Minggu 20 November 2022, 10:25 WIB

Mahathir Mohamad Kalah di Lumbung Suaranya, Kenapa?

Cahya Mulyana | Internasional
Mahathir Mohamad Kalah di Lumbung Suaranya, Kenapa?

AFP/Jewel Samad.
Mahathir Mohamad.

 

MANTAN Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad dan koalisi Gerakan Tanah Air (GTA) gagal mempertahankan kursi parlemen di Langkawi. Pria berusia 97 itu hanya mengumpulkan 4.566 suara atau kalah telak dari Mohd Suhaimi Abdullah dari Perikatan Nasional (PN) yang meraih 13.518.

Dengan raihan suara tersebut, Mahathir harus puas menempati posisi keempat dalam elektoral tersebut. Hasil ini menjadi kekalahan elektoral pertama Mahathir dalam 53 tahun.

Dalam pemilihan umum terakhir, Mahathir berhasil memenangkan kursi parlemen di Langkawi dengan Partai Keadilan Rakyat (PKR) yang mengalahkan kandidat Barisan Nasional (BN) Datuk Nawawi Ahmad dan Zubir Ahmad dari PAS dengan mayoritas 8.893 suara. Koalisi GTA terdiri dari empat partai politik, yakni Partai Aliansi Muslim India Nasional (Iman), Parti Bumiputera Perkasa Malaysia (Putra), Parti Barisan Jemaah Islamiah Se-Malaysia (Berjasa) dan Pejuang, partai yang dipimpin oleh Mahathir. Ini juga termasuk LSM, akademisi, dan individu.

Mahathir memegang rekor dunia sebagai perdana menteri tertua. Tak hanya itu, ia merupakan perdana menteri dengan jabatan terlama di Malaysia, setelah menjabat selama 22 tahun hingga 2003.

Setelah itu, ia kembali menjabat sebagai perdana menteri setelah Pakatan Harapan (PH) meraih kemenangan pada 2018. Saat itu, ia mengalahkan UMNO yang membawanya ke posisi serupa sebelumnya.

Selama karier politiknya, ia juga menjabat sebagai menteri pendidikan pada 2020 dan dua kali menjabat sebagai Menteri Keuangan Malaysia. Bulan lalu, dia mengatakan bahwa dia terbuka untuk menjadi perdana menteri untuk ketiga kali.

Analis politik James Chin mengatakan Mahathir dihormati secara luas sebagai mantan perdana menteri. Namun rakyat Malaysia belum memaafkan bahwa Mahathir telah membuat kesalahan besar saat kembali ke masa jabatan keduanya sebagai perdana menteri.

Pernyataan serupa dilontarkan Pengamat Politik Serina Abdul Rahman. Dia menilai kekalahan Mahathir harus membuatnya mengakhiri perjalanan politiknya. "Mungkin sebagian dari pemilih ialah mereka yang berpikir (Mahathir) benar-benar harus beristirahat dan mungkin itu suara simpati baginya untuk pensiun," katanya. (CNA/OL-14)

Baca Juga

AFP

Aksi Protes Kebijakan Covid-19 Meluas di Wilayah Tiongkok

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Senin 28 November 2022, 21:30 WIB
Dalam beberapa hari terakhir, warga di sejumlah wilayah Tiongkok memprotes kebijakan pembatasan ketat akibat kenaikan kasus...
Ist

Kunjungan ke Bangkok, Delegasi DPD RI Soroti Kemajuan Pertanian Thailand

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 28 November 2022, 19:35 WIB
Sektor pertanian Thailand merupakan sektor prioritas yang langsung ditetapkan oleh Raja Thailand, Maha...
Ist/DPR

Bertemu Raja Sihamoni, Puan Berbagi Kenangan Masa Lalu RI-Kamboja

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 28 November 2022, 18:09 WIB
Saat Puan datang, ia langsung diajak Raja Kamboja, Norodom Sihamoni ke ruang tamu kerajaan dan keduanya berbincang hangat cukup...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya