Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Parlemen Israel meloloskan anggaran tahunan dengan alokasi kontroversial untuk Yahudi Ultra-Ortodoks. Hal itu menuai protes dari oposisi.
Ribuan orang Israel berbaris di Jerusalem menentang pemerintah atas pemberian hibah kepada kelompok minoritas itu. Mereka menuduh rezim saat ini menjarah dana negara untuk kelompok Ultra-Ortodoks.
Awal pekan ini, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengumumkan negara akan memberikan dana untuk setiap laki-laki Yahudi Ultra-Ortodoks. Syaratnya, mereka sudah menikah dan memilih belajar agama daripada bekerja.
Baca juga: Serangan Pasukan Israel Tewaskan 3 Warga Palestina di Nablus
Dana yang diberikan kepada setiap orangnya mencapai 250 juta shekel atau setara Rp1 triliun. Hibah tersebut merupakan bagian dari kesepakatan dengan United Torah Judaism, salah satu partai ultra-Ortodoks dalam koalisi tersebut, untuk memastikan dukungan mereka terhadap anggaran.
Dana tambahan tersebut merupakan tambahan dari alokasi anggaran lain yang biasanya diberikan kepada kaum ultra-Ortodoks melalui berbagai kementerian pemerintah.
Anggaran 2023-2024 akhirnya disahkan Rabu (24/5) pagi, dengan dukungan dari semua 64 anggota koalisi di parlemen dari 120 kursi.
Baca juga: Menteri Sayap Kanan Israel Ben Gvir Kunjungi Kompleks Al-Aqsa
Netanyahu dan sekutunya yang mulai menjabat pada Desember tahun lalu, berdiri dan bertepuk tangan saat hasil pemungutan suara diumumkan.
"Kami memenangkan pemilihan, kami mengesahkan anggaran, kami akan melanjutkan selama empat tahun lagi," tulis Netanyahu di akun Facebooknya.
Dia menghabiskan beberapa minggu terakhir memotong kesepakatan dengan mitra koalisi ultra-Ortodoks dan ekstrem kanannya, untuk memenuhi tenggat waktu 29 Mei untuk meloloskan anggaran dan menghadapi pemilu baru.
Pemberian uang tunai kepada kaum ultra-Ortodoks telah memicu kemarahan karena warga Israel dari semua latar belakang bersaing dengan melonjaknya harga dan kenaikan suku bunga.
Di Ramat Gan, pinggiran Tel Aviv, pekerja teknologi tinggi Sivan Aharon berkata, "Sangat menyedihkan bahwa pajak yang kami bayarkan tidak didistribusikan kembali kepada kami. Uang ini dapat digunakan untuk membantu populasi yang paling lemah, para tentara, untuk mendapatkan kesehatan dan pendidikan," kata pria berusia 38 tahun itu.
Ketua oposisi Yair Lapid mengatakan, anggaran tersebut merupakan "pemerasan tanpa akhir" yang gagal mengatasi biaya hidup yang tinggi.
"Saat Anda sedang tidur, anggaran terburuk dan paling merusak dalam sejarah negara berlalu," tulis mantan Perdana Menteri Israel itu di akun Facebooknya. (AFP/Z-1)
PARA penasihat Presiden AS tidak sabar menghadapi keberatan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat mereka terus mendorong fase kedua dari rencana perdamaian Gaza.
DEWAN Perdamaian Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut dirinya sebagai badan penjaga perdamaian internasional baru dan keanggotaan tetap tidak akan murah.
PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu keberatan terhadap susunan panel penasihat Gaza yang baru dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Menhan Pakistan Khawaja Asif sebut AS standar ganda: Harusnya tangkap PM Israel Netanyahu sebagai penjahat kemanusiaan, bukan culik Presiden Venezuela Maduro.
Protes kaum Yahudi ultra-Ortodoks di Yerusalem melawan undang-undang wajib militer berakhir tragis. Seorang remaja 18 tahun tewas setelah sebuah bus menabrak massa.
PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan meminta Presiden Rusia Vladimir Putin untuk membantu menyampaikan pesan kepada Iran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved