Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
GUBERNUR Regional setempat mengatakan pasukan Ukraina berjuang untuk mempertahankan kendali Soledar di wilayah Donetsk Timur Ukraina. Kondisi ini bertentangan dengan klaim Rusia bahwa pasukan Moskow telah merebut kota kecil tersebut.
Gubernur Donetsk Pavlo Kyrylenko mengatakan situasi di kota itu sulit dan pasukan Rusia bergerak maju dari berbagai arah, dia menambahkan bahwa Rusia telah menimbulkan banyak korban, termasuk anggota kelompok tentara bayaran Wagner.
Baca juga: Inggris Kirim Tank Berat ke Ukraina, Rusia Beri Reaksi
“Solesar tetap berada di bawah kendali militer kami, meskipun ada pertempuran jalanan dan juga pertempuran di luar kota karena musuh berusaha maju ke beberapa arah. Musuh mengalami kerugian besar,” kata Kyrylenko dalam video yang diposting di aplikasi Telegram. .
Reuters tidak dapat memverifikasi akun medan perang. Selama berhari-hari Soledar, sebuah kota tambang garam kecil, telah menjadi fokus serangan Rusia.
Komentar Kyrylenko muncul setelah Rusia mengatakan berulang kali bahwa pasukannya telah menguasai kota. Ukraina telah berulang kali membantah pengambilalihan tersebut.
Kyrylenko mengatakan garis depan berada di bawah serangan terus-menerus, “Dengan komando militer Ukraina bekerja untuk menstabilkan situasi, mengurangi kerugian dan menyelamatkan nyawa anak laki-laki kita,”.
Dia mengatakan sekitar 550 warga masih tinggal di Soledar, yang berpenduduk sekitar 10.000 jiwa sebelum perang.
Pakar militer mengatakan Soledar sendiri tidak begitu penting secara strategis tetapi telah memperoleh signifikansi politik sebagai bagian dari tujuan Moskow untuk merebut wilayah Donetsk. (CNA/OL-6)
Jet tempur Jepang cegat pengebom nuklir Rusia Tu-95MS di Laut Jepang. Ketegangan meningkat di tengah sengketa Kepulauan Kuril dan penguatan aliansi militer AS-Jepang.
Ia menjelaskan bahwa gempabumi tektonik tersebut terjadi pada 22 Januari 2026 pukul 19.42 WIB berdasarkan hasil analisis parameter terkini.
MEMASUKI awal 2026, dunia dikejutkan oleh tindakan unilateral Amerika Serikat yang sangat drastis di kawasan Karibia.
Rusia menegaskan tidak memiliki rencana merebut Greenland. Menlu Sergei Lavrov menyatakan AS memahami Moskow dan Beijing tak mengancam wilayah tersebut.
Menlu Rusia Sergei Lavrov menyebut Greenland bukan bagian alami dari Denmark. Pernyataan ini muncul di tengah ketegangan AS dan Eropa terkait rencana Donald Trump.
Di balik ketegangan NATO, media pemerintah Rusia justru memuji rencana Donald Trump mencaplok Greenland. Apakah ini taktik pecah belah Barat?
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved