Minggu 15 Januari 2023, 20:50 WIB

Tiongkok akan Kembali Publikasikan Data Covid-19

mediaindonesia.com | Internasional
Tiongkok akan Kembali Publikasikan Data Covid-19

AFP/
Dua polisi berjaga di depan Kedutaan Besar Tiongkok di Seoul, Korea Selatan, 10 Januari 2023.

 

OTORITAS kesehatan di Tiongkok akan kembali memublikasikan data perkembangan covid-19 yang sempat dihentikan menjelang akhir Desember 2022 saat terjadinya puncak lonjakan kasus infeksi.
 
Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Tiongkok (CCDC) ditunjuk sebagai lembaga yang bertanggung jawab atas publikasi data kasus covid-19, bukan Komisi Kesehatan Nasional (NHC) seperti sebelum Desember 2022.
 
Publikasi menyangkut jumlah kasus penderita dan kematian akibat covid-19, kata pejabat CCDC kepada pers di Beijing, Sabtu (14/1).
 
Penghentian publikasi diambil NHC bersamaan dengan penurunan status penanganan pandemi covid-19 di Tiongkok dari level A ke level B yang berarti protokol kesehatan antipandemi dilonggarkan.
 
Kebijakan tersebut kemudian diikuti dengan diizinkannya warga Tiongkok bepergian ke luar negeri mulai 8 Januari 2023.
 
Sejumlah negara membatasi kedatangan para pelaku perjalanan dari Tiongkok dengan mewajibkan hasil tes PCR negatif sebelum keberangkatan karena Tiongkok dianggap tidak transparan terkait lonjakan covid.
 
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memahami sikap beberapa negara tersebut dan mendesak Tiongkok menyediakan informasi yang memadai tentang perkembangan covid.


Baca juga: Tiongkok dan Hong Kong Lanjutkan Jalur Kereta Api Berkecepatan Tinggi

 
NHC pada Sabtu akhirnya membuka data ke publik bahwa selama 8 Desember 2022 hingga 12 Januari 2023, jumlah kematian akibat covid di Tiongkok tercatat sebanyak 59.938 kasus.
 
Jiao Yahui, pejabat NHC, mengatakan bahwa jumlah kasus positif dan tingkat keparahan akibat covid sudah melewati masa puncak.
 
Ia menyebutkan puncak covid terjadi pada 5 Januari dengan 128.000 kasus. Pada 12 Januari, kasus infeksi menurun menjadi 105.000 kasus dan tingkat okupansi di rumah sakit tinggal 75,3%.
 
Puncak kunjungan ke klinik kesehatan dan rumah sakit di Tiongkok terjadi pada 23 Desember yang menurut catatan NHC mencapai 2,87 juta per hari.
 
Sejak 12 Januari tingkat kunjungan sudah turun menjadi 477 ribu kasus.
 
Namun, dia tetap mengingatkan warga untuk waspada karena angka kasusnya masih tinggi, apalagi pada musim dingin saat ini.
 
Selain itu, Jiao mengingatkan kewaspadaan harus ditingkatkan di kawasan perdesaan karena bakal menjadi tujuan utama arus kedatangan para pemudik saat musim libur Tahun Baru Imlek yang berlangsung hingga pertengahan Februari. (Ant/OL-16)
 

 

Baca Juga

AFP/Abdul MAJEED

Ledakan di Masjid di Pakistan Tewaskan 61 Orang

👤Basuki Eka Purnama 🕔Selasa 31 Januari 2023, 05:11 WIB
Ledakan itu terjadi saat salat magrib di ibu kota Peshawar di area yang berada dekat dengan perbatasan...
Antara

Menlu: Meski Sulit, RI Berkomitmen Dorong Perdamaian di Myanmar

👤Cahya Mulyana 🕔Senin 30 Januari 2023, 22:02 WIB
Indonesia siap mengedepankan strategi dialog dengan pihak yang terlibat konflik di Myanmar. Kekuatan ASEAN diharapkan menfasilitasi dialog...
AFP/Azwar Ipank.

Kasus Rasmus Paludan, Indonesia Panggil Dubes Swedia Kampanyekan Pluralisme

👤Cahya Mulyana 🕔Senin 30 Januari 2023, 20:52 WIB
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri sudah menyampaikan secara langsung sikap terkait aksi tidak terpuji yang dilakukan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya