Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
ANALIS Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova memperkirakan tren pelemahan indeks harga saham gabungan (IHSG) masih terus berlanjut. Ia menyebut jika level support terdekat di 5.878 tertembus, IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan hingga ke level 5.760.
"Potensi pelemahan IHSG masih mungkin terjadi," ujarnya kepada Media Indonesia, Selasa (8/4).
Kendati demikian, Ivan menjelaskan sejak Maret lalu, volatilitas IHSG cenderung meningkat. Artinya, meskipun tekanan jual cukup tinggi, IHSG masih memiliki potensi untuk mengalami pembalikan arah (rebound), terutama ketika pergerakannya mendekati atau turun di bawah level psikologis 6.000. Saat ini, katanya, level resistance penting IHSG berada di angka 6.510.
"Jika IHSG mampu menembus level ini, maka ada potensi pembalikan tren menjadi penguatan," ucapnya.
Dihubungi terpisah, analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menyampaikan koreksi IHSG dipengaruhi oleh sentimen global. Sepanjang libur Lebaran kemarin, bursa global menunjukkan reaksi negatif terhadap kebijakan tarif impor terbaru dari Amerika Serikat yang mulai berlaku pada 2 April lalu.
"Hal ini berdampak pada tekanan terhadap nilai tukar rupiah serta IHSG, ditandai dengan kecenderungan arus keluar dana asing yang tinggi," terangnya.
Meskipun secara umum pasar masih berada dalam fase koreksi, Herditya menila dalam jangka pendek IHSG masih memiliki peluang untuk menguat secara teknikal. Hal ini bergantung pada kemampuan indeks bertahan di atas level support.
Untuk saat ini, level support IHSG berada di kisaran 5.879, sementara level resistance diperkirakan berada di angka 6.030. Jika pada sesi perdagangan ke depan indeks mampu menembus resistance tersebut, maka ada kemungkinan terjadi penguatan lanjutan, meski dalam konteks korektif. (H-4)
Sejalan dengan penguatan IHSG, kapitalisasi pasar BEI turut meningkat sebesar 1,79% menjadi Rp16.301 triliun, dari Rp16.014 triliun pada pekan sebelumnya.
INDEKS harga saham gabungan (IHSG) mencatat sejarah dengan menembus level tertinggi sepanjang masa. IHSG menguat 1,72% ke level 8.257,859 pada penutupan perdagangan pekan ini, Jumat (10/10).
Indeks harga saham gabungan (IHSG) menutup perdagangan selama sepekan terakhir dengan penguatan tipis sebesar 0,23% ke level 8.118,301.
INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan bergerak terbatas namun tetap berpeluang menguat pada pekan depan.
Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) selama sepekan mengalami kenaikan sebesar 4,01%.
Peningkatan tertinggi terjadi pada rata-rata volume transaksi harian bursa pekan ini yaitu sebesar 19,22% menjadi 22,54 miliar lembar saham.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved