Headline
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Kumpulan Berita DPR RI
Korea Utara memperingatkan Amerika Serikat (AS) bahwa itu akan menjadi pernyataan perang yang jelas jika rudal-rudalnya ditembak jatuh dalam uji coba peluncuran di atas Samudra Pasifik.
Amerika Serikat dan Korea Selatan telah meningkatkan kerja sama pertahanan, termasuk latihan bersama, dalam menghadapi ancaman yang semakin meningkat dari Pyongyang yang bersenjata nuklir. Bahkan telah melakukan gelombang uji coba senjata terlarang dalam beberapa bulan terakhir.
Korea Utara mengatakan bahwa program senjata nuklir dan rudal mereka adalah untuk pertahanan diri dan telah mengecam latihan militer AS-Korea Selatan serta menggambarkannya sebagai latihan untuk invasi.
Baca Juga : Korut Minta PBB Hentikan Latihan Militer Korsel-AS
"Ini akan dianggap sebagai deklarasi perang yang jelas terhadap RRDK, jika respons militer seperti pencegatan terjadi terhadap uji coba senjata strategis kami," kata Kim Yo Jong, adik perempuan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dalam sebuah pernyataan, menggunakan nama resmi Korea Utara.
"Samudra Pasifik bukan milik dominasi AS atau Jepang,” ujarnya.
"Korea Utara selalu siap siaga untuk mengambil tindakan yang tepat, cepat, dan luar biasa kapan saja," tambah pernyataan yang diterbitkan oleh Kantor Berita Pusat Korea (KCNA).
Baca Juga : Rudal Balistik Korut Hantam Wilayah Jepang
Bulan ini, militer AS dan Korea Selatan akan mengadakan latihan gabungan terbesar mereka dalam lima tahun terakhir.
Menjelang latihan yang diberi nama Freedom Shield dan dijadwalkan selama setidaknya 10 hari mulai 13 Maret, kedua negara sekutu tersebut mengadakan latihan udara minggu ini dengan menampilkan pesawat pengebom berat B-52 AS yang berkemampuan nuklir.
Dalam sebuah pernyataan terpisah pada hari Selasa, Kementerian Luar Negeri Korea Utara menuduh Amerika Serikat dengan sengaja meningkatkan ketegangan.
"Latihan udara gabungan baru-baru ini... jelas menunjukkan bahwa skema AS untuk menggunakan senjata nuklir terhadap RRDK sedang dijalankan pada tingkat perang yang sebenarnya," kata pernyataan yang diterbitkan oleh KCNA.
"Kami menyatakan penyesalan yang mendalam atas sikap AS dan Korea Selatan yang tidak bertanggung jawab dan mengkhawatirkan,” lanjutnya.
Tahun lalu, Pyongyang mendeklarasikan kekuatan nuklirnya yang tidak dapat diubah dan menembakkan sejumlah rudal yang memecahkan rekor.
Kim Jong Un baru-baru ini menyerukan peningkatan eksponensial dalam produksi senjata, termasuk nuklir taktis.
Korea Utara telah membingkai uji coba rudal dan latihan militernya sebagai tindakan balasan yang dibenarkan setelah latihan militer AS-Korea Selatan. (AFP/Fer)
Tiongkok merespons permintaan Donald Trump terkait pengamanan Selat Hormuz. Beijing desak penghentian operasi militer dan fokus pada stabilitas ekonomi global.
Pangkalan udara Ali Al Salem di Kuwait diserang drone, menghancurkan aset udara Italia. Serangan terjadi di tengah retaliasi Iran pascakematian Ali Khamenei.
Iran tegaskan kendali penuh atas Selat Hormuz dan menantang AS kirim kapal perang ke Teluk Persia. Simak eskalasi konflik Iran-AS terbaru di sini.
AS prediksi perang melawan Iran berakhir dalam hitungan minggu. Namun, Teheran tegaskan siap bertempur panjang tanpa negosiasi. Simak update selengkapnya
Mengapa AS-Israel sulit mengambil alih Selat Hormuz dari Iran? Analisis taktik asimetris, risiko ekonomi global, dan alasan keterlibatan sekutu internasional.
Analisis mendalam strategi pertahanan Iran 2026 pasca kematian Ali Khamenei. Mengapa struktur IRGC dan doktrin "Mosaic Defense" membuat Iran tetap tangguh?
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved