Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
RUSIA, Turki, dan Iran, Selasa (19/7), sepakat melanjutkan kerja sama mereka untuk memberantas teroris di Suriah. Hal itu disampaikan dalam sebuah pernyataan trilateral setelah presiden ketiga negara tersebut bertemu di Teheran.
"Menegaskan kembali tekad untuk melanjutkan kerja sama yang berkelanjutan untuk pada akhirnya melenyapkan individu, kelompok, usaha, dan entitas teroris," ungkap pernyataan dari ketiga negara tersebut.
Ketiga negara juga menyatakan penentangan mereka terhadap penyitaan ilegal dan transfer pendapatan minyak yang seharusnya menjadi milik Suriah.
Baca juga : Iran Peringatkan Erdogan terkait Operasi Suriah Jelang KTT dengan Putin
"Kami menolak semua upaya menciptakan realitas baru di lapangan dengan dalih memerangi terorisme, termasuk inisiatif pemerintahan sendiri yang tidak sah, dan menyatakan tekad mereka untuk menentang agenda separatis," tegas ketiga negara itu.
Pernyataan trilateral itu dirilis setelah Presiden Turki Recep tayyip Erdogan mendesak rekan-rekannya dari Rusia dan Iran untuk mendukung upayanya memerangi terorisme di Suriah.
Hal itu terjadi setelah Erdogan, akhir-akhir ini, berulang kali mengancam akan melancarkan serangan militer, terhadap pemerintahan semiotonom Kurdi, di timur laut Suriah yang kaya minyak.
Baca juga : Presiden Rusia, Iran, Turki akan Bahas Perang Suriah di Teheran
Turki telah meluncurkan gelombang serangan ke Suriah sejak 2016, menargetkan para pejuang Kurdi serta jihadis kelompok Negara Islam.
Selain itu, Turki juga mendukung pemberontak Suriah melawan pemerintah Presiden Bashar al-Assad.
Iran dan Rusia juga terlibat dalam konflik Suriah, tetapi mendukung, bukannya menentang, Presiden Assad.
Baca juga : Tiongkok-Rusia Sebut Amerika Kacaukan Timur Tengah
“Harus dipahami dengan jelas bahwa tidak ada ruang di masa depan kawasan kami untuk organisasi teror separatis,” kata Erdogan di KTT.
"Kami akan melanjutkan perjuangan kami melawan organisasi teroris di masa mendatang," tambahnya.
Namun, pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengatakan kepada pemimpin Turki itu dalam pertemuan pra-KTT bahwa serangan baru Turki terhadap Kurdi di Suriah akan "merugikan" wilayah tersebut.
Dia menyerukan agar masalah ini diselesaikan melalui dialog antara Ankara, Damaskus, Moskow dan Teheran.
Belum diketahui secara jelas apakah pernyataan trilateral di akhir KTT mencerminkan perubahan posisi Iran dalam serangan Turki. (AFP/OL-1)
Terdapat perbedaan fundamental dalam doktrin kerja antara kepolisian dan militer yang tidak dapat dicampuradukkan dalam menghadapi ancaman terorisme di ruang sipil.
Serangan drone Rusia menghantam kereta penumpang di Kharkiv, menewaskan sedikitnya 4 orang. Zelensky sebut serangan sipil ini murni aksi terorisme.
Frenchie Mae Cumpio divonis bersalah mendanai terorisme di Filipina. Kelompok pers menyebut kasus ini rekayasa untuk membungkam jurnalisme komunitas.
Mandat tersebut juga ditegaskan kembali dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025 tentang TNI.
Al Araf menilai draft Peraturan Presiden tentang Tugas TNI dalam Mengatasi Terorisme yang saat ini beredar mengandung persoalan inkonstitusional
Dengan posisi yang masih berupa draf, pembahasan mendalam belum dapat dilakukan, apalagi untuk menentukan sikap politik lembaga legislatif.
Iran tingkatkan arsenal rudal balistik dengan bantuan Rusia. Rudal Kheibar Shekan kini mampu jangkau seluruh wilayah Israel, memicu ancaman konflik terbuka.
Kim Jong-un sinyalkan penguatan nuklir dan ICBM pada Kongres Partai ke-9. Pyongyang fokus pada pembangunan militer luar biasa dan konsolidasi kekuasaan absolut.
Kesepakatan tersebut ditandatangani pada 2010 oleh Presiden AS saat itu Barack Obama dan Presiden Rusia Dmitry Medvedev, dan mulai berlaku pada 5 Februari 2011.
INDONESIA mendesak Amerika Serikat (AS) dan Rusia segera melanjutkan perundingan untuk mencegah perlombaan senjata nuklir baru.
Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan serangan ke 148 target militer Ukraina, termasuk depot amunisi, formasi militer, dan menembak jatuh ratusan drone.
Letjen Vladimir Alexeyev, petinggi intelijen GRU Rusia, ditembak di apartemennya di Moskow. Serangan ini menambah panjang daftar jenderal Rusia yang jadi target.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved