Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
RUSIA menyatakan operasi militer khusus di Ukraina bukan hanya membantu separatis pro-Rusia. Tujuan utamanya untuk memangkas hegemoni negara-negara Barat atau Blok Barat.
"Rusia memerangi barat secara kolektif, bukan hanya Ukraina," kata Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu.
Baca juga: Ukraina Kecam Serangan Rusia di Dekat PLTN sebagai Terorisme Nuklir
Ia mengatakan peperangan di Ukraina telah menewaskan 5.937 tentara Rusia sejak intervensi Februari. Pidato pengakuan kerugian Rusia ini disiarkan langsung oleh televisi Rusia.
"Kerugian kami untuk hari ini adalah 5.937 orang tewas," tutup Shoigu. (AFP/OL-5)
Presiden Zelenskyy menyatakan dokumen jaminan keamanan AS-Ukraina siap diteken usai pertemuan trilateral di Abu Dhabi. Isu teritorial masih jadi ganjalan utama.
Amerika Serikat menilai Rusia dan Ukraina mencatat kemajuan penting setelah sepakat melanjutkan perundingan damai langsung di Abu Dhabi, meski konflik dan perbedaan utama masih membayangi.
Serangan besar Rusia menghantam Kyiv dan Kharkiv, menewaskan satu orang dan melukai sedikitnya 23 lainnya. Serangan drone dan rudal terjadi di tengah upaya diplomasi damai.
Menurut Donald Trump, satu-satunya faktor yang membuat posisi Ukraina tetap bertahan hingga saat ini adalah peran dirinya.
Namun pada 3 Januari, Rusia hanya berdiri dan menyaksikan ketika Amerika Serikat (AS) secara paksa membawa Maduro dan istrinya ke New York.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky resmi menunjuk Kyrylo Budanov sebagai Kepala Staf Presiden di tengah skandal korupsi dan perombakan kabinet besar-besaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved