Jumat 11 November 2022, 22:33 WIB

Jokowi Ajak Tiongkok Atasi Krisis Global dan Jaga Stabilitas Kawasan

Indriyani Astuti | Internasional
Jokowi Ajak Tiongkok Atasi Krisis Global dan Jaga Stabilitas Kawasan

Antara
Presiden Jokowi saat menghadiri KTT ASEAN di Phnom Penh, Kamboja.

 

PRESIDEN Joko Widodo mengajak negara-negara ASEAN dan Tiongkok sebagai mitra strategis, memastikan krisis global tidak menjalar di kawasan. 

Hal itu disampaikan Jokowi, sapaan akrabnya, dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN–Tiongkok ke-25 di Phnom Penh, Kamboja, pada Jumat (11/11) ini.

Presiden menilai hal yang perlu ditangani sebagai prioritas adalah ketahanan pangan. Kawasan ASEAN serta Tiongkok perlu menjamin ketersediaan dan keterjangkauan pangan terhadap lebih dari 2 miliar penduduk.

Baca juga: Xi Pasti Hadir di Bali dan Berdialog dengan Biden

"Ketahanan pangan kawasan harus menjadi prioritas utama,” tegas Jokowi.

Dalam KTT yang dihadiri pemimpin ASEAN dan Perdana Menteri Tiongkok Li Keqiang, Jokowi mengatakan bahwa kawasan masih rentan terhadap supply shocks produk pangan. 

ASEAN harus mengeluarkan US$61 miliar untuk impor pangan. Mengingat, ASEAN merupakan salah satu konsumen terbesar gandum dan kedelai dunia. Jokowi menilai Tiongkok memiliki kapasitas besar untuk memperkuat strategi ketahanan pangan.

"Kita harus bekerja amankan rantai pasok dan stabilisasi harga pangan. Saya berharap ASEAN-Tiongkok dapat berkolaborasi dalam memastikan buffer cadangan pangan dan mekanisme darurat pangan kawasan. Mengembangkan produksi pangan di kawasan dan investasi pada inovasi pertanian,” imbuh Jokowi.

Baca juga: KTT ASEAN, Begini Sikap RI Terhadap Krisis Myanmar

Lalu kedua, menjaga stabilisasi finansial kawasan. Pasalnya, saat ini ancaman resesi merupakan tantangan besar bagi negara-negara di dunia. “Melalui sinergi kebijakan, kita dapat memastikan langkah yang paling efektif cegah resesi dan memperoleh dukungan likuiditas,” pungkasnya.

Terakhir, Presiden menginginkan agar perdamaian dan stabilitas kawasan terjaga. Jokowi menilai Tiongkok sebagai negara besar di kawasan, punya tanggung jawab untuk menciptakan situasi kondusif. 

Menurut Presiden, hal itu hanya bisa dicapai dengan membangun strategic trust dan penghormatan terhadap hukum internasional. Termasuk, UNCLOS 1982 dalam mengelola rivalitas di kawasan dan menyelesaikan isu Laut China Selatan.(OL-11)

Baca Juga

AFP/Jack Taylor.

Tips Liburan ke Thailand Low Budget, Pemula Merapat

👤Meilani Teniwut 🕔Sabtu 03 Desember 2022, 16:20 WIB
Supaya liburan kamu tetap terasa aman dan nyaman, simak selengkapnya di bawah ini, ya! Happy...
FAZRY ISMAIL / POOL / AFP Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim

Anwar Ibrahim Umumkan 28 Pembantunya untuk Stabilitas Politik

👤Cahya Mulyana 🕔Sabtu 03 Desember 2022, 13:56 WIB
Perdana Menteri (PM) ke-10 Malaysia Anwar Ibrahim merangkap jabatan sebagai Menteri Keuangan. Keputusan itu terungkap dari susunan...
AFP

Snowden Senang dapat Paspor Rusia

👤Cahya Mulyana 🕔Sabtu 03 Desember 2022, 13:49 WIB
Eks mata-mata Amerika Serikat (AS) Edward Snowden telah menerima paspor Rusia setelah bersumpah setia kepada negara barunya itu sejak...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya