Selasa 26 Juli 2022, 23:11 WIB

Uni Eropa Kecam Rencana Pembangunan Pemukiman Baru Israel

Uni Eropa Kecam Rencana Pembangunan Pemukiman Baru Israel

AFPY
Yehya Miri melihat rumahnya dihancurkan di desa Qarawat Bani Hassan

 

UNI Eropa mengecam rencana Israel membangun permukiman baru di wilayah Pendudukan Palestina.

Namun surat kabar Al-Watan mengatakan pernyataan saja tidak cukup untuk mengendalikan pendudukan Israel di tanah Palestina.

Al-Watan berkomentar, pada faktanya, Eropa memiliki semua sarana yang sesuai untuk mengambil langkah-langkah efektif untuk mengakhiri tragedi ini.

Uni Eropa menyuarakan keprihatinan mereka mengenai rencana Israel membangun permukiman baru di wilayah Palestina.

Disebutkan ada 150 pos permukiman ilegal di Tepi Barat yang kemungkinan akan bertambah besar dan meningkatkan kekerasan langsung terhadap warga Palestina, kata surat kabar harian itu.

Al Watan mengatakan bahwa permukiman tersebut ilegal menurut hukum internasional dan merupakan hambatan utama bagi kesepakatan solusi dua negara yang digagas PBB

Meski memuji posisi Uni Eropa, harian tersebut mendesak aksi nyata dari sekedar kecaman keprihatinan oleh Uni Eropa untuk menghentikan permukiman ilegal itu.

Al Watan juga memperingatkan bahwa jumlah pemukim di Tepi Barat mencapai satu juta di tengah pembangunan permukiman yang tanpa henti.

Permukiman Israel menjadi rumah bagi satu juta pemukim dengan menempati wilayah seluas 201 kilometer persegi, sekitar 6,3 persen dari total luas Tepi Barat, kata Al-Watan.

Hal itu menunjukkan bahwa pemukim memperoleh hak istimewa dan fasilitasi besar yang mendukung kehadiran mereka di wilayah Palestina yang dikuasai Israel.

Sementara pihak Israel menunjukkan pengabaian total terhadap hukum internasional dan resolusi Dewan Keamanan PBB, serta perjanjian yang dibuat antara Palestina dan Israel untuk menghentikan permukiman.

Al Watan menyimpulkan bahwa saat Uni Eropa mengambil langkah dalam urusan perang di Ukraina dan masalah lainnya.

Namun,  Uni Eropa seharusnya juga melakukan tindakan nyata terhadap Israel dan bukan kecaman semata untuk mendorong negosiasi serius berdasarkan resolusi internasional. (OL-8)

Baca Juga

Antara

Australia Kecam Pemberian Remisi Umar Patek

👤Cahya Mulyana 🕔Jumat 19 Agustus 2022, 18:37 WIB
Bagi Australia, kata dia, narapidana dengan kasus tertentu seperti terorisme sulit mendapatkan pengurangan...
AFP

Myanmar Hadapi Krisis BBM dan Sembako

👤Cahya Mulyana 🕔Jumat 19 Agustus 2022, 18:04 WIB
 Harga bahan bakar minyak (BBM) dan sembilan bahan pokok (Sembako) melambung hingga...
AFP

Myanmar Impor BBM dari Rusia

👤Cahya Mulyana 🕔Jumat 19 Agustus 2022, 18:03 WIB
Junta Myanmar berencana membeli bahan bakar minyak (BBM) juga gas dari Rusia. Langkah itu untuk meningkatkan stok dan meredam kenaikan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya