Headline

Istana minta Polri jaga situasi kondusif.

AS Hentikan Bebas Bea untuk Paket Kecil, Bisnis Kecil Terancam Terguncang

Thalatie K Yani
29/8/2025 07:55
AS Hentikan Bebas Bea untuk Paket Kecil, Bisnis Kecil Terancam Terguncang
Ilustrasi(freepik)

AMERIKA Serikat akan mengakhiri aturan bebas bea masuk untuk paket kecil senilai hingga US$800 mulai Jumat (29/8). Kebijakan ini membuat banyak layanan pos dunia menunda atau bahkan menghentikan pengiriman ke AS, sementara sejumlah pelaku usaha kecil mulai mempertimbangkan kenaikan harga.

Aturan yang dihapuskan pemerintahan Donald Trump ini sebelumnya memungkinkan barang bernilai rendah masuk tanpa bea. Ke depan, paket akan dikenakan tarif sesuai negara asal atau bea khusus yang berkisar US$80-US$200 per item. Penasihat perdagangan Gedung Putih, Peter Navarro, menyebut langkah ini sebagai upaya menutup “celah” yang kerap dimanfaatkan untuk penyelundupan narkotika sekaligus menambah pemasukan tarif.

Namun, waktu persiapan yang singkat memicu kekacauan. Sejumlah layanan pos di Eropa, Asia, hingga Australia menyatakan tak lagi menerima kiriman menuju AS. Persatuan Pos Universal (UPU) bahkan mencatat 25 negara anggota telah menghentikan sementara layanan pos ke AS.

Situasi ini membuat banyak usaha kecil kelabakan. Liz Nieburg, pemilik toko online SocksFox asal Inggris, menghentikan pengiriman ke AS yang menyumbang sekitar 20% penjualannya. Ia menilai satu-satunya cara bertahan adalah menaikkan harga. “Margin kami terlalu tipis untuk menanggung biaya tambahan,” ujarnya.

Hal serupa dialami pebisnis lain. Ken Huening, pemilik perusahaan CoverSeal di California, harus menghapus layanan ongkos kirim gratis karena produknya dibuat di Tiongkok dan Meksiko, yang kini terkena tarif. “Industri tekstil dan manufaktur di AS belum tersedia. Kalau keburu ada, bisa jadi bisnis kecil sudah gulung tikar,” katanya.

Pelaku usaha dari Kanada hingga Thailand juga mengeluhkan kebingungan konsumen AS yang tidak paham cara kerja tarif. Haley Massicotte, pemilik Oak & Willow, menyebut pelanggannya kerap kaget dengan biaya tambahan. Sementara Sarah Louise Jour, penjual keramik di Bangkok, terpaksa memakai jasa pengiriman lebih mahal untuk memenuhi 90% pesanan dari pembeli di AS.

Pakar ekonomi dari Cornell University, Li Chen, memperingatkan dampaknya akan lebih terasa pada bisnis kecil dibanding perusahaan besar yang masih mampu menahan beban. “Kini semua paket harus melewati bea cukai, sehingga bisa terjadi keterlambatan dan kenaikan harga,” jelasnya.

Dengan puncak belanja musim liburan yang semakin dekat, banyak pelaku usaha kecil khawatir. Seperti diungkap Massicotte: “Perang tarif ini pada akhirnya hanya akan merugikan konsumen Amerika maupun Kanada, terutama pemilik usaha kecil.” (AFP/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya