Rabu 09 November 2022, 19:52 WIB

Tebusan tidak Dipenuhi, Peretas Bocorkan Data Asuransi Australia

Ferdian Ananda Majni | Internasional
Tebusan tidak Dipenuhi, Peretas Bocorkan Data Asuransi Australia

DOK.MI
Ilustrasi hacker

 

PERETAS bernama Geng Pemerasan mulai membocorkan rincian rekam medis 10 juta penduduk Australia termasuk nama, alamat dan informasi pribadi lainnya. Itu setelah perusahaan asuransi, MediBank menolak membayar uang tebusan.

Media lokal melaporkan bahwa data tersebut diunggah di sebuah forum yang terkait dengan REvil, sebuah kelompok kejahatan ransomware yang dilaporkan Rusia dan ditutup awal tahun ini atas permintaan Amerika Serikat.

CEO Medibank, David Koczkar, mengatakan dalam sebuah pernyataan kebocoran itu dirancang untuk merugikan pelanggan perusahaannya. Medibank telah menjadi sasaran serangan siber bulan lalu dengan total data yang dicuri Geng Pemerasan mencapai 9,7 juta.

"Selalu mengejutkan jika data Anda bocor secara online, terutama volume sensitivitas ini," kata Pakar Keamanan Siber Dan Direktur Regional Microsoft di Australia, Troy HuntHunt, Rabu (9/11).

Dia menilai penyimpanan data pribadi harus menjadi perhatian semua pihak. Jika abai, data itu dapat dengan mudah diretas dan disebarluaskan atau digunakan pihak yang tidak bertanggung jawab.

"Anda menginginkan asuransi kesehatan maka mereka perlu menyimpan informasi semacam ini dengan tepat," jelasnya.


Baca juga: Aksi Mogok Nasional atas Inflasi Ganggu Transportasi di Yunani


Sementara itu, Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese mengatakan pihaknya telah bekerja sama dengan pihak berwenang untuk menanggapi serangan siber. Isu ini menjadi serangkaian kasus yang mencuat, termasuk menyerang perusahaan telekomunikasi terbesar kedua di negara itu.

"Ini sangat sulit bagi orang-orang. Saya juga pelanggan pribadi Medibank, dan akan menjadi perhatian bahwa beberapa informasi ini telah tersebar di sana," katanya.

Pada Senin (7/11), Geng Pemerasan mengancam akan mempublikasikan data milik MediaBank yang diretas dalam waktu 24 jam jika uang tebusan tidak dibayarkan. Medibank enggan menanggapinya karena menuruti keinginan peretaa tidak menjamin keamanan data.

Menteri Keamanan Siber Australia, Clare O'Neil mendukung keputusan Medibank untuk tidak membayar tebusan yang diminta Geng Pemerasan. Dia juga mendesak seluruh platform media sosial dan organisasi media untuk tidak memfasilitasi pembagian riwayat medis yang dicuri dari MediaBank.

"Jika Anda melakukannya, Anda akan membantu dan bersekongkol dengan para bajingan yang berada di jantung tindakan kriminal ini dan saya tahu bahwa Anda tidak akan melakukan itu terhadap negara Anda sendiri dan warga negara Anda sendiri," kata O'Neil kepada parlemen. (Aljazeera/OL-16)

 

Baca Juga

AFP

PBB: Warga Sipil Ukraina Hadapi Ujian Bertahan Hidup

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Rabu 07 Desember 2022, 19:20 WIB
Wakil Sekretaris Jenderal untuk Urusan Kemanusiaan, Martin Griffiths, merinci kepada Dewan Keamanan PBB bahwa jumlah kematian yang...
Antara

Indonesia-Selandia Baru Bahas Kerja Sama Jaminan Produk Halal

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 07 Desember 2022, 17:19 WIB
Wamenag berharap, kerja sama jaminan produk halal yang dilakukan dapat memberikan keuntungan bagi dua...
AFP/SPENCER PLATT

Gelombang PHK Menghantui AS

👤Fetry Wuryasti 🕔Rabu 07 Desember 2022, 13:30 WIB
Bank of America Corp pun juga mulai memperlambat proses perekrutan. Morgan Stanley saat ini diperkirakan akan mulai memangkas tenaga...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya