Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Tiongkok Xi Jinping menyatakan tidak mendukung invasi Rusia di Ukraina. Pernyataannya itu secara langsung diungkapkan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin dalam pertemuan empat mata di Uzbekistan.
Dengan berat hati dan takut kehilangan sekutu terbesarnya, Putin berterima kasih kepada Xi yang berusaha berada pada posisi netral.
"Kami sangat menghargai posisi seimbang dari teman-teman Tiongkok dalam hal krisis Ukraina," kata Putin kepada Xi.
Tiongkok pun memiliki pertanyaan dan kekhawatiran tentang situasi di Ukraina, Putin mengatakan dia memahami kondisi tersebut.
"Dalam pertemuan hari ini, tentu saja kami akan menjelaskan posisi kami," imbuh Putin.
Invasi tersebut telah menjerumuskan Moskow ke dalam krisis terburuknya dengan Barat sejak Perang Dingin dan telah membuat harga pangan serta energi global melonjak.
Hal ini juga merupakan tantangan besar bagi Tiongkok, yang hubungannya dengan Barat telah menukik dalam beberapa tahun terakhir karena masalah termasuk hak asasi manusia dan masa depan Taiwan.
Putin dan Xi telah bertemu puluhan kali selama bertahun-tahun. Akan tetapi pembicaraan terakhir mereka mendapat sorotan khusus. Hubungan mereka yang berkembang dicirikan sebagai benteng dominasi Barat, menandakan perubahan besar dalam tatanan dunia setelah runtuhnya Uni Soviet pada tahun 1991.
Baca juga: Tiongkok dan Rusia Siap Bangun Aliansi
Perannya terbalik sekarang, dengan Tiongkok sebagai mitra dominan, yang telah bangkit menjadi negara adidaya ekonomi.
"Putin mendapatkan lebih daripada Xi, Rusia cukup terisolasi secara internasional," jelas Profesor Emeritus Rosemary Foot, seorang peneliti senior dalam hubungan internasional di Universitas Oxford.
Ia mengatakan sikap Xi sebagai teman lama Putin sangat penting. Sebab Xi tengah mencari masa jabatan ketiga yang bersejarah di kongres Partai Komunis bulan depan.
Tiongkok dan Rusia telah lama berusaha memposisikan SCO, yang didirikan pada tahun 2001 dengan empat negara bekas Uni Soviet di Asia Tengah, sebagai alternatif kelompok multilateral Barat. India, Pakistan dan Iran juga menjadi anggota.
Pertemuan terakhir mereka pada Februari, ketika Putin melakukan perjalanan ke Beijing untuk Olimpiade Musim Dingin atas undangan Xi. Keduanya berusaha menunjukkan kedekatan dengan menyatakan mereka berbagi persahabatan tanpa batas.
Beberapa hari kemudian, Rusia menginvasi Ukraina, memicu kecaman dan sanksi internasional, hubungan Tiongkok-Rusia pun langsung mendapat sorotan intens.
Beijing telah mendesak diakhirinya permusuhan dan menekankan pentingnya kedaulatan nasional. Tetapi juga menolak untuk menyebut perang itu sebagai invasi, karena Rusia menyebutnya sebagai operasi militer khusus.
Dalam beberapa pekan terakhir Tiongkok telah mengirim pasukan untuk mengambil bagian dalam latihan militer bersama dengan Rusia, dan mengirim pejabat senior untuk bertemu dengan rekan-rekan Rusia. Itu juga menjadi bantuan ekonomi Rusia ketika sanksi Barat diberlakukan.
Beijing juga menyetujui pembayaran gas dengan rubel Rusia dan yuan yang memberikan Moskow alternatif cadangan devisa. Kedua pemimpin dapat menunjukkan penentangan mereka terhadap Amerika Serikat seperti halnya Barat berusaha untuk menghukum Rusia atas perang Ukraina.
"Ini semua tentang Xi dalam pandangan saya. Dia ingin menunjukkan betapa percaya diri dia di dalam negeri dan dilihat sebagai pemimpin internasional negara-negara yang menentang hegemoni Barat," kata penulis Red Flags yakni sebuah buku tentang tantangan Xi, George Magnus.(BBC/OL-5)
Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif besar pada wine Prancis jika Macron menolak gabung 'Board of Peace'. Trump juga konfirmasi undangan untuk Putin.
PRESIDEN Rusia Vladimir Putin akhirnya memecah keheningan terkait eskalasi ketegangan yang menyelimuti kawasan Timur Tengah.
Namun pada 3 Januari, Rusia hanya berdiri dan menyaksikan ketika Amerika Serikat (AS) secara paksa membawa Maduro dan istrinya ke New York.
PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan meminta Presiden Rusia Vladimir Putin untuk membantu menyampaikan pesan kepada Iran.
Pejabat keamanan nasional AS menyatakan Ukraina tidak menargetkan Presiden Rusia Vladimir Putin atau kediamannya dalam serangan drone baru-baru ini
PRESIDEN Rusia Vladimir Putin menyatakan keyakinannya bahwa negaranya akan keluar sebagai pemenang dalam perang di Ukraina.
Honor meluncurkan Honor 500 Pro Molly edisi ulang tahun ke-20 hasil kolaborasi dengan Pop Mart. Smartphone edisi terbatas ini hadir dengan desain eksklusif, kamera 200MP, dan baterai 8.000mAh.
SEBUAH ledakan hebat mengguncang pabrik baja di wilayah utara Tiongkok pada Minggu (18/1), menewaskan sedikitnya dua orang. Insiden tersebut juga menyebabkan puluhan orang terluka.
Ledakan besar terjadi di pabrik baja Baogang United Steel, Mongolia Dalam, Tiongkok. Dua orang tewas, 84 luka-luka, dan 5 orang masih dinyatakan hilang.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney dan Presiden Xi Jinping umumkan kemitraan strategis baru. Upaya Kanada kurangi ketergantungan pada AS di tengah perang tarif Trump.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney bertemu Presiden Xi Jinping di Beijing. Kunjungan pertama dalam 8 tahun ini menjadi titik balik hubungan kedua negara.
RUSIA dan Tiongkok siap mendukung Iran yang dilanda protes dan diancam oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Namun, dukungan itu akan berkurang jika AS melakukan aksi militer.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved