Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
KRISIS energi yang disebabkan konflik Rusia-Ukraina, membuat banyak negara di dunia berebut untuk menopang keamanan energi di wilayahnya.
Adapun krisis menyebabkan banyak negara tidak lagi mementingkan agenda krisis iklim untuk menyelamatkan Bumi. Berdasarkan analisa Climate Action Tracker (CAT), sektor industri minyak dan gas di seluruh dunia mendorong bahan bakal fosil sebagai jalan keluar dari krisis.
Proses pembaruan NDC Glasgow telah gagal memberikan pengurangan emisi sebagaimana perjanjian dunia untuk menjaga peningkatan pemanasan global hingga 1,5°C. Dalam studi itu, disebutkan bahwa dunia sedang menuju 2,4°C pemanasan di bawah target 2030 saat ini.
Baca juga: COP-27 Mesir, BPDLH Berbagi Best Practices Pengelolaan Dana Iklim
Beberapa negara, seperti Australia, UEA, Norwegia dan Thailand sudah cukup baik dalam target pengurangan emisi. Namun, tampaknya tidak cukup mempengaruhi pergerakan angka suhu global menjadi turun.
Pasalnya, pada saat yang sama, tiga negara pertama yang disebutkan justru meningkatkan ekspor bahan bakar fosil, terutama gas dan LNG. Sementara itu, Thailand merencanakan peningkatan besar-besaran dalam impor LNG yang akan merusak energi terbarukan.
“Komitmen Indonesia berkaitan dengan iklim yang diperbarui pada September 2022, gagal mendorong emisi tambahan," demikian bunyi studi CAT, yang juga menganalisi kondisi Indonesia.
Baca juga: Sekjen PBB: Dampak Perubahan Iklim Mengancam Kelangsungan Manusia
"Target pengurangannya jauh di atas lintasan emisi di bawah kebijakan saat ini. Itu dikemukakan saat penghapusan batu bara pada 2050. Namun, terbuka untuk memindahkannya ke 2040-an dengan dukungan internasional,” lanjut studi tersebut.
Secara umum, studi juga menyebut tidak ada peningkatan substansial dari janji nol bersih yang ada sejak COP26. Pemanasan bisa mencapai 1,8°C, jika semua target yang dibahas dilaksanakan sepenuhnya. Namun, ternyata tidak berubah dari tahun lalu.
Komitmen untuk keluarnya batubara Glasgow tidak menentukan tindakan pada 2022. Kesepakatan untuk ‘mengurangi bertahap’ batu bara di bawah Pakta Iklim Glasgow, sebagian besar telah diabaikan oleh negara produsen batu bara terbesar.(OL-11)
Nilai tukar rial Iran jatuh ke level terendah sepanjang sejarah, memicu inflasi pangan hingga 70%.
Mata uang Iran anjlok ke level kritis. US$1 tembus 1,4 juta rial, ekonomi lumpuh dan protes nasional meledak di berbagai kota.
Presiden Argentina Javier Milei menghadapi ujian besar dua tahun setelah menjabat.
Donald Trump mengungkapkan bantuan AS senilai US$20 miliar kepada Argentina bertujuan membantu Javier Milei menang dalam pemilu sela.
MENJELANG satu tahun pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, ancaman krisis ekologis dinilai masih menjadi hal yang harus diperjuangkan.
EKONOM senior Didin S. Damanhuri memperingatkan dampak serius dari kebijakan tarif impor As yang ditentukan Donald Trump terhadap Indonesia.
Memasuki awal 2026, lanskap ekonomi global menunjukkan tanda-tanda stabilisasi yang lebih nyata dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.
Lonjakan harga emas dunia yang menembus level psikologis USD 4.700 per troy ons dipicu oleh pernyataan kontroversial Presiden AS Donald Trump.
Tiongkok cetak rekor surplus dagang US$1,2 triliun tahun 2025. Meski ditekan tarif Trump, diversifikasi pasar dan ekspor EV tetap memperkuat dominasi global Beijing.
Di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global yang masih membayangi, perekonomian Indonesia dinilai tetap menunjukkan ketahanan yang relatif solid.
Pemerintah menyatakan perekonomian Indonesia sepanjang 2025 tetap menunjukkan ketahanan dan kinerja yang solid meskipun dihadapkan pada ketidakpastian ekonomi global.
SEJUMLAH ekonom global percaya ekonomi Amerika Serikat (AS) diperkirakan tetap tangguh pada 2026, sementara kawasan euro (zona euro) menghadapi optimisme yang hati-hati.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved