Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
JURU bicara Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (AS) atau Pentagon Brigadir Jenderal Patrick Ryder membantah laporan kantor berita CNN serta Wall Street Journal (WSJ). Di mana Tiongkok dilaporkan berencana membangun stasiun mata-mata di Kuba untuk mengawasi komunikasi elektronik di AS wilayah tenggara.
Ryder menyebut laporan perjanjian antara Tiongkok dan Kuba untuk membangun pangkalan rahasia tersebut tidak akurat. "Saya dapat memberi tahu Anda bahwa berdasarkan informasi yang kami miliki itu tidak akurat. Kami tidak mengetahui Tiongkok dan Kuba (berencana) mengembangkan jenis stasiun mata-mata apa pun," kata Ryder.
Dia mengatakan bahwa hubungan Tiongkok dan Kuba dalam pemantauan AS. Semua tindakan yang mengundang bahaya bagi AS menjadi pusat perhatian Pentagon.
Baca juga : Amerika Tidak Jadikan Papua Nugini Pangkalan Permanen
"Saya akan mengatakan seperti yang telah Anda dengar kami katakan berkali-kali bahwa aktivitas Tiongkok yang mengkhawatirkan, baik di belahan bumi kita maupun di seluruh dunia adalah sesuatu yang akan terus kita perhatikan dengan cermat. Namun, mengenai laporan khusus itu, tidak, itu tidak akurat," terang Ryder.
Kamis (8/6), CNN dan WSJ melaporkan bahwa AS telah mengetahui rencana Tiongkok untuk membangun fasilitas pengawasan di Kuba yang berlokasi kira-kira 100 mil dari Florida. Tiongkok dilaporkan akan membayar Kuba dengan beberapa miliar dolar agar diizinkan untuk membangun pangkalan rahasia tersebut.
Juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih John Kirby juga ikut merespons laporan tersebut. Kirby menyatakan bahwa dirinya skeptis dengan kebenaran laporan itu.
Baca juga : Menlu AS Tuduh Tiongkok Lakukan Kegiatan Mata-mata di Kuba
"Itu tidak akurat. Apa yang dapat saya katakan kepada Anda ialah sejak hari pertama pemerintahan ini, kami telah memperhatikan mengenai kegiatan pengaruh Tiongkok di seluruh dunia, tentu saja di belahan bumi ini dan di wilayah ini," ujar Kirby.
"Kami telah mengawasi ini dengan sangat, sangat cermat. Dan kami akan dan kami perlu terus mengambil langkah-langkah untuk mengurangi potensi ancaman yang mungkin ditimbulkan oleh kegiatan tersebut sehingga kami dapat memastikan dan yakin bahwa kami bisa terus membela bangsa ini," lanjutnya.
Di sisi lain, Wakil Menteri Luar Negeri Kuba Carlos Fernandez de Cossio menolak dan mengecam laporan itu sebagai rekayasa untuk membenarkan embargo AS terhadap Kuba.
"(Laporan itu) benar-benar palsu dan tidak berdasar," tegasnya.
Diketahui, ketegangan antara AS dan Tiongkok telah meningkat sejak balon pengintai Beijing memasuki wilayah udara Washington pada bulan Januari dan melintasi seluruh benuanya. (The New York Post/Z-3)
Akademisi University of Tehran menyebut Iran memfokuskan serangan pada kepentingan AS dan infrastruktur energi di Teluk untuk menekan Washington, seperti disampaikan kepada Al Jazeera.
Istri mendiang Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dilaporkan meninggal dunia menurut kantor berita Mehr, di tengah memanasnya konflik antara Iran, AS, dan Israel.
Sekitar 200 korban di antaranya adalah anak-anak usia sekolah dasar.
Dari fajar berdarah di Teheran hingga hujan drone di Tel Aviv, inilah lini masa lengkap operasi militer paling berani abad ini.
Perang total yang dilancarkan AS dan Israel ke Iran memasuki hari ketiga dengan dampak kemanusiaan dan ekonomi yang kian mengerikan.
Kepala Staf Gabungan Angkatan Udara AS Jenderal Dan Caine menyatakan operasi gabungan AS-Israel di Iran bertujuan melindungi diri dan mitra regional, mencegah proyeksi kekuatan Iran.
Pangkalan militer Diego Garcia, milik Inggris dan AS, terletak di Kepulauan Chagos, Samudra Hindia, sekitar 2.000 km selatan Sumatra.
Presiden AS Donald Trump mengkritik Perdana Menteri Inggris Keir Starmer karena lambat menyetujui penggunaan pangkalan Diego Garcia untuk operasi militer ke Iran.
Pangkalan Udara Al Udeid adalah pangkalan militer terbesar milik Amerika Serikat di Timur Tengah, terletak sekitar 30 km barat daya Doha, ibu kota Qatar.
Sejumlah instalasi militer AS di kawasan berada dalam jangkauan langsung rudal Iran.
Menlu AS Marco Rubio peringatkan Iran tidak menyerang pangkalan militer AS di Iran.
IRAN mengancam akan menargetkan pangkalan militer AS di wilayah tersebut jika konflik pecah. Presiden Donald Trump mengatakan dia kurang yakin tentang tercapainya kesepakatan nuklir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved