Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PIHAK berwenang Panama mengatakan bahwa akan membutuhkan waktu untuk mengidentifikasi puluhan migran yang meninggal dalam salah satu kecelakaan terburuk di negara itu ketika perjalan menuju Amerika Serikat.
Jenazah korban kecelakaan bus pada Rabu dini hari disimpan di sebuah truk berpendingin di Kota David setelah kamar mayat setempat kehabisan tempat.
Baca juga: Pengertian Nisab Zakat, Jenis, dan Cara Menghitungnya
Sekitar 40 orang tewas dan sekitar 20 orang lainnya luka-luka ketika bus yang mengangkut mereka ke perbatasan Panama dengan Kosta Rika jatuh dari tanggul dekat Gualaca, sekitar 400 kilometer (250 mil) sebelah barat Ibu Kota Panama City.
"Bus tersebut mengangkut warga dari berbagai negara termasuk Ekuador, Venezuela, Haiti dan Kuba,” kata Juan Garcia dari Layanan Migrasi Nasional kepada penyiar Telemetro.
Mereka baru saja tiba di Panama setelah melintasi Celah Darien, sebuah kawasan hutan yang tidak ramah di perbatasan dengan Kolombia dan melakukan perjalanan ke arah barat menuju perbatasan Panama yang lain, yaitu Kosta Rika.
Dari sana, mereka bermaksud untuk melanjutkan perjalanan melalui Amerika Tengah dan Meksiko menuju Amerika Serikat.
Ketika kecelakaan itu terjadi, para migran tersebut sedang menuju tempat penampungan di Gualaca untuk beristirahat setelah menempuh perjalanan selama 14 jam dengan jarak sekitar 700 kilometer.
Media lokal mengatakan bahwa kecelakaan itu terjadi saat pengemudi sedang memutar balik bus setelah kehilangan tujuan.
Kendaraan tersebut tampaknya keluar dari jalan di sebuah tikungan dan jatuh, menabrak sebuah batu dan sebuah minibus di jalan di bawahnya.
Terdapat 66 penumpang dan dua pengemudi di dalam bus, menurut para pejabat, yang memberikan angka yang berbeda untuk jumlah korban tewas. (AFP/OL-6)
Protes kaum Yahudi ultra-Ortodoks di Yerusalem melawan undang-undang wajib militer berakhir tragis. Seorang remaja 18 tahun tewas setelah sebuah bus menabrak massa.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan akan memanggil pemilik bus Cahaya Trans B 7201 IV yang mengalami kecelakaan di exit Tol Krapyak, Semarang.
Perusahaan Otobus (PO) Cahaya Trans memutuskan menghentikan sementara seluruh operasional bus reguler antar kota antar provinsi mulai 26 Desember 2025.
"Ada satu meninggal dunia ketika dalam perawatan di RSUD Kalisari Batang yakni kernet bus bernama Sucipto (47), warga Ngromo RT 02 RW 08, Rejosari, Bancak, Kabupaten Semarang,"
Sopir bus Cahaya Trans jadi tersangka dalam kasus kecelakaan bus Tol Krapyak, Kota Semarang, Jawa Tengah.
Kecelakaan maut bus Cahaya Trans di Tol Krapyak Semarang menewaskan 16 orang. Berikut kronologi, penyebab, dan hasil penyelidikan terbaru polisi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved