Minggu 06 November 2022, 22:20 WIB

Waspadai Ancaman, PM Jepang Tambah Anggaran Pertahanan

Cahya Mulyana | Internasional
Waspadai Ancaman, PM Jepang Tambah Anggaran Pertahanan

AFP
PM Jepang Fumio Kishida saat menyampaikan keterangan pers.

 

PERDANA Menteri (PM) Jepang Fumio Kishida berjanji untuk meningkatkan kapasitas angkatan laut dan militer di Negeri Sakura. Dirinya pun meminta pasukan militer agar bersiap menghadapi potensi agresor.

Kishida juga mengutuk invasi Rusia di Ukraina, serta mengecam uji coba rudal oleh Korea Utara belum lama ini. Diketahui, uji coba rudal tersebut untuk pertama kalinya sejak 2017, melintasi wilayah Jepang dan memicu peringatan evakuasi.

"Kita harus mempersiapkan diri ketika aktor yang melawan aturan muncul. Serta, menggunakan kekuatan atau ancaman untuk menghancurkan perdamaian dan keselamatan negara lain," tegas Kishida saat meninjau armada internasional Jepang.

Baca juga: Korut Tembakkan Rentetan Artileri ke Zona Penyangga

"Kami akan mempercepat diskusi realistis tentang apa yang dibutuhkan. Untuk membela rakyat kami dengan mempertahankan semua opsi," imbuhnya.

Pernyataan pemimpin Jepang itu datang saat Tokyo sedang menyusun rencana keamanan, yang mungkin menyerukan penaikan anggaran pertahanan negara dalam 5 tahun terakhir. Itu akan mewakili perubahan besar di Jepang, di mana konstitusi pasifis membatasi kapasitas militer.

“Peningkatan (kapasitas angkatan laut Jepang) tidak bisa menunggu, termasuk pembangunan kapal angkatan laut baru. Memperkuat kapasitas pertahanan rudal, peningkatan kinerja dan kompensasi untuk personel militer,” jelas Kishida.

Baca juga: Antisipasi Rudal Korut, Jepang Umumkan Evakuasi di Tiga Wilayah

Dia tidak menyebut nama Tiongkok tetapi mengatakan bahwa lingkungan keamanan nasional di sekitar negara kita tumbuh lebih parah termasuk Laut China Timur dan Laut China Selatan. Beijing telah mengambil posisi tegas dalam sengketa teritorial dengan negara-negara termasuk Jepang.

Kishida menambahkan bahwa Jepang akan memastikan transparansi pengeluaran militernya. "Jepang akan mempertahankan cara kami sebagai negara pasifis seperti yang telah kami lakukan sejak akhir (Perang Dunia II)," katanya.

Tinjauan armada mengumpulkan kapal-kapal dari Jepang dan 12 negara lain termasuk Australia, India, dan Amerika Serikat di Teluk Sagami, selatan Tokyo. Korea Selatan juga mengambil bagian untuk pertama kalinya dalam tujuh tahun, ketika Tokyo dan Seoul berusaha untuk memperbaiki hubungan yang tegang.(AFP/OL-11)
 

 

 

Baca Juga

AFP KCNA VIA KNS

Tiga Negara Jatuhkan Sanksi ke Korut

👤Cahya Mulyana 🕔Jumat 02 Desember 2022, 17:30 WIB
Tiga negara telah memberlakukan sanksi baru terhadap individu dan entitas Korea Utara (Korut) sebagai tanggapan atas uji coba rudal...
AFP

13.000 Tentara Ukraina Tewas Selama Invasi Rusia

👤Cahya Mulyana 🕔Jumat 02 Desember 2022, 14:52 WIB
Selain masih harus membendung serangan militer Rusia di sejumlah wilayah, tentara Ukraina juga berjuang di tengah cuaca yang semakin...
Robyn Beck / AFP

Kemlu Belum Pastikan Kedatangan Duta LGBTI+

👤Cahya Mulyana 🕔Jumat 02 Desember 2022, 14:44 WIB
Menurut dia, Kemlu belum dapat memberikan informasi mengenai kepastian kedatangan utusan AS...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya