Headline
Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.
Kumpulan Berita DPR RI
IRAN mengatakan pada Selasa (6/9) bahwa dalam pembicaraan yang berlarut-larut dengan negara-negara besar untuk memulihkan kesepakatan nuklir 2015 yang compang-camping, ia berkeras untuk menyelesaikan empat topik. Empat poin tersebut, yang disampaikan oleh juru bicara pemerintah, terkait dengan jaminan AS pada kesepakatan baru, keringanan sanksi, dan pemantauan PBB terhadap situs-situs Iran.
"Seperti yang dikatakan presiden Iran (Ebrahim Raisi), kami telah mengejar dan akan mengejar empat topik dalam negosiasi," kata juru bicara, Ali Bahadori-Jahromi, dalam jumpa pers. Pada poin pertama, dia mengatakan bahwa jaminan harus meyakinkan, terutama mengacu pada permintaan Teheran bahwa pemerintahan AS di masa depan tidak akan membatalkan kesepakatan itu lagi, seperti yang dilakukan Donald Trump pada 2018.
"Verifikasi objektif dan praktis harus diantisipasi dalam kesepakatan itu," tambahnya. Ini untuk memastikan bahwa sanksi dicabut tidak hanya di atas kertas serta perusahaan internasional dapat kembali ke Iran dan beroperasi secara bebas.
Bahadori-Jahromi juga mengatakan penghapusan sanksi harus bermakna dan berkelanjutan. Ini karena Iran yang kaya minyak berharap untuk benar-benar menuai manfaat ekonomi dari keringanan sanksi.
Juru bicara itu menekankan bahwa klaim politik tentang masalah penyelidikan nuklir harus ditutup. Ini mengacu pada klaim Iran bahwa penyelidikan pengawas nuklir PBB terhadap partikel nuklir yang tidak dapat dijelaskan saat ditemukan di berbagai lokasi penelitian Iran tergolong politis dan harus diakhiri sebelum kesepakatan baru diterapkan.
Kesepakatan nuklir awal menjanjikan bantuan kepada Iran dari sanksi yang melumpuhkan sebagai imbalan atas jaminan bahwa mereka tidak akan mendapatkan senjata nuklir, tujuan yang selalu ditolak Iran. Trump menarik Amerika Serikat dari perjanjian pada 2018 dan menerapkan kembali sanksi ekonomi berat terhadap Iran, mendorong republik Islam itu untuk membatalkan komitmennya.
Baca juga: AS dan Sekutu Latihan Pengeboman di Timur Tengah
Iran sejak April 2021 telah terlibat dalam pembicaraan yang dimediasi UE untuk menghidupkan kembali kesepakatan, dengan Inggris, Tiongkok, Prancis, Jerman, dan Rusia secara langsung, serta Amerika Serikat secara tidak langsung.
Uni Eropa pada 8 Agustus mengajukan teks akhir untuk memulihkan perjanjian.
Teheran dan Washington kemudian mengeluarkan tanggapan dan proposal mereka. Washington, Kamis lalu, melabeli tanggapan terbaru Teheran sebagai tidak konstruktif dan menambahkan bahwa ia akan mengeluarkan jawabannya sendiri melalui UE.
Bahadori-Jahromi mengatakan, Selasa, bahwa, "Negosiasi tentang kesepakatan itu terus berlanjut, tetapi pihak lain harus menghentikan tuntutannya yang berlebihan." (AFP/OL-14)
Ali Larijani kirim surat terbuka kepada pemimpin dunia Islam. Iran minta negara-negara Muslim tinjau ulang sikap di tengah perang lawan AS-Israel.
Tiongkok merespons permintaan Donald Trump terkait pengamanan Selat Hormuz. Beijing desak penghentian operasi militer dan fokus pada stabilitas ekonomi global.
Pangkalan udara Ali Al Salem di Kuwait diserang drone, menghancurkan aset udara Italia. Serangan terjadi di tengah retaliasi Iran pascakematian Ali Khamenei.
Iran tegaskan kendali penuh atas Selat Hormuz dan menantang AS kirim kapal perang ke Teluk Persia. Simak eskalasi konflik Iran-AS terbaru di sini.
AS prediksi perang melawan Iran berakhir dalam hitungan minggu. Namun, Teheran tegaskan siap bertempur panjang tanpa negosiasi. Simak update selengkapnya
Mengapa AS-Israel sulit mengambil alih Selat Hormuz dari Iran? Analisis taktik asimetris, risiko ekonomi global, dan alasan keterlibatan sekutu internasional.
Jerman pastikan tidak bergabung dalam misi militer di Selat Hormuz. Menlu Johann Wadephul tegaskan Berlin pilih solusi negosiasi ketimbang keterlibatan tempur.
Iran juga menuduh Uni Eropa melakukan kemunafikan dan standar ganda setelah kepala kebijakan luar negeri blok tersebut mengkritik serangan Hizbullah terhadap Israel.
Uni Eropa mengusulkan larangan transportasi dan layanan minyak Rusia, namun AS menolak dukungan, sementara negara G7 lain belum memberikan janji jelas.
Hari ke-1.460: Rusia gempur Kyiv & Lviv dengan 345 drone-rudal. Putin prioritaskan nuklir, sementara Hungaria ancam blokir sanksi Uni Eropa terkait aliran minyak.
Presiden Prancis Emmanuel Macron memuji putusan Mahkamah Agung AS yang membatalkan kebijakan tarif Donald Trump.
Uni Eropa mengusulkan sanksi baru terhadap Rusia dengan menargetkan pelabuhan di negara ketiga, termasuk Pelabuhan Karimun di Indonesia, dalam paket sanksi ke-20.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved