Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Staf Gabungan Amerika Serikat (AS) Jenderal Mark Milley mengatakan stafnya mencoba menghubungi Jenderal Rusia, Valery Gerasimov, untuk meminta maaf atas tuduhan Ukraina tentang ledakan rudal di Polandia. Tetapi upaya itu tidak berhasil.
Milley sebelumnya berbicara dengan rekan-rekannya dari kalangan militer di Ukraina dan Polandia membahas rudal yang menewaskan dua orang.
Dia mengatakan perlambatan operasi militer Rusia di musim dingin dapat memberikan kesempatan untuk bernegosiasi.
“Anda ingin bernegosiasi pada saat Anda berada dalam kekuatan Anda, dan lawan Anda berada dalam kelemahan,” tutur Milley saat memberikan keterangan resmi di Pentagon.
Baca juga: Rudal yang Hantam Polandia Milik Ukraina, NATO dan Zelensky Tetap Salahkan Rusia
Jika pertempuran mereda, Milley mengatakan itu bisa menjadi jendela untuk pembicaraan tentang solusi politik. Namun kurangnya komunikasi menimbulkan kekhawatiran tentang gangguan hubungan AS-Rusia.
Sebelum para pemimpin NATO dan AS meyakini bahwa serangan itu diluncurkan oleh pertahanan udara Ukraina, Ukraina sempat menuduh pelakunya Rusia. Fitnah itu pun sempat dipercaya sejumlah pemimpin dunia.
Beberapa pejabat pertahanan AS mengatakan bukan hal yang aneh jika Gerasimov tidak tersedia untuk dihubungi. Namun kondisi itu dapat memperburuk hubungan AS dan Rusia.
“Kurangnya komunikasi mengkhawatirkan, terutama mengingat implikasi potensial dari serangan itu. Jalur komunikasi yang terbuka sangat penting jika kita ingin menghindari risiko konflik yang disebabkan oleh kesalahpahaman, salah perhitungan, atau kesalahan,” kata Direktur Eksekutif the Centre for Arms Control and Non-Proliferation di Washington, John Tierney.
Sementara Menteri Pertahanan AS, Lloyd Austin, mengatakan bahwa mereka mengharapkan Ukraina untuk terus berjuang selama musim dingin. AS serta sekutunya akan terus memberikan lebih banyak dukungan dan senjata. (Stuff/Cah/OL-09)
Ketua Umum Apindo Shinta Widjaja Kamdani menyebut risiko serangan AS ke Iran tidak hanya berasal dari sentimen pasar tetapi juga dari potensi gangguan jalur energi dan perdagangan global.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa operasi yang dilakukan AS terhadap Venezuela dapat menjadi contoh dalam menghadapi dinamika kekuasaan di Iran.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa operasi militer negaranya akan terus berlangsung dengan kekuatan penuh.
Jajak pendapat Reuters/Ipsos tunjukkan hanya 25% warga AS dukung serangan ke Iran. Risiko lonjakan harga BBM dan korban jiwa tentara jadi ancaman bagi posisi Trump.
Pemerintah Tiongkok menyampaikan keprihatinan mendalam atas serangan militer terhadap Iran yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel.
Sebanyak sembilan orang dilaporkan tewas dan 40 lainnya mengalami luka-luka dalam bentrokan antara aparat kepolisian dan pengunjuk rasa Konsulat Amerika Serikat di Karachi, Pakistan.
Sistem rudal bahu tersebut disebut akan dipasok Rusia ke Iran secara bertahap dalam beberapa tahun ke depan sebagai bagian dari kontrak bernilai ratusan juta euro.
Uni Eropa mengusulkan larangan transportasi dan layanan minyak Rusia, namun AS menolak dukungan, sementara negara G7 lain belum memberikan janji jelas.
NORAD kerahkan jet tempur F-35 untuk membayangi armada militer Rusia di zona ADIZ Alaska. AS tegaskan aktivitas ini rutin terjadi dan bukan merupakan ancaman.
Keputusan SpaceX memblokir akses Starlink bagi pasukan Rusia membawa dampak fatal. Koordinasi serangan drone Moskow lumpuh, memberi peluang emas bagi serangan balik Ukraina.
PRESIDEN Ukraina Volodymyr Zelensky melontarkan kritik keras terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin dengan menyebutnya sebagai budak perang setelah serangan Rusia berdampak pada listrik
Sejumlah negara Eropa dilaporkan bahas pengembangan penangkal nuklir pertama sejak Perang Dingin, respons ancaman Rusia dan dinamika NATO.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved