Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
IRAN mengembangkan rudal jelajah dengan jangkauan 1.650 kilometer. Kemampuan Teheran itu akan menimbulkan kekhawatiran negara-negara Barat setelah pesawat tak berawak Iran.
Kepala Pasukan Kedirgantaraan Pengawal Revolusi Amirali Hajizadeh mengakui senjata baru tersebut dan menginginkan pembalasan pembunuhan terhadap seorang komandan Iran yang dilakukan Amerika Serikat (AS). Dia menargetkan eks Presiden AS Donald Trump.
"Kami ingin membunuh (mantan presiden Amerika Serikat Donald) Trump. Rudal jelajah kami dengan jangkauan 1.650 km telah ditambahkan ke gudang rudal Republik Islam Iran,” kata Hajizadeh.
Televisi Iran menunjukkan rekaman video tentang keberadaan rudal jelajah bernama Paveh itu. Hajizadeh mengatakan Iran tidak bermaksud untuk membunuh tentara jika melancarkan serangan rudal balistik terhadap pasukan pimpinan AS di Irak.
Itu terkait serangan setelah beberapa hari setelah komandan militer Iran Qassem Soleimani terbunuh dalam serangan pesawat tak berawak AS pada 2020 di Baghdad. “Insyaallah, kami ingin membunuh Trump, (mantan Menteri Luar Negeri Mike) Pompei, dan komandan militer yang mengeluarkan perintah (untuk membunuh Soleimani) harus dibunuh," kata Hajizadeh.
Para pemimpin Iran sering bersumpah untuk membalas dendam untuk Soleimani. Iran memperluas program misilnya, terutama misil balistiknya, yang bertentangan dengan keinginan AS dan ekspresi keprihatinan negara-negara Eropa.
Teheran mengatakan program itu murni defensif dan bersifat pencegahan. Iran mengatakan telah memasok Moskow dengan drone sebelum perang di Ukraina.
Rusia telah menggunakan drone untuk menargetkan pembangkit listrik dan infrastruktur sipil. Pada November, Pentagon mengatakan AS skeptis terhadap laporan yang mengutip Hajizadeh yang mengatakan Iran telah mengembangkan rudal balistik hipersonik. (Straits Times/OL-14)
KETEGANGAN geopolitik di Timur Tengah mencapai titik didih baru pada awal 2026. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan ultimatum keras kepada Iran.
PUTRA Mahkota Saudi Mohammed bin Salman mengatakan kerajaan tidak akan mengizinkan wilayah udaranya atau wilayah teritorialnya digunakan untuk aksi militer apa pun terhadap Iran.
IRAN menyatakan bahwa mereka masih mempertahankan kendali penuh atas wilayah darat, bawah laut, dan udara Selat Hormuz di tengah kekhawatiran akan kemungkinan serangan AS terhadap Teheran.
KETEGANGAN AS-Iran meningkat. Republik Islam Iran secara resmi mengeluarkan Notice to Airmen (NOTAM) yang menyatakan wilayah udara di atas Selat Hormuz sebagai "zona berbahaya".
IRAN mengeluarkan peringatan penerbangan atau Notice to Airmen (NOTAM) terkait latihan tembakan langsung di wilayah udara sekitar Selat Hormuz, menandai peningkatan kesiapsiagaan militer.
AMERIKA Serikat (AS) memperluas kehadiran militernya di Timur Tengah dengan mengerahkan kapal induk dan jet tempur tambahan di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran.
KETEGANGAN geopolitik di Timur Tengah mencapai titik didih baru pada awal 2026. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan ultimatum keras kepada Iran.
Federal Reserve (The Fed) hampir dipastikan akan mempertahankan suku bunga acuannya dalam keputusan kebijakan terbaru yang dijadwalkan diumumkan pada Rabu (28/1) sore waktu setempat
PUTRA Mahkota Saudi Mohammed bin Salman mengatakan kerajaan tidak akan mengizinkan wilayah udaranya atau wilayah teritorialnya digunakan untuk aksi militer apa pun terhadap Iran.
IRAN menyatakan bahwa mereka masih mempertahankan kendali penuh atas wilayah darat, bawah laut, dan udara Selat Hormuz di tengah kekhawatiran akan kemungkinan serangan AS terhadap Teheran.
Pernyataan itu disampaikan di tengah kekhawatiran meningkatnya eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.
AMERIKA Serikat (AS) memperluas kehadiran militernya di Timur Tengah dengan mengerahkan kapal induk dan jet tempur tambahan di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved