkan arsenal rudal balistik dengan bantuan Rusia. Rudal Kheibar Shekan kini mampu jangkau seluruh wilayah Israel, memicu ancaman konflik terbuka.
Kim Jong-un sinyalkan penguatan nuklir dan ICBM pada Kongres Partai ke-9. Pyongyang fokus pada pembangunan militer luar biasa dan konsolidasi kekuasaan absolut.
Kesepakatan tersebut ditandatangani pada 2010 oleh Presiden AS saat itu Barack Obama dan Presiden Rusia Dmitry Medvedev, dan mulai berlaku pada 5 Februari 2011.
INDONESIA mendesak Amerika Serikat (AS) dan Rusia segera melanjutkan perundingan untuk mencegah perlombaan senjata nuklir baru.
Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan serangan ke 148 target militer Ukraina, termasuk depot amunisi, formasi militer, dan menembak jatuh ratusan drone.
Letjen Vladimir Alexeyev, petinggi intelijen GRU Rusia, ditembak di apartemennya di Moskow. Serangan ini menambah panjang daftar jenderal Rusia yang jadi target.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved