Rabu 20 Juli 2022, 11:10 WIB

Rusia, Turki, dan Iran Lanjutkan Kerja Sama Berantas Teroris di Suriah

Mesakh Ananta Dachi | Internasional
Rusia, Turki, dan Iran Lanjutkan Kerja Sama Berantas Teroris di Suriah

AFP/Mustafa Kamaci / TURKISH PRESIDENTIAL PRESS SERVICE
Dari kiri ke kanan: Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, dan Presiden Iran Ebrahim Raisi

 

RUSIA, Turki, dan Iran, Selasa (19/7), sepakat melanjutkan kerja sama mereka untuk memberantas teroris di Suriah. Hal itu disampaikan dalam sebuah pernyataan trilateral setelah presiden ketiga negara tersebut bertemu di Teheran.

"Menegaskan kembali tekad untuk melanjutkan kerja sama yang berkelanjutan untuk pada akhirnya melenyapkan individu, kelompok, usaha, dan entitas teroris," ungkap pernyataan dari ketiga negara tersebut.

Ketiga negara juga menyatakan penentangan mereka terhadap penyitaan ilegal dan transfer pendapatan minyak yang seharusnya menjadi milik Suriah.

Baca juga: Iran Peringatkan Erdogan terkait Operasi Suriah Jelang KTT dengan Putin

"Kami menolak semua upaya menciptakan realitas baru di lapangan dengan dalih memerangi terorisme, termasuk inisiatif pemerintahan sendiri yang tidak sah, dan menyatakan tekad mereka untuk menentang agenda separatis," tegas ketiga negara itu.

Pernyataan trilateral itu dirilis setelah Presiden Turki Recep tayyip Erdogan mendesak rekan-rekannya dari Rusia dan Iran untuk mendukung upayanya memerangi terorisme di Suriah.

Hal itu terjadi setelah Erdogan, akhir-akhir ini, berulang kali mengancam akan melancarkan serangan militer, terhadap pemerintahan semiotonom Kurdi, di timur laut Suriah yang kaya minyak.

Turki telah meluncurkan gelombang serangan ke Suriah sejak 2016, menargetkan para pejuang Kurdi serta jihadis kelompok Negara Islam.

Selain itu, Turki juga mendukung pemberontak Suriah melawan pemerintah Presiden Bashar al-Assad.

Iran dan Rusia juga terlibat dalam konflik Suriah, tetapi mendukung, bukannya menentang, Presiden Assad.

“Harus dipahami dengan jelas bahwa tidak ada ruang di masa depan kawasan kami untuk organisasi teror separatis,” kata Erdogan di KTT.

"Kami akan melanjutkan perjuangan kami melawan organisasi teroris di masa mendatang," tambahnya.

Namun, pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengatakan kepada pemimpin Turki itu dalam pertemuan pra-KTT bahwa serangan baru Turki terhadap Kurdi di Suriah akan "merugikan" wilayah tersebut.

Dia menyerukan agar masalah ini diselesaikan melalui dialog antara Ankara, Damaskus, Moskow dan Teheran.

Belum diketahui secara jelas apakah pernyataan trilateral di akhir KTT mencerminkan perubahan posisi Iran dalam serangan Turki. (AFP/OL-1)

Baca Juga

AFP.

Iran Minta Saudi Bebaskan Warganya yang Ditangkap saat Haji

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 07 Agustus 2022, 20:00 WIB
Iran pada Jumat (5/8) meminta Arab Saudi membebaskan salah satu warga negaranya yang ditangkap selama...
AFP/Manuel Balce Ceneta.

Ketua Uni Afrika Kutuk Serangan Israel di Gaza

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 07 Agustus 2022, 19:25 WIB
Ketua Komisi Uni Afrika pada Minggu (7/8) mengutuk serangan-serangan udara Israel di Jalur Gaza ketika kekerasan meningkat di wilayah yang...
Antara/Mahmud Hams.

Reaksi Beragam terhadap Pertikaian Mematikan Israel-Gaza

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 07 Agustus 2022, 18:05 WIB
Gejolak mematikan terbaru antara militer Israel dan militan Palestina di Gaza menarik reaksi beragam dari masyarakat...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya