Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Rusia Vladimir Putin telah mengatakan kepada Perdana Menteri India Narendra Modi bahwa dirinya menginginkan perang di Ukraina segera berakhir. Dunia tidak membutuhkan perang dalam menyelesaikan masalah tapi dengan demokrasi, diplomasi, dan dialog.
"Kami akan melakukan segalanya untuk menghentikan ini sesegera mungkin. Sayangnya, pihak lawan, pimpinan Ukraina, mengumumkan penolakannya terhadap proses negosiasi dan menyatakan ingin mencapai tujuannya dengan cara militer," papar Putin kepada Modi sela-sela pertemuan puncak Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) di Samarkand, Uzbekistan.
Ia mengatakan dunia membutuhkan cara baru untuk menyelesaikan masalah. Dulu dengan perang tetapi kini dengan cara-cara yang elegan yakni demokrasi, dialog dan diplomasi.
Baca juga: Kuburan Massal Ratusan Mayat di Izyum Bukti Kekejaman Rusia
“Saya tahu bahwa era hari ini bukanlah era perang dan saya telah berbicara dengan Anda di telepon tentang hal ini," tambahnya.
Dia mengatakan demokrasi, diplomasi dan dialog dapat menjaga dunia tetap dalam kedamaian. Tetapi niatnya itu, bernegosiasi, kata Putin, ditolak Kyiev.
Ukraina, lanjut dia, bertekad untuk mencapai tujuannya lewat medan perang.
“Saya tahu posisi Anda (Modi) dalam konflik di Ukraina, kekhawatiran Anda yang terus-menerus Anda ungkapkan,” katanya.
New Delhi dan Moskow memiliki hubungan baik sejak perang dingin. Rusia sejauh ini tetap menjadi pemasok senjata terbesar India.
Saat ini, Rusia menguasai sekitar seperlima Ukraina setelah mengirim angkatan bersenjatanya ke wilayah tetangganya dari beberapa arah pada Februari.
Moskow mengatakan operasi militer khusus diperlukan untuk mencegah Ukraina digunakan sebagai platform untuk agresi Barat dan untuk membela penutur bahasa Rusia.
Kiev dan sekutu Baratnya menolak argumen ini sebagai dalih tidak berdasar untuk perang agresi gaya kekaisaran, dan telah mendesak Rusia untuk mundur tanpa syarat. Pada 6 September, Kiev melancarkan serangan balasan yang mengejutkan pasukan Rusia.
Serangan kilat mengakibatkan pasukan Ukraina merebut kembali sekitar 8.000 km persegi (3.090 mil persegi) wilayah di wilayah Kharkiv.
Putin telah membuat komentar serupa kepada pemimpin Tiongkok Xi Jinping.
Rusia berusaha menjalin hubungan yang lebih erat dengan Tiongkok dan India saat Moskow menghadapi isolasi dan sanksi berat dari Barat atas invasinya ke Ukraina.
Kedua negara telah meningkatkan pembelian energi Rusia berdagang dengan harga diskon di pasar dunia karena negara-negara Barat membeli lebih sedikit dan berbicara tentang membangun hubungan ekonomi yang lebih erat.
“Perdagangan kami berkembang, berkat tambahan pasokan pupuk Rusia ke pasar India, yang telah tumbuh lebih dari delapan kali lipat. Saya berharap ini akan sangat membantu sektor pertanian India,” kata Putin kepada Modi. (Aljazeera/OL-1)
Polda Bali menetapkan enam warga negara asing (WNA) sebagai tersangka dalam kasus dugaan penculikan dan pembunuhan terhadap warga Ukraina berinisial IK.
Laporan CPJ 2025: Israel catat rekor pembunuh jurnalis terbanyak dengan 84 korban. Tahun 2025 jadi tahun paling mematikan bagi pers global dengan total 129 kematian.
Memasuki tahun kelima perang, Presiden Zelensky menegaskan kedaulatan Ukraina tetap tegak meski dihantam serangan udara harian dan kerugian personel yang masif.
PRESIDEN Ukraina Volodymyr Zelensky melontarkan kritik keras terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin dengan menyebutnya sebagai budak perang setelah serangan Rusia berdampak pada listrik
SERANGAN udara terbaru Rusia menyebabkan gangguan besar pada infrastruktur vital di Ukraina. Listrik dan air dilaporkan tidak dapat diakses di ibu kota Kyiv
Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan serangan ke 148 target militer Ukraina, termasuk depot amunisi, formasi militer, dan menembak jatuh ratusan drone.
MEMASUKI tahun kelima invasi skala penuh Rusia ke Ukraina, belum ada tanda-tanda penyelesaian perang ini yang stabil.
Hari ke-1.460: Rusia gempur Kyiv & Lviv dengan 345 drone-rudal. Putin prioritaskan nuklir, sementara Hungaria ancam blokir sanksi Uni Eropa terkait aliran minyak.
Dalam wawancara terbaru, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menolak keras konsesi wilayah dan menyoroti tekanan dari Donald Trump terkait gencatan senjata.
Lyudmila Navalnaya menyebut temuan toksin katak panah pada jasad Alexei Navalny membuktikan putranya dibunuh.
PRESIDEN Ukraina Volodymyr Zelensky melontarkan kritik keras terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin dengan menyebutnya sebagai budak perang setelah serangan Rusia berdampak pada listrik
Kesepakatan tersebut ditandatangani pada 2010 oleh Presiden AS saat itu Barack Obama dan Presiden Rusia Dmitry Medvedev, dan mulai berlaku pada 5 Februari 2011.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved