Rabu 03 Agustus 2022, 21:14 WIB

Menlu ASEAN Sepakat Keluarkan Komunike Bersama tentang Isu Myanmar

Irvan Sihombing | Internasional
Menlu ASEAN Sepakat Keluarkan Komunike Bersama tentang Isu Myanmar

AFP
Sejumlah menlu negara anggota ASEAN berfoto bersama di Phnom Penh, Kamboja.

 

MENTERI luar negeri (menlu) negara anggota ASEAN yang mengikuti kegiatan AMM, sepakat untuk menelurkan Komunike Bersama tentang Myanmar. Sebab, terdapat banyak pelanggaran terhadap pelaksanaan five point consensus. 

Adapun five point consensus merupakan kesepakatan para pemimpin ASEAN untuk menyelesaikan krisis ekonomi dan kemanusiaan Myanmar, yang saat ini berada di bawah kekuasaan junta militer.

Hal itu disampaikan Menlu RI Retno Marsudi dalam pers briefing AMM (Pertemuan Menlu ASEAN) di Phnom Penh, Kamboja, pada Rabu (3/10). Menurut Retno, pertemuan kedua AMM berbentuk working lunch dan membahas satu-satunya isu, yakni krisis Myanmar.

"Dalam working lunch, para menteri luar negeri ASEAN sepakat pentingnya AMM ini mengeluarkan joint communique dan paragraf mengenai Myanmar, yang akan langsung dibahas pada tingkat menteri luar negeri. Ada kesepakatan bahwa joint communique AMM akan dikeluarkan," jelas Retno.

Sebagai informasi, paragraf mengenai Myanmar pada level menlu ASEAN masih berlangsung. Draf awal sejumlah paragraf Myanmar yang diusulkan Indonesia, juga masih dibahas pada tingkat menlu dan sedang dinegosiasikan.

"Kita tetap berkomitmen bahwa Myanmar tidak diwakili pada political level di pertemuan politik. Indonesia menekankan kembali pentingnya keterikatan dengan semua pemangku kepentingan. Ini merupakan mandat dari five point consensus," imbuhnya.

Retno menyebut beberapa negara selama working lunch, juga menyampaikan sejumlah pelanggaran janji oleh junta Myanmar. Menurutnya, ketika sejumlah negara berdiskusi dengan junta, komitmen seolah-olah ada, namun yang dilakukan justru bertolak belakang.

"Indonesia juga menyampaikan, jika tidak ada perubahan sama sekali sampai berlangsungnya KTT pada November 2022, para menlu ASEAN harus menyampaikan rekomendasi kepada para pemimpin ASEAN, terkait langkah ke depan," pungkasnya.(OL-11)

Baca Juga

AFP

Utusan PBB Minta Junta Myanmar Bebaskan Tapol

👤Cahya Mulyana 🕔Kamis 18 Agustus 2022, 14:48 WIB
Utusan PBB untuk Myanmar Noeleen Heyzer meminta pejabat penguasa junta Myanmar Hlaing untuk memberlakukan moratorium eksekusi dan...
Dok. SIF

Konsisten Perkuat Hubungan Singapura-Indonesia, SIF Raih Adinata Award

👤Indrastuti 🕔Kamis 18 Agustus 2022, 14:44 WIB
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk perayaan kemitraan jangka panjang SIF bersama Indonesia sejak...
AFP

Disanksi Tiongkok, Taiwan Merapat ke AS

👤Cahya Mulyana 🕔Kamis 18 Agustus 2022, 14:02 WIB
Amerika Serikat (AS) dan Taiwan mengumumkan peningkatan kerja sama perdagangan. Kesepakatan itu terjadi setelah Tiongkok menjatuhkan sanksi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya