Headline
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Kumpulan Berita DPR RI
Diplomasi perubahan iklim antara Tiongkok dan Amerika Serikat (AS) tidak dapat dipisahkan dari ketegangan politik yang lebih luas antara kedua belah pihak. Oleh karena itu, Washington harus bertanggung jawab atas kegagalan pembicaraan tersebut. Perihal itu disampaikan kementerian luar negeri Tiongkok.
Hampir 200 negara akan berkumpul di Sharm El-Sheikh di Mesir untuk putaran lain negosiasi iklim global, tetapi ketegangan diplomatik antara dua sumber terbesar gas rumah kaca pemanasan iklim telah mengancam untuk membayangi pertemuan, yang dikenal sebagai COP27.
Perjanjian dan deklarasi bersama oleh Beijing dan Washington membantu mendorong Perjanjian Paris yang penting pada tahun 2015, tetapi Tiongkok menangguhkan semua diskusi bilateral pada bulan Agustus setelah kunjungan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat AS Nancy Pelosi ke Taiwan, sebuah pulau yang memiliki pemerintahan sendiri yang diklaim Tiongkok.
“Tiongkok dan Amerika Serikat sebelumnya mengembangkan kerja sama yang baik di bidang perubahan iklim, bekerja sama untuk mencapai dan memberlakukan Perjanjian Paris," kata juru bicara kementerian luar negeri dalam sebuah pernyataan pada Kamis malam (3/11).
"Pada saat yang sama, kerja sama iklim Tiongkok-AS tidak dapat dipisahkan dari iklim hubungan bilateral yang luas," tambah juru bicara itu, mencatat bahwa pelanggaran serius kedaulatan Tiongkok” kata Pelosi di Taiwan.
"Pihak Amerika Serikat harus bertanggung jawab atas ini,”
Tiongkok belum menangguhkan kerja sama dengan negara lain dan akan terus mendukung proses negosiasi iklim multilateral, kata juru bicara itu, seraya menambahkan bahwa Tiongkok bersedia berkomunikasi dan berkoordinasi dengan semua pihak untuk memastikan COP27 berhasil.
Ekspektasi menjelang COP27 sudah rendah di tengah kekhawatiran global tentang pasokan energi yang dibawa oleh invasi Rusia ke Ukraina, dan memburuknya hubungan Tiongkok-AS telah mendorong ekspektasi tersebut lebih rendah lagi, kata para ahli.
“Kolaborasi AS-Tiongkok dalam komitmen iklim adalah sesuatu yang sangat membantu di masa lalu,” kata Frank Jotzo, direktur Pusat Kebijakan Iklim dan Energi di Australian National University.
"Itu tidak ada lagi, dan benar-benar tidak ada banyak prospek untuk muncul kembali," katanya pada briefing Kamis. (AFP/OL-12)
Masa pensiun ISS mendekat pada 2030, namun stasiun ruang angkasa komersial penggantinya belum siap. AS hadapi risiko keamanan nasional dan persaingan ketat dengan Tiongkok.
Beijing dengan tegas menentang penggunaan kekuatan dalam hubungan internasional.
Dalam konflik yang terjadi selama Ramadan, Iran disebut memperoleh dukungan dari kedua negara tersebut, meskipun Beijing menyatakan sikap netral.
Komandan Shenzhou 21, Zhang Lu, baru saja mengukir sejarah sebagai astronaut Tiongkok dengan aktivitas luar kendaraan (EVA) terbanyak. Simak detail misinya!
Kuba hadapi krisis energi terburuk akibat blokade minyak AS. Tiongkok gerak cepat pasok teknologi solar sebagai tandingan dominasi geopolitik Donald Trump.
Angkatan Laut AS memensiunkan kapal penyapu ranjau di tengah ancaman Iran di Selat Hormuz. Simak perbandingan kekuatan maritim AS vs Tiongkok di sini.
RENCANA pengendalian bersama Selat Hormuz oleh Amerika Serikat dan Iran menjadi dinamika baru yang berpotensi mengubah peta kekuatan di Timur Tengah, di tengah konflik
PM Jepang Sanae Takaichi menegaskan upaya diplomasi untuk meredakan ketegangan di Selat Hormuz di tengah konflik AS-Israel dan Iran.
Pemerintah Iran membantah keras klaim Presiden Amerika Serikat, Donald Trump terkait adanya pembicaraan penghentian perang.
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf membantah adanya pembicaraan dengan Amerika Serikat (AS).
Presiden Donald Trump mengatakan Selat Hormuz akan segera dibuka di bawah pengawasan AS dan Iran.
Hanya beberapa hari setelah pelantikan Presiden Donald Trump pada Januari 2025, serangkaian insiden kecelakaan pesawat fatal mengguncang kepercayaan publik terhadap sistem
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved