Kamis 08 September 2022, 13:15 WIB

Erdogan Kecam Kebijakan Barat terhadap Rusia

Ferdian Ananda Majni | Internasional
Erdogan Kecam Kebijakan Barat terhadap Rusia

AFP/Tayip Erdogan
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan

 

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menuduh negara-negara Barat memprovokasi Rusia, saat ia memuji kebijakan keseimbangan Ankara mengenai perang Rusia di Ukraina.

Erdogan telah mempertahankan hubungan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, sambil berusaha menjaga netralitas dalam konflik. Selain mediasi, Turki memasok Ukraina dengan senjata dan drone tempur.

Presiden Turki mengatakan kepada wartawan selama kunjungan ke Beograd, bahwa dia memahami keputusan Putin untuk memotong pasokan gas alam ke Jerman melalui pipa Nord Stream.

“Saya dapat mengatakan dengan sangat jelas bahwa saya tidak menganggap sikap Barat, tidak perlu menyebut nama, untuk menjadi benar, karena itu adalah kebijakan yang didasarkan pada provokasi,” kata Erdogan pada konferensi pers dengan timpalannya dari Serbia Aleksandar Vucic.

"Selama kamu mencoba mengobarkan perang provokasi seperti itu, kamu tidak akan bisa mendapatkan hasil yang dibutuhkan,” ucapnya.

Erdogan telah mencoba menggunakan hubungan terbukanya dengan Moskow dan Kyiv untuk mengatur pembicaraan langsung antara Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di Turki, sebuah misi yang akhirnya gagal.

“Sebagai Turki, kami selalu menjaga kebijakan keseimbangan antara Ukraina dan Rusia. Mulai sekarang, kami akan terus mengikuti kebijakan berimbang itu,” katanya.

Erdogan diperkirakan akan bertemu Putin pada pertemuan puncak regional di Uzbekistan minggu depan. Presiden China Xi Jinping juga akan hadir.

Turki belum bergabung dengan rezim sanksi Barat terhadap Rusia dan baru-baru ini menandatangani perjanjian kerja sama ekonomi baru dengan Moskow.

PBB dan Turki menengahi kesepakatan antara Rusia dan Ukraina pada Juli untuk memungkinkan ekspor biji-bijian dilanjutkan dari pelabuhan Ukraina, setelah peringatan kemungkinan wabah kelaparan di beberapa bagian dunia.

Selama kunjungan Erdogan—perhentian kedua dalam tur tiga negara Balkan—Turki dan Serbia menandatangani tujuh perjanjian terkait ekonomi, industri, dan teknologi, termasuk protokol yang memungkinkan perjalanan bebas paspor bersama bagi warga negara mereka masing-masing. (Aljazeera/Fer)

Baca Juga

AFP/Peter PARKS

Hong Kong dan Taiwan Cabut Kewajiban Karantina bagi Pendatang

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 24 September 2022, 22:45 WIB
Kewajiban tes PCR 48 jam sebelum penerbangan ke Hong Kong akan diganti dengan tes antigen cepat, demikian pernyataan pers Kepala Eksekutif...
AFP

Banjir Mengerikan di Pakistan Tanda Krisis Iklim Global

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Sabtu 24 September 2022, 17:15 WIB
Hujan monsun yang belum pernah terjadi sebelumnya membanjiri sepertiga negara itu menewaskan hampir 1.600 orang dan menggusur lebih dari...
AFP

Protes Kematian Mahsa Amini di Iran Kembali Bergejolak

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Sabtu 24 September 2022, 17:00 WIB
Iran telah memberlakukan pembatasan ketat pada penggunaan internet dalam upaya untuk menghambat pengunjuk rasa berkumpul dan menghentikan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya