Headline
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKRETARIS Umum (Sekum) Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Nasyirul Falah Amru (Gus Falah) menyatakan kekejian Israel akhir-akhir ini, salah satunya menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsa adalah bukti bahwa radikalisme agama membahayakan perdamaian.
Gus Falah mengungkapkan, pemerintahan Israel saat ini dikuasai oleh koalisi ekstremis-radikalis Yahudi di bawah pimpinan Benjamin Netanyahu.
"Sejak menang Pemilu 1 November, Netanyahu ini membentuk pemerintahan bersama partai-partai Yahudi garis keras di bawah aliansi Zionisme Religius. Mereka ini berbasiskan radikalisme Yahudi, dan punya tendensi intoleran terhadap warga minoritas Muslim dan Kristen Israel, apalagi terhadap warga Palestina," ungkap Gus Falah dalam keterangannya, Selasa (11/4).
Politikus PDI Perjuangan itu melanjutkan, tindakan Israel yang membahayakan perdamaian sudah dimulai pada awal tahun ini, ketika Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir secara provokatif memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa.
Itamar, ujar Gus Falah, adalah Ketua partai Yahudi radikal, Jewish Power.
Tokoh radikal Yahudi lainnya di pemerintah Netanyahu adalah Menteri Keuangan Bezalel Smotrich. Gus Falah mengungkapkan, Smotrich pernah menyatakan bahwa tidak ada yang namanya rakyat Palestina. Smotrich juga pernah menyerukan agar kota Huwara di Tepi Barat 'dimusnahkan'.
Baca juga: Netanyahu Janjikan Stabilitas Keamanan
"Orang-orang seperti Ben-Gvir dan Smotrich ini tidak mau mengakui keberadaan negara Palestina, dan mendukung perluasan pendudukan Israel atas Tepi Barat yang sejatinya wilayah Palestina. Mereka ini para pelaku politik identitas yang menggunakan pandangan agama Yahudi yang ekstrem, guna meraih dukungan publik," paparnya.
Pandangan keagamaan yang ekstrem itu mendasari berbagai tindakan intoleran mereka terhadap warga Palestina. Gus Falah mengungkapkan, baru-baru ini para pemukim Yahudi sayap kanan kembali menyerbu masuk halaman Masjid Al-Aqsa di Jerusalem Timur dengan pengawalan polisi Israel.
Gus Falah pun mengungkapkan, intoleransi kaum radikalis Yahudi itu juga menyasar minoritas Kristen. Sejak rezim Netanyahu berkuasa, serangan terhadap warga dan tempat ibadah Kristen di Jerusalem bertambah dahsyat.
"Jadi, apa yang terjadi di Israel itu adalah contoh nyata, ketika perdamaian dan kesetaraan memburuk tatkala radikalis agama yang 'getol' mainkan politik identitas berkuasa," tegas Gus Falah.
"Karena itu, selain terus pada posisi berpihak pada bangsa Palestina yang tertindas, bangsa Indonesia juga harus menolak radikalisme agama, serta mencegah kaum radikalis berkuasa agar situasi buruk di Israel tak terjadi disini. Sebab radikalisme dari agama mana pun, pasti membahayakan perdamaian dan kesetaraan," tambah Ketua Tanfidziyah PBNU itu. (I-2)
PASUKAN Israel menewaskan dua warga Palestina dalam insiden terpisah di Tepi Barat yang diduduki pada Senin (30/3). Ini dikatakan Kementerian Kesehatan Palestina dan militer Israel.
KEPOLISIAN Israel mencegah Patriark Latin Jerusalem, Kardinal Pierbattista Pizzaballa, untuk memasuki Gereja Makam Suci guna merayakan Misa Minggu Palma.
PM Malaysia Anwar Ibrahim mengatakan Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi memberikan jaminan untuk memfasilitasi penyaluran bantuan kemanusiaan Malaysia kepada masyarakat Gaza.
Menlu Palestina ungkap taktik Israel manfaatkan konflik Iran untuk percepat perluasan pemukiman ilegal di Tepi Barat. Simak kronologi dan dampaknya.
PBB memperingatkan potensi pembersihan etnis di Tepi Barat setelah 36.000 warga Palestina terusir dalam setahun akibat ekspansi pemukiman ilegal Israel.
Pasukan Israel ubah Kota Tua Jerusalem jadi barak militer. Akses Al-Aqsa ditutup 16 hari, jemaah terpaksa salat Tarawih di jalanan. Simak laporan lengkapnya.
OKI mengatakan penutupan Masjid Al-Aqsa selama lebih dari 30 hari merupakan serangan terang-terangan tidak hanya terhadap warga Palestina, tetapi juga semua Muslim di seluruh dunia.
Dilaporkan The Guardian, ratusan warga Palestina terlihat melaksanakan salat di sekitar Kota Tua pada Jumat (20/3) pagi eaktu setempat, setelah polisi Israel menutup akses
Pasukan Israel serang jemaah salat Idulfitri dengan gas air mata di luar Masjid Al-Aqsa. Penutupan masjid selama 21 hari dikecam sebagai pelanggaran hak beribadah.
PENUTUPAN Masjid Al-Aqsa pada 10 hari terakhir Ramadan 1447 H menuai kecaman dari para pegiat kemerdekaan Palestina, khususnya di kawasan Asia Pasifik.
Serangan rudal menghantam wilayah Israel, terutama di sekitar Kota Tua Yerusalem. Beberapa puing jatuh di dekat Masjid Al-Aqsa dan kawasan permukiman Yahudi, Gereja Makam Kudus juga terdampak sebagian.
Pasukan Israel ubah Kota Tua Jerusalem jadi barak militer. Akses Al-Aqsa ditutup 16 hari, jemaah terpaksa salat Tarawih di jalanan. Simak laporan lengkapnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved