Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
CEO Qatar Airways Akbar al-Baker mengaku terkejut dengan pemblokiran maskapainya di Australia. Pasalnya maskapai tersebut telah mendukung Australia selama pandemi covid-19.
"Keputusan Australia memblokir permintaan Qatar Airways untuk penerbangan tambahan ke Australia sangat tidak adil," kata CEO maskapai tersebut Akbar al-Baker.
Dia merasa sangat tidak adil jika permintaan sah itu tidak dikabulkan, terutama pada saat mendukung Australia. Penolakan itu, kata dia, sangat tidak adil.
Baca juga: Polisi Italia Temukan Benda Seni Curian di Museum sebuah Universitas di Australia
Australia mengatakan keputusan itu diambil usai penggeledahan yang dilakukan Qatar terhadap penumpangnya. "Kami memulangkan warga mereka yang terdampar dari seluruh dunia ke dan keluar Australia, membantu mereka menerima pasokan medis dan suku cadang, dan lain-lain selama periode Covid-19,” kata al-Baker.
Saat maskapai penerbangan nasional Australia dan mitranya sepenuhnya berhenti beroperasi di Australia, kata dia, Qatar Airways berada di sana untuk masyarakat Australia.
Baca juga: Australia Jaga Harapan ke Perempat Final Piala Davis 2023
Maskapai penerbangan yang berbasis di Doha ini telah meminta untuk menerbangkan 21 layanan tambahan ke bandara-bandara utama Australia. Namun Menteri Transportasi Australia Catherine King pada bulan Juli secara resmi menolak tawarannya untuk menambah penerbangan ke Sydney, Melbourne dan Brisbane, dengan mengatakan bahwa usulan tersebut tidak sesuai dengan kepentingan Australia.
Selama pandemi ini, penerbangan Qatar Airways ke Australia tetap dilanjutkan, hanya mengangkut 20 orang per penerbangan, sementara penerbangan dari Qantas, maskapai penerbangan nasional Australia, dihentikan. “Saya selalu berharap pemerintah mendengarkan kasus kami dengan cermat dan kemudian mengambil keputusan,” kata al-Bakr.
Ia menambahkan bahwa sulit baginya untuk berkomentar karena penyelidikan parlemen Australia sedang dilakukan untuk menyelidiki pemerintah keputusan tentang Qatar Airways. “Kami memiliki kepercayaan penuh pada pemerintah, senat, dan parlemen,” kata al-Baker.
Awal pekan ini, Wakil Perdana Menteri Australia Richard Marles mengatakan dia tidak diajak berkonsultasi ketika menteri transportasi negara itu memutuskan untuk memblokir permintaan Qatar Airways.
Pekan lalu King, Menteri Perhubungan, mengatakan bahwa konteks keputusannya untuk tidak memberikan penerbangan lebih banyak kepada Qatar Airways terkait dengan penggeledahan invasif yang dilakukan terhadap sekelompok perempuan Australia di Bandara Internasional Hamad Doha di Qatar.
Pada Oktober 2020, lebih dari selusin penumpang perempuan menjadi sasaran pemeriksaan internal yang memalukan di Qatar setelah seorang bayi yang baru lahir ditemukan ditinggalkan di bandara.
Keputusan King menghadapi pengawasan politik yang ketat dan dia dituduh melindungi Qantas, yang mantan kepala eksekutifnya, Alan Joyce, mengklaim bahwa memberikan kapasitas tambahan kepada Qatar akan mendistorsi pasar penerbangan lokal.
Maskapai ini, yang mengaku melakukan lobi terhadap tawaran Qatar Airways, juga menghadapi kritik atas serangkaian kontroversi baru-baru ini, termasuk tuduhan bahwa mereka menjual sekitar 8.000 tiket untuk penerbangan yang diketahui telah dibatalkan.
Kemarahan masyarakat terhadap maskapai Australia yang menguasai lebih dari 60 persen pasar domestik memuncak dengan mundurnya Joyce.
Pemimpin Partai Nasional Australia dan ketua penyelidikan pemerintah atas keputusan tersebut, Bridget McKenzie, secara terbuka menuduh pemerintah melakukan proteksionisme.
“Saya yakin mereka menjalankan sistem perlindungan untuk Qantas,” kata McKenzie. (Aljazeera/Z-3)
Sebanyak 67 duta bahasa Indonesia akan diterjunkan ke 53 institusi pendidikan, mencakup sekolah dan universitas di berbagai wilayah Australia.
Parlemen Australia meloloskan UU pengetatan senjata api dan program buyback nasional menyusul penembakan maut di Bondi Beach yang menewaskan 15 orang.
Rentetan serangan hiu melanda pesisir New South Wales, Australia. Otoritas peringatkan warga menjauhi laut dan sungai akibat air keruh pasca-hujan lebat.
Tragis, seorang turis perempuan asal Kanada ditemukan tewas di Pulau K'gari, Australia. Jenazahnya ditemukan dikelilingi sekitar 10 dingo di tepi pantai.
Skandal sensor melanda Adelaide Festival setelah Dr. Randa Abdel-Fattah dilarang tampil. Sebanyak 180 penulis, termasuk Jacinda Ardern, mundur sebagai bentuk protes.
Negara bagian Victoria, Australia, tetapkan status darurat akibat kebakaran hutan hebat. Satu orang tewas dan ratusan rumah hancur saat api melahap lahan seluas dua kali London.
Dave mengatakan fitur-fitur seperti TikTok Shop dan live commerce telah membuka akses pasar yang luas. Khususnya bagi jutaan pedagang lokal.
Fauzi menyampaikan bahwa Komisi XI DPR akan segera memanggil PPATK dan otoritas terkait untuk meminta klarifikasi resmi atas rencana tersebut.
Berdasarkan data yang diperoleh dari perbankan pada Februari 2025, pada 15 Mei 2025 PPATK melakukan menghentikan sementara transaksi pada rekening yang dikategorikan dormant.
MENTERI Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid telah mengajukan 651 permohonan pemblokiran rekening bank yang terkait dengan aktivitas judi online.
PEMERINTAH telah menyerahkan 7.599 rekening bank yang diindikasikan terkait dengan judi dalam jaringan (daring/online/judi online/judol) kepada OJK untuk diblokir.
KEMENTERIAN Komunikasi dan Informatika (Kominfo) merespon aduan masyarakat dengan memblokir akun Katak Bhizer @katakstvns.70 yang diketahui menyebar materi promosi judi online.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved